-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tangis Wawako Pecah di Hari Jadi Kota Padang ke-357, Nasib Djamai Ani, Lansia Sebatang Kara, Menggetarkan Hati

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T16:00:15Z

Tangis Wawako Pecah di Hari Jadi Kota Padang ke-357, Nasib Djamai Ani, Lansia Sebatang Kara, Menggetarkan Hati



AK47, PadangDi tengah kemeriahan peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, terselip sebuah kisah yang menyentuh nurani. Tidak semua perayaan diwarnai panggung hiburan dan seremoni. Bagi Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, hari bersejarah bagi kota ini justru diisi dengan menyapa mereka yang nyaris luput dari perhatian.


Jumat (7/8/2026), Maigus Nasir melangkahkan kaki menuju sebuah rumah sederhana di Jalan Veteran Nomor 6A, Kelurahan Padang Pasir. Rumah berdinding seng yang lapuk dimakan usia itu menjadi tempat bertahan hidup Djamai Ani (81), seorang perempuan lanjut usia yang telah bertahun-tahun terbaring sakit seorang diri.


Rumah itu jauh dari kata layak. Atapnya bocor, dindingnya rapuh, sanitasinya tidak memenuhi standar kesehatan, dan dipenuhi tumpukan barang. Di sanalah Djamai Ani menjalani hari-harinya setelah ditinggal wafat sang suami, hanya ditemani kepedulian tetangga yang dengan tulus merawat dan memenuhi kebutuhan hidupnya.


Begitu memasuki rumah, Maigus Nasir tampak terpaku. Tatapannya menyusuri setiap sudut bangunan yang nyaris roboh, lalu berhenti pada sosok perempuan renta yang hanya bisa terbaring di atas kasur.


Suasana seketika berubah hening.


Dengan suara lirih, Maigus berusaha menyapa dan menghibur Djamai Ani. Namun, rasa haru tak mampu lagi dibendung. Air mata Wakil Wali Kota itu perlahan jatuh saat menyaksikan langsung perjuangan hidup seorang ibu yang bertahun-tahun berjuang melawan hipertensi dan pengeroposan tulang tanpa keluarga yang mendampingi.


Momen itu menjadi potret bahwa kepedulian seorang pemimpin tidak selalu hadir di balik meja kerja, melainkan ketika ia datang menyaksikan sendiri kenyataan yang dialami warganya.


"Kami ingin setiap orang tua hidup nyaman dan layak," ucap Maigus Nasir dengan mata yang masih berkaca-kaca.


Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kota Padang langsung mengambil langkah cepat. Berbagai pilihan ditawarkan, mulai dari membawa Djamai Ani ke panti sosial hingga mempersilakan tinggal sementara di rumah dinas agar memperoleh perawatan yang lebih baik.


Namun, perempuan berusia 81 tahun itu tetap memilih bertahan di rumah yang telah menjadi saksi perjalanan hidupnya selama puluhan tahun.


Menghormati keinginan tersebut, Maigus pun memutuskan solusi terbaik: rumah Djamai Ani akan dibedah agar kembali menjadi tempat tinggal yang aman dan manusiawi.


"Karena sudah dianggap orang tua, kami juga menawarkan untuk tinggal di rumah dinas," ujar Maigus.


Ia menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Padang yang segera bergerak membantu.


"Kami ucapkan terima kasih kepada Baznas yang membedah rumah agar layak ditempati. Baznas juga menyiapkan kursi roda selama rumah diperbaiki."


Tak hanya itu, Dinas Sosial Kota Padang juga akan memastikan kebutuhan hidup sehari-hari Djamai Ani tetap terpenuhi selama proses perbaikan rumah berlangsung.


"Dinas Sosial juga akan membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari," tambahnya.


Perhatian Pemerintah Kota Padang tidak berhenti pada bantuan fisik. Dinas Kesehatan Kota Padang memastikan pelayanan kesehatan akan diberikan secara intensif melalui Program Dokter Warga. Tenaga kesehatan dari Puskesmas Padang Pasir dijadwalkan mengunjungi Djamai Ani setiap hari untuk memantau kondisi kesehatannya.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr. Srikurnia Yati, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah beberapa kali berusaha membawa Djamai Ani ke rumah sakit.


"Ini sudah ketiga kalinya kita bujuk dibawa ke rumah sakit, tetapi tetap tidak berhasil," ujarnya.


Menurutnya, Djamai Ani memiliki ikatan emosional yang sangat kuat dengan rumahnya sehingga selalu menolak dirawat di rumah sakit, meski kondisinya membutuhkan perhatian medis yang lebih intensif.


Selain penyakit yang diderita, kondisi rumah yang tidak sehat juga menjadi perhatian serius.


"Sanitasi pada rumah juga tidak layak. Beruntung Baznas memberi bantuan untuk bedah rumah sekaligus membangun MCK yang layak di rumah ini," jelas dr. Srikurnia Yati.


Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan dr. Srikurnia Yati, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Rina Melati, Sekretaris Dinas Sosial Budi Kurniawan, Camat Padang Barat Diko Riva Utama, Lurah Padang Pasir, serta perwakilan Baznas Kota Padang.


Di hari ketika Kota Padang merayakan usianya yang ke-357, kisah Djamai Ani menjadi pengingat bahwa makna sebuah kota bukan hanya diukur dari megahnya pembangunan atau semaraknya perayaan. Kota yang benar-benar maju adalah kota yang tidak membiarkan warganya berjuang sendirian.


Di balik senyum perayaan Hari Jadi Kota Padang, hadir air mata, empati, dan janji nyata untuk menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi seorang ibu yang selama ini hanya berharap ada yang datang mengetuk pintunya.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update