-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Forum Pemuda Sumbar Desak Pemko Padang Bertindak Usai Tragedi Vegas Club

Minggu, 20 September 2026 | September 20, 2026 WIB Last Updated 2026-09-20T14:49:18Z

Forum Pemuda Sumbar Desak Pemko Padang Bertindak Usai Tragedi Vegas Club



AK47, Padang - Tragedi meninggalnya perempuan berinisial IP (24) setelah mengalami kondisi darurat di Vegas Club, Kota Padang, memicu sorotan terhadap pengawasan tempat hiburan malam dan tata kelola perizinan di Kota Padang.


Sorotan itu datang dari Forum Pemuda Sumatera Barat (FPS) Kota Padang. Melalui siaran pers bertanggal 21 September 2026, FPS menyebut peristiwa yang terjadi pada Minggu dini hari, 13 September 2026, sebagai momentum untuk mengevaluasi secara menyeluruh sistem pengawasan dan keselamatan di tempat hiburan malam.


Pernyataan FPS tersebut sekaligus berisi desakan kepada Pemerintah Kota Padang agar mengambil langkah konkret terhadap persoalan yang mereka nilai berkaitan dengan pengawasan tempat hiburan malam.


Polisi Masih Selidiki Kematian IP


Sebelumnya, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa meninggalnya IP di Vegas Club. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian, korban tiba di lokasi sekitar pukul 00.27 WIB untuk melakukan reservasi dan memesan minuman.


Sekitar pukul 00.45 WIB, dua orang teman korban datang dan bergabung. Sekitar pukul 01.21 WIB, IP kemudian berjalan menuju area panggung DJ sambil membawa botol minuman. Tak lama setelah menyerahkan botol tersebut kepada DJ, korban terjatuh.


Polisi kemudian memasang garis polisi di lokasi untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara dan penyelidikan. Kapolsek Padang Selatan AKP Nirdes Ali menyatakan bahwa penyebab pasti kematian korban masih dalam proses pendalaman.


Karena itu, dugaan mengenai penyebab medis maupun faktor lain yang berkaitan dengan kematian korban perlu menunggu hasil penyelidikan resmi. Sejumlah informasi mengenai konsumsi zat tertentu juga sempat beredar, tetapi polisi pada tahap awal belum memastikan penyebab kematian tersebut.


FPS Soroti Pengawasan Pemerintah


Dalam siaran persnya, FPS menggunakan istilah “darurat moral dan hukum” untuk menggambarkan keresahan mereka terhadap keberadaan dan pengawasan tempat hiburan malam di Kota Padang.


FPS menilai tragedi tersebut tidak semestinya hanya dilihat sebagai peristiwa individual, tetapi juga harus menjadi bahan evaluasi terhadap standar keselamatan, pengawasan operasional, kepatuhan terhadap perizinan, serta peredaran minuman beralkohol di tempat hiburan malam.


Namun, sejumlah tudingan yang tercantum dalam siaran pers FPS termasuk tudingan adanya pembiaran atau kegagalan pejabat tertentu merupakan pernyataan dan penilaian FPS, bukan fakta yang telah diputuskan oleh lembaga berwenang.


Dalam dokumen itu, FPS secara khusus menyoroti tiga pihak, yakni Wali Kota Padang, Satpol PP Kota Padang, dan Dinas Perdagangan.


FPS menilai pengawasan terhadap tempat hiburan malam perlu diperkuat dan mempertanyakan sejauh mana pemerintah daerah memastikan setiap usaha hiburan menjalankan kegiatan sesuai ketentuan.


Lima Tuntutan FPS


FPS kemudian menyampaikan lima tuntutan kepada Pemerintah Kota Padang.


Pertama, FPS meminta evaluasi terhadap pejabat yang menurut mereka bertanggung jawab dalam pengawasan tempat hiburan malam, termasuk Kasatpol PP dan Kepala Dinas Perdagangan.


Kedua, FPS mendesak Pemko Padang melakukan audit terhadap perizinan Vegas Club, termasuk izin usaha dan perizinan terkait penjualan minuman beralkohol. Mereka juga meminta agar Vegas Club ditutup permanen apabila ditemukan pelanggaran yang memenuhi dasar hukum untuk tindakan tersebut.


Ketiga, FPS meminta dilakukan audit menyeluruh terhadap peredaran minuman beralkohol di tempat hiburan malam se-Kota Padang, terutama menyangkut legalitas, rantai distribusi, serta izin edar.


Keempat, FPS meminta pemerintah memperkuat penegakan norma adat dan agama dalam pengaturan aktivitas tempat hiburan malam. Dalam siaran pers tersebut, FPS juga mendorong adanya kebijakan daerah yang mereka sebut sebagai “zero narkoba dan zero minol”.


Kelima, FPS memberikan waktu tiga hari kepada Pemerintah Kota Padang untuk menindaklanjuti seluruh tuntutan tersebut.


Pemko Sebelumnya Nyatakan Evaluasi Perizinan


Desakan FPS muncul setelah Pemerintah Kota Padang sebelumnya menyatakan akan mengevaluasi perizinan dan operasional tempat hiburan malam menyusul peristiwa tersebut.


Wali Kota Padang Fadly Amran menyatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan tidak terdapat pelanggaran maupun kelalaian pengelola yang berkaitan dengan kejadian tersebut. Pemko juga disebut berkoordinasi dengan kepolisian dalam proses penanganannya.


Fadly juga menyampaikan bahwa apabila ditemukan kelalaian pengelola, Pemko memiliki kewenangan untuk mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk terkait izin penjualan minuman beralkohol.


Dengan demikian, tuntutan FPS kini menambah tekanan publik agar evaluasi yang telah dijanjikan pemerintah daerah tidak berhenti pada pemeriksaan administratif, tetapi juga menghasilkan kejelasan mengenai kepatuhan terhadap aturan dan mekanisme pengawasan tempat hiburan malam.


Persoalan yang Lebih Besar dari Satu Tempat Hiburan


Kasus Vegas Club kini membuka perdebatan lebih luas mengenai bagaimana pemerintah daerah mengawasi tempat hiburan malam di tengah tuntutan perlindungan masyarakat.


Di satu sisi, pemerintah memiliki kewajiban memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai izin dan aturan. Di sisi lain, pengawasan juga menyangkut aspek keselamatan pengunjung, ketertiban umum serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.


FPS menutup siaran persnya dengan sebuah pernyataan tegas:

 

“Padang adalah kota budaya, bukan kota laz Vegas.”


Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap FPS bahwa tragedi di Vegas Club harus menjadi momentum evaluasi terhadap tata kelola hiburan malam di Kota Padang.


Kini perhatian publik tertuju pada langkah Pemerintah Kota Padang: apakah lima tuntutan FPS akan ditindaklanjuti, bagaimana hasil evaluasi perizinan Vegas Club, dan apa kesimpulan akhir aparat penegak hukum mengenai penyebab kematian IP.


Sebab, di balik perdebatan mengenai tempat hiburan malam, ada satu persoalan yang tidak boleh tenggelam: bagaimana memastikan keselamatan masyarakat dan kepatuhan terhadap hukum benar-benar menjadi prioritas.



(AK)


#Headline #TempatHiburanMalam #Padang #Daerah 

×
Berita Terbaru Update