-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemko Padang Bergerak Total Tangani Dampak Banjir, Fadly Amran Desak Percepatan Infrastruktur Pengendali Bencana

Senin, 03 Agustus 2026 | Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-04T05:29:44Z

Pemko Padang Bergerak Total Tangani Dampak Banjir, Fadly Amran Desak Percepatan Infrastruktur Pengendali Bencana



AK47, Padang Di tengah proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang belum sepenuhnya rampung, Kota Padang kembali dihadapkan pada ujian cuaca ekstrem. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota beberapa waktu terakhir kembali memicu banjir di sejumlah wilayah, meninggalkan lumpur dan material yang menutup permukiman warga hingga fasilitas pendidikan.


Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran turun langsung meninjau penanganan pascabanjir di kawasan Gunung Sariak dan Lapau Munggu, Selasa (4/8/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala BPBD Hendri Zulviton, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan.


Peninjauan dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan cepat sekaligus melihat langsung kondisi masyarakat yang terdampak. Di sejumlah titik, sisa lumpur masih menutupi halaman rumah warga, akses lingkungan, hingga ruang-ruang belajar di fasilitas pendidikan.


Fadly Amran menegaskan, Pemerintah Kota Padang tidak ingin berlama-lama membiarkan masyarakat menghadapi dampak banjir. Seluruh kekuatan pemerintah daerah langsung dikerahkan agar proses pemulihan berlangsung secepat mungkin.

 

"Saat ini seluruh personel Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, dan Satuan Pemadam Kebakaran turun untuk membersihkan sisa material banjir," ujar Fadly Amran.


Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah terkait bekerja secara terpadu membersihkan lumpur, mengangkut material yang terbawa arus, membuka akses lingkungan, serta memulihkan fasilitas umum agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.


Namun, Wali Kota menilai penanganan darurat saja tidak cukup. Ia mengingatkan bahwa Kota Padang saat ini masih menjalani tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi besar yang terjadi pada November 2025. Sebelum seluruh program tersebut selesai, bencana kembali datang akibat cuaca ekstrem yang terus berulang.


Karena itu, Fadly Amran mendesak percepatan pembangunan infrastruktur pengendali banjir sebagai solusi jangka panjang. Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi perlu mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang telah direncanakan.

 

"Kami juga sudah meminta kepada Pemprov dan BWS untuk menyegerakan pelaksanaan proyek infrastruktur perbaikan pasca rehab-rekon bencana hidrometeorologi November 2025 lalu. Walaupun tentu ada tahapan proses-proses pengadaan yang harus dipenuhi," katanya.


Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Padang telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai untuk mempercepat pembangunan berbagai infrastruktur pengendali banjir.


Beberapa kebutuhan yang menjadi prioritas antara lain pembangunan cek dam, sabo dam, serta penataan aliran sungai di kawasan-kawasan rawan. Sementara itu, Dinas PUPR Kota Padang terus melakukan optimalisasi jaringan drainase agar mampu mempercepat aliran air saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kota.


Bagi Fadly Amran, banjir yang kembali terjadi menjadi pengingat bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari respons cepat di lapangan hingga pembangunan infrastruktur yang mampu mengurangi risiko di masa depan.


"Kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov dan Kementerian PU melalui Balai untuk menegaskan kebutuhan Kota Padang terhadap pembangunan cek dam, sabo dam, serta penataan aliran sungai. Di sisi lain, Dinas PUPR Kota Padang memastikan jaringan drainase berfungsi optimal," tegasnya.


Melalui langkah cepat mengerahkan seluruh personel di lapangan dan upaya mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, Pemerintah Kota Padang menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya memulihkan kondisi pascabanjir, tetapi juga membangun sistem mitigasi yang lebih kuat demi melindungi masyarakat dari ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin sering terjadi.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah #Banjir #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update