-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Padang Pariaman Percepat Usulan Pergantian Nama BIM Jadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T04:12:56Z

Pemkab Padang Pariaman Percepat Usulan Pergantian Nama BIM Jadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin



AK47, Padang Pariaman - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman terus mendorong percepatan proses pergantian nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin.


Usulan tersebut kini mulai dikomunikasikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub), khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Pemkab Padang Pariaman berharap perubahan nama salah satu pintu gerbang utama Sumatera Barat itu dapat segera mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.


Bupati Padang Pariaman John Kenedy Aziz mengatakan, usulan pergantian nama BIM bukan semata-mata perubahan identitas sebuah fasilitas transportasi. Menurutnya, penamaan bandara dengan nama tokoh atau pejuang daerah telah menjadi hal yang lazim di berbagai wilayah Indonesia.


Sejumlah bandara di Indonesia menggunakan nama tokoh yang memiliki rekam jejak penting dalam sejarah perjuangan maupun perkembangan daerah dan agama. Di antaranya Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Bandara Hang Nadim di Batam, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, Bandara Sultan Iskandar Muda di Aceh, hingga Bandara Sultan Syarif Kasim II di Riau.


Atas pertimbangan tersebut, Pemkab Padang Pariaman menilai Sumatera Barat juga memiliki sejumlah tokoh besar yang layak diabadikan melalui penamaan fasilitas publik strategis.


Kami sudah mengajukannya kepada Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara. Karena kita menimbang, bandara-bandara pada umumnya di Indonesia adalah nama pejuang. Baik pejuang kemerdekaan maupun pejuang agama,” ujar John Kenedy Aziz usai meresmikan pergantian nama RSUD Padang Pariaman menjadi RSUD Muslim Kasim, Senin (21/9).


Syekh Burhanuddin Dinilai Memiliki Jejak Sejarah yang Kuat


Nama Syekh Burhanuddin dipilih bukan tanpa pertimbangan. Bagi Pemkab Padang Pariaman, ulama besar tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah perkembangan Islam di Minangkabau.


Syekh Burhanuddin dikenal sebagai salah satu ulama yang memiliki pengaruh besar dalam penyebaran dan pengembangan ajaran Islam di Sumatera Barat. Jejak dakwahnya tidak hanya dikenang di wilayah Padang Pariaman, tetapi juga memiliki pengaruh yang lebih luas di ranah Minangkabau dan daerah lainnya.


Karena itu, pemerintah daerah menilai penggunaan nama Syekh Burhanuddin untuk bandara internasional yang berada di wilayah Padang Pariaman dapat menjadi bentuk penghormatan sekaligus upaya memperkuat identitas sejarah dan budaya daerah.


Bagaimana kiprah ulama besar Syekh Burhanuddin, tentu kita semua sudah tahu. Untuk itu kami sedang melakukan lobi-lobi, mudah-mudahan Bandara Internasional Minangkabau bisa juga kita ubah menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin,” ujar John.


Menurutnya, nama Syekh Burhanuddin memiliki nilai historis dan kultural yang kuat bagi masyarakat Sumatera Barat. Sosok tersebut tidak hanya memiliki catatan penting dalam perjalanan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan masyarakat Minangkabau.


Akan Audiensi dengan Gubernur dan DPRD Sumbar


Meski usulan telah disampaikan kepada Kementerian Perhubungan, Pemkab Padang Pariaman menyadari bahwa perubahan nama bandara berskala internasional membutuhkan proses dan dukungan dari berbagai pihak.


Karena itu, pemerintah daerah akan membangun komunikasi lebih luas, termasuk dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan DPRD Sumbar.


John Kenedy Aziz mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya berencana melakukan audiensi dengan Gubernur Sumatera Barat serta para wakil rakyat di DPRD Sumbar. Langkah tersebut dilakukan untuk menyampaikan secara langsung alasan dan latar belakang pengusulan nama baru BIM.


Untuk target, secepatnya. Kami akan audiensi dulu dengan Gubernur Sumbar dan DPRD Sumbar. Namun hasrat kami tentunya sudah ada, dengan mempertimbangkan bandara-bandara yang ada di Indonesia ini kebanyakan adalah nama-nama pejuang di daerah setempat,” katanya.


Bagi Pemkab Padang Pariaman, dukungan pemerintah provinsi dan DPRD Sumbar menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat.


Apalagi, BIM bukan hanya berkaitan dengan kepentingan Kabupaten Padang Pariaman. Bandara tersebut merupakan salah satu infrastruktur transportasi utama Sumatera Barat dan menjadi pintu masuk bagi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wisatawan maupun pelaku usaha.


Bukan Sekadar Pergantian Nama


Jika terealisasi, perubahan nama BIM menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin nantinya tidak hanya menyangkut pergantian papan nama atau identitas administratif bandara.


Usulan tersebut membawa dimensi sejarah, budaya, dan identitas daerah. Nama yang digunakan pada sebuah fasilitas publik berskala internasional dapat menjadi bagian dari cara suatu daerah memperkenalkan tokoh dan sejarahnya kepada masyarakat luas.


Dengan mengusulkan nama Syekh Burhanuddin, Pemkab Padang Pariaman berharap sosok ulama tersebut semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat Sumatera Barat, tetapi juga oleh masyarakat Indonesia dan pengguna jasa penerbangan dari berbagai negara.


Namun, proses perubahan nama tetap harus melalui mekanisme dan ketentuan yang berlaku di pemerintah pusat. Karena itu, Pemkab Padang Pariaman kini memilih memperkuat komunikasi dan membangun dukungan terlebih dahulu sebelum tahapan berikutnya dilakukan.


John Kenedy Aziz menegaskan, pihaknya akan terus mengupayakan agar usulan tersebut dapat diproses sesuai aturan.


Langkah awal dengan mengajukan usulan kepada Kementerian Perhubungan dan rencana audiensi bersama Gubernur Sumbar serta DPRD Sumbar menjadi bagian dari rangkaian perjuangan Pemkab Padang Pariaman untuk mewujudkan nama Bandara Internasional Syekh Burhanuddin.


Jika usulan tersebut nantinya mendapat persetujuan, nama Syekh Burhanuddin tidak hanya akan menjadi bagian dari sejarah keagamaan Minangkabau, tetapi juga melekat pada salah satu gerbang utama Sumatera Barat yang menghubungkan Ranah Minang dengan berbagai daerah di Indonesia dan dunia.


(AK)


#Headline #SumateraBarat #BandaraInternasionalMinangkabau

×
Berita Terbaru Update