-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kabut Asap Kepung Padang, Pemuda Pancasila Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker

Senin, 21 September 2026 | September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T10:57:29Z

Kabut Asap Kepung Padang, Pemuda Pancasila Turun ke Jalan Bagikan Ratusan Masker



AK47, Padang - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah Sumatera Barat mulai menjadi perhatian serius. Di tengah kondisi udara yang kurang bersahabat, masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.


Kondisi tersebut mendorong Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Sumatera Barat bersama jajaran KOTI Mahatidana MPW PP Sumbar turun langsung ke jalan.


Bukan sekadar menyampaikan imbauan, mereka membagikan ratusan masker secara gratis kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan Simpang Empat Kismangunsakoro, Kota Padang, Senin (21/9/2026).


Aksi sosial itu menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pengendara sepeda motor, sopir angkot, pedagang kaki lima hingga pejalan kaki yang melintas di kawasan tersebut.


Di tengah lalu lintas yang ramai, para anggota KOTI terlihat menghampiri warga satu per satu. Masker diberikan kepada mereka yang membutuhkan, terutama masyarakat yang harus berada di ruang terbuka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


Aksi sederhana itu menjadi bentuk kepedulian Pemuda Pancasila terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak kabut asap.


Bukan Sekadar Masker, Ada Kepedulian di Baliknya


Dankoti MPW PP Sumbar Budi Setiawan, SE mengatakan, pembagian masker dilakukan sebagai bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat.


Menurutnya, ketika kualitas udara terganggu akibat kabut asap, masyarakat membutuhkan perhatian dan langkah nyata dari berbagai elemen.

 

"Kegiatan sosial ini kami lakukan sebagai wujud pengabdian Pemuda Pancasila kepada masyarakat. Dengan adanya kabut asap karhutla yang menyebar ke sejumlah wilayah Sumatera Barat, kami tergerak untuk membagikan masker. Setidaknya ini bisa membantu mengurangi risiko masyarakat terpapar asap dan gangguan pernapasan," ujar Budi.


Budi menegaskan, masker memang bukan solusi terhadap persoalan karhutla. Namun, langkah tersebut merupakan bentuk perlindungan sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap.


Terlebih, tidak semua warga memiliki pilihan untuk tetap berada di dalam rumah. Pengendara, pedagang, pekerja lapangan dan masyarakat lainnya tetap harus menjalankan aktivitas demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.


Warga Tetap Beraktivitas di Tengah Kabut Asap


Bagi sebagian warga, berhenti beraktivitas bukanlah pilihan.


Pedagang harus tetap membuka lapak. Sopir angkutan harus tetap mencari penumpang. Pengendara harus tetap menempuh perjalanan. Sementara pejalan kaki tetap harus mencapai tempat tujuan.


Kondisi inilah yang menjadi perhatian jajaran MPW PP Sumbar.


Pembagian masker dilakukan di ruang publik agar bantuan tersebut langsung diterima masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas.


Sejumlah warga pun tampak menerima masker yang diberikan dengan antusias. Bagi mereka, bantuan tersebut menjadi pengingat bahwa kondisi udara akibat kabut asap perlu diwaspadai bersama.


Bakti Sosial Akan Berlanjut

Tidak berhenti di Simpang Empat Kismangunsakoro, Pemuda Pancasila Sumatera Barat menyatakan aksi sosial serupa akan dilakukan secara bertahap di sejumlah titik keramaian lainnya.


Ketua Forum Senior Pemuda Pancasila Eka Suhendra yang turut dalam kegiatan tersebut mengatakan, kehadiran Pemuda Pancasila di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

 

"Ini adalah bentuk bakti sosial dari kita untuk masyarakat Kota Padang. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Pemuda Pancasila harus selalu hadir di tengah kesulitan rakyat," tegas Hendra.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa organisasi tidak ingin hanya hadir ketika situasi normal, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian bersama.


Mengingatkan Bahwa Karhutla Bukan Sekadar Persoalan Asap


Kabut asap yang sampai ke wilayah permukiman dan ruang publik bukan hanya persoalan jarak pandang. Dampaknya juga bersentuhan dengan aktivitas harian masyarakat dan kualitas udara yang mereka hirup.


Karena itu, MPW PP Sumbar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak menganggap persoalan karhutla sebagai masalah yang hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat.


Pencegahan kebakaran, kepedulian terhadap lingkungan serta kewaspadaan terhadap kondisi udara membutuhkan keterlibatan banyak pihak.


Pemuda Pancasila juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih terjadi, khususnya kelompok yang rentan terhadap gangguan akibat kualitas udara yang buruk.


"Kami Ingin Hadir Ketika Masyarakat Membutuhkan"


Budi menegaskan, aksi pembagian masker tersebut bukan semata-mata mengenai jumlah masker yang dibagikan.


Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan pesan bahwa masyarakat tidak berjalan sendiri ketika menghadapi situasi sulit.


"Ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi kami kepedulian harus diwujudkan dengan tindakan. Kami ingin hadir di tengah masyarakat dan memberikan apa yang bisa kami lakukan," ujarnya.


Aksi MPW Pemuda Pancasila Sumbar dan KOTI Mahatidana tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari langkah sederhana.


Di tengah kabut asap yang menyelimuti udara, ratusan masker berpindah dari tangan para relawan kepada warga.


Sederhana, tetapi memiliki pesan yang kuat: ketika masyarakat membutuhkan, kepedulian tidak cukup hanya dibicarakan ia harus hadir dan dilakukan.


(AK)


#Headline #PemudaPancasila #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update