
HJK Padang ke-357 Cetak Sejarah Baru! Pemko Padang Gandeng Universiti Kuala Lumpur, Fadly Amran Buka Jalan Generasi Muda Tembus Kampus Dunia
AK47, Padang — Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Kota Padang. Di tengah semangat membangun kota menuju masa depan, Pemerintah Kota Padang resmi menjalin kemitraan strategis dengan Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diyakini menjadi pintu masuk lahirnya generasi muda Padang berkelas dunia.
Penandatanganan yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (6/8/2026), bukan sekadar seremoni antar lembaga. Di balik penandatanganan itu tersimpan sebuah visi besar: mengubah wajah pendidikan Kota Padang dengan membuka akses lebih luas bagi anak-anak daerah untuk menempuh pendidikan tinggi bertaraf internasional tanpa meninggalkan jati diri sebagai urang Minang.
MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Rektor Universiti Kuala Lumpur Prof. Dr. Ilham Sentosa, disaksikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Chief Executive Officer Education Malaysia Global Services (EMGS) Novie Tajuddin, jajaran pemerintah daerah, pimpinan perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia, serta ratusan kepala sekolah, guru, dan insan pendidikan.
Membangun Masa Depan Dimulai dari Pendidikan
Di hadapan para akademisi dan tamu internasional, Fadly Amran menyampaikan bahwa kemajuan sebuah kota tidak cukup hanya ditopang pembangunan jalan, gedung, maupun infrastruktur fisik. Menurutnya, kekuatan sesungguhnya sebuah daerah terletak pada kualitas manusianya.
Karena itulah, sejak awal kepemimpinannya, pendidikan ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan Kota Padang.
"Berdasarkan data tahun 2026, jumlah generasi muda usia produktif mencapai lebih dari 60 ribu orang. Karena itu Pemko Padang terus membuka berbagai peluang melalui program beasiswa dan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi," ujar Fadly.
Ia mengungkapkan, setiap tahun ratusan lulusan SMA di Kota Padang berhasil menembus perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi maupun seleksi nasional. Namun, tidak sedikit yang akhirnya harus mengubur cita-cita karena keterbatasan ekonomi keluarga.
"Kondisi ini tidak boleh terus terjadi. Anak-anak yang memiliki kemampuan harus mendapat kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi," tegasnya.
Karena itu, kerja sama internasional terus diperluas sebagai solusi nyata menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif.
"Hari ini kita juga menandatangani MoU dengan Universiti Kuala Lumpur sebagai langkah memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi generasi muda Kota Padang."
Fadly menegaskan, kerja sama tersebut bukan semata membuka peluang kuliah di luar negeri, tetapi menjadi investasi besar dalam membangun sumber daya manusia Kota Padang.
"Kerja sama internasional ini bukan hanya tentang kesempatan belajar di luar negeri, tetapi tentang membangun generasi muda yang memiliki kompetensi akademik, karakter yang kuat, kemampuan berbahasa, wawasan global, serta tetap berakar pada nilai budaya Minangkabau dan jati diri bangsa," katanya.
Bukan Sekadar Janji, Programnya Sudah Berjalan
Komitmen Pemko Padang terhadap dunia pendidikan bukan hanya berhenti pada wacana.
Fadly memaparkan bahwa pada 2025, Pemerintah Kota Padang telah mengirim enam mahasiswa melalui program beasiswa penuh double degree di Sampoerna University. Setahun kemudian jumlah penerima beasiswa meningkat menjadi delapan orang.
Tak hanya itu, melalui kolaborasi dengan Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Politeknik Negeri Padang, UPI YPTK, serta sembilan universitas di Provinsi Guangdong, Tiongkok, sebanyak 60 mahasiswa terbaik Kota Padang telah mengikuti program pendidikan internasional.
Di sektor vokasi, kerja sama dengan Politeknik Kirana juga telah melahirkan 41 lulusan yang kini siap bekerja di industri penerbangan nasional.
Deretan program tersebut menunjukkan bahwa langkah internasionalisasi pendidikan yang ditempuh Pemerintah Kota Padang bukan sekadar slogan, melainkan telah menghasilkan manfaat nyata bagi generasi muda.
Wamendiktisaintek: Fadly Sedang Menabuh Genderang Perubahan
Apresiasi tinggi datang dari Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan.
Menurutnya, apa yang dilakukan Fadly Amran merupakan langkah visioner yang layak menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
"Ada pesan Wali Kota Padang yang menurut saya patut menjadi renungan bersama. Pesannya mengajak warga Padang untuk berubah," ujar Fauzan.
Ia menilai perubahan yang dimaksud bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga perubahan pola pikir masyarakat agar lebih maju dan kompetitif.
"Kami menyadari kemajuan suatu bangsa digerakkan secara serentak, tetapi pondasi utamanya ada di daerah. Wali Kota Padang sudah memulai itu, dan mudah-mudahan langkah ini mampu mengakselerasi kemajuan bangsa Indonesia."
Fauzan bahkan menyebut Fadly Amran tengah membangkitkan kembali semangat besar yang pernah menjadikan Kota Padang sebagai salah satu pusat lahirnya tokoh-tokoh bangsa.
"Saat ini Wali Kota Fadly Amran ingin mengulik kembali semangat itu. Mudah-mudahan jasa beliau ini tak kalah dengan jasa para pendahulunya," katanya.
Malaysia: Kolaborasi Dua Negara untuk Mencetak SDM Berkualitas
Dukungan penuh juga disampaikan Chief Executive Officer Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajuddin.
Ia menilai kerja sama ini bukan hanya mempererat hubungan antaruniversitas, tetapi juga memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia.
"Saya mewakili Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia tentunya sangat menyambut baik kerja sama ini. Kerja sama ini semakin menguatkan perguruan tinggi antar kedua negara," ujarnya.
Menurut Novie, kolaborasi tersebut akan membuka peluang lebih luas dalam pertukaran mahasiswa, dosen, penelitian bersama, hingga pengembangan kompetensi lulusan yang siap bersaing di tingkat global.
Padang Menatap Indonesia Emas 2045
Penandatanganan MoU dengan Universiti Kuala Lumpur menjadi simbol bahwa Kota Padang tidak ingin sekadar menjadi penonton dalam persaingan global.
Di bawah kepemimpinan Fadly Amran, pendidikan ditempatkan sebagai investasi terbesar untuk menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Langkah ini sekaligus mengirim pesan bahwa anak-anak Padang memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan bersaing di panggung internasional. Dengan memperluas akses beasiswa, memperkuat jejaring perguruan tinggi dunia, dan menghadirkan pendidikan berstandar global, Kota Padang sedang menyiapkan generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya Minangkabau sebagai identitas yang tidak boleh luntur oleh perkembangan zaman.
(AK)
#Pendidikan #Headline #Padang #Daerah