
Banjir Padang Lumpuhkan Sejumlah Intake Perumda Air Minum, Ribuan Pelanggan Diminta Hemat Air
AK47, Padang — Banjir yang melanda Kota Padang akibat hujan berintensitas tinggi pada Senin (3/8/2026) tidak hanya merendam permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga memukul layanan penyediaan air bersih. Sejumlah intake (bangunan pengambilan air baku) milik Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material banjir, mengakibatkan proses produksi air bersih terganggu dan distribusi ke ribuan pelanggan di berbagai wilayah mengalami penurunan tekanan hingga terhenti sementara.
Material berupa batu, pasir, kayu, serta lumpur yang terbawa derasnya arus banjir menutup saluran pengambilan air baku. Akibatnya, air tidak dapat mengalir menuju instalasi pengolahan sehingga produksi air bersih tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan petugas baru dapat melakukan penanganan setelah kondisi di lapangan memungkinkan. Sejak Selasa (4/8/2026) pagi, tim teknis langsung diterjunkan untuk membersihkan material yang menyumbat intake agar operasional instalasi pengolahan air dapat kembali berjalan.
"Pasca hujan deras kemarin, beberapa intake Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material yang terbawa arus banjir. Pagi ini petugas baru bisa melakukan perbaikan dan penanganan terhadap intake yang tersumbat. Intake tertutup material batu, pasir, kayu, dan lumpur sehingga pengolahan tidak dapat beroperasi," ujar Adhie saat ditemui di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (4/8/2026).
Gangguan terjadi di beberapa intake utama yang menjadi sumber pasokan air bagi sejumlah kawasan di Kota Padang. Intake GUO menjadi salah satu yang terdampak paling besar. Akibatnya, distribusi air bersih ke Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, hingga Tarok Indah I dan II mengalami gangguan.
Kondisi serupa juga terjadi di Intake Palukahan yang melayani sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Padang Utara. Sementara itu, Intake Gunung Pangilun yang memasok kebutuhan air bersih kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai juga tidak luput dari dampak banjir.
Selain ketiga intake tersebut, Intake Latung turut mengalami penyumbatan sehingga pelayanan air bersih di sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, dan Kecamatan Kuranji ikut terdampak.
Perumda Air Minum Kota Padang kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan seluruh sistem. Proses pembersihan dilakukan secara intensif dengan mengangkat material yang menutupi intake agar aliran air baku kembali masuk ke instalasi pengolahan. Setelah produksi kembali normal, distribusi air kepada pelanggan akan dipulihkan secara bertahap sesuai kapasitas sistem.
"Saat ini petugas sedang berusaha maksimal membersihkan material yang menyumbat intake agar air baku dapat masuk kembali ke pengolahan dan pendistribusian air kepada pelanggan dapat kembali berjalan normal secara bertahap," kata Adhie.
Di tengah proses pemulihan tersebut, Perumda mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Pelanggan yang masih menerima aliran air, meskipun tekanannya lemah, diminta segera menampung air sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk bersabar. Jika saat ini air masih mengalir walaupun dengan tekanan lemah, segera tampung air sebanyak-banyaknya. Gunakan air secara hemat karena gangguan dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan," ujarnya.
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan seluruh personel dan peralatan telah dikerahkan untuk mempercepat proses normalisasi. Upaya tersebut dilakukan agar pelayanan air bersih dapat segera pulih dan masyarakat kembali memperoleh pasokan air secara optimal setelah kondisi pascabanjir membaik.
(AK)
#Headline #PerumdaAirMinum #Padang