
Bukan Sekadar Meriah, HJK Padang ke-357 Kini Punya “Mata Jeli” untuk Awasi Kebersihan Kota
AK47, Padang — Perayaan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 tak ingin hanya dikenang karena kemeriahan berbagai agenda dan ramainya masyarakat memenuhi ruang-ruang publik. Pemerintah Kota Padang kini mengajak warga ikut menjadi “mata” yang mengawasi kebersihan selama seluruh rangkaian perayaan berlangsung.
Gerakan itu dikemas melalui “Mata Jeli HJK 357”, sebuah gerakan partisipasi publik yang digagas Pemko Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang dan berlangsung pada 6 hingga 10 Agustus 2026.
Lewat gerakan ini, masyarakat diajak melihat lebih jeli kondisi kebersihan di sekitar lokasi kegiatan, mengabadikannya dalam bentuk foto maupun video, kemudian menyampaikannya melalui media sosial.
Bukan hanya kondisi yang sudah baik, tetapi juga persoalan kebersihan yang masih ditemukan di lapangan.
Kepala DLH Kota Padang, Fadelan Fitra Mastra, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting untuk memastikan semarak HJK tetap berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan.
“Melalui gerakan Mata Jeli HJK 357, Pemko Padang mengajak seluruh masyarakat ikut berpartisipasi menjaga kebersihan selama rangkaian Hari Jadi Kota Padang. Kami berharap HJK tahun ini dikenang bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi juga karena kebersihan dan kepedulian seluruh warganya,” ujar Fadelan.
Warga Tak Lagi Sekadar Penonton
Gerakan Mata Jeli HJK 357 memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk terlibat.
Tidak ada syarat harus menjadi tokoh masyarakat, influencer, memiliki banyak pengikut, ataupun berasal dari profesi tertentu.
Semua warga dapat mengambil bagian.
Caranya pun sederhana. Masyarakat cukup mengabadikan kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui foto atau video, kemudian mengunggahnya melalui Instagram Feed atau Reels.
Dalam unggahan tersebut, masyarakat diminta menandai akun @dlh_padang dan @diskominfokotapadang, serta menggunakan tagar #MataJeliHJK357, #PadangRancak, dan #HJK357Padang.
Dari unggahan sederhana itu, pemerintah ingin mendapatkan gambaran nyata mengenai kondisi kebersihan di lapangan dari perspektif masyarakat.
Dengan begitu, warga bukan lagi sekadar penikmat kegiatan HJK, tetapi ikut menjadi bagian dari sistem pengawasan lingkungan.
Berani Menyampaikan, Berani Membantu Membenahi
Ada pesan lain yang ingin dibangun DLH melalui gerakan tersebut.
Masyarakat tidak perlu ragu memberikan kritik selama kritik tersebut disampaikan secara objektif dan membangun.
Sebab, setiap laporan, masukan, maupun penilaian yang disampaikan warga akan menjadi bahan evaluasi bagi DLH Kota Padang untuk memperbaiki kualitas pelayanan kebersihan.
“Masyarakat dapat membagikan foto atau video kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui Instagram Feed atau Reels, disertai masukan yang membangun. Penilaian yang jujur dari masyarakat sangat kami harapkan, karena akan menjadi bahan evaluasi DLH untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” kata Fadelan.
Dengan pola tersebut, pemerintah tidak hanya melihat kebersihan dari balik laporan internal. Kondisi di lapangan juga dapat dipotret langsung oleh masyarakat yang berada di lokasi.
Semakin banyak mata yang mengawasi, semakin banyak pula persoalan yang dapat diketahui dan ditindaklanjuti.
Tak Peduli Berapa Banyak Followers
Menariknya, Pemko Padang tidak membatasi partisipasi berdasarkan jumlah pengikut di media sosial.
Warga dengan ribuan pengikut maupun warga yang hanya memiliki akun pribadi tetap memiliki kesempatan yang sama.
Begitu pula dengan usia, profesi dan domisili.
Yang dibutuhkan hanyalah kepedulian untuk melihat kondisi lingkungan dan keberanian menyampaikan masukan secara bertanggung jawab.
Fadelan menegaskan, masyarakat dapat ikut meramaikan HJK sekaligus berkontribusi menjaga kebersihan Kota Padang dengan cara yang mudah dilakukan.
“Kita mengajak seluruh masyarakat ikut meramaikan seluruh rangkaian HJK ke-357 sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kota. Caranya sederhana: cukup abadikan kondisi kebersihan di lokasi kegiatan melalui foto atau video, lalu unggah ke Instagram Feed atau Reels disertai masukan yang membangun,” ujarnya.
Ada Hadiah untuk Unggahan Terbaik
Untuk meningkatkan partisipasi, Pemko Padang juga menyediakan hadiah menarik bagi masyarakat yang menghasilkan unggahan dengan masukan atau penilaian terbaik.
Namun, hadiah bukan satu-satunya tujuan.
Lebih jauh, gerakan ini diharapkan menjadi momentum untuk membangun kebiasaan baru: menjadikan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan kota.
Sebab, sebaik apa pun pelayanan pemerintah, persoalan kebersihan tidak akan selesai tanpa keterlibatan masyarakat.
HJK 357 Bukan Hanya Tentang Pesta
Rangkaian HJK Padang ke-357 tahun ini mengusung tema “Padang Build Back Better: Road to Gastronomy Charity”.
Tema tersebut membawa pesan tentang bagaimana momentum perayaan kota juga dapat menjadi ruang untuk bangkit, membangun kembali, serta memperkuat kepedulian.
Selain gerakan menjaga kebersihan, masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan melalui QRIS Pemko Padang Charity.
Donasi tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Dengan demikian, rangkaian HJK tahun ini membawa dua pesan besar sekaligus: peduli terhadap lingkungan dan peduli terhadap sesama.
Kemeriahan Jangan Berakhir dengan Sampah
Bagi Pemko Padang, menjaga kebersihan selama HJK bukan pekerjaan tambahan, melainkan bagian penting dari keberhasilan sebuah perayaan.
Sebab, semakin ramai sebuah kegiatan, semakin besar pula tantangan menjaga lingkungan tetap bersih.
Karena itu, gerakan Mata Jeli HJK 357 diharapkan mampu mengubah cara pandang masyarakat.
Menjaga kebersihan tidak harus selalu dimulai dari tindakan besar. Terkadang, cukup dengan memungut sampah, membuangnya pada tempat yang tersedia, mengingatkan orang lain dengan cara yang santun, atau melaporkan kondisi lingkungan yang perlu segera ditangani.
Semua tindakan kecil itu memiliki arti ketika dilakukan bersama-sama.
Fadelan berharap HJK Padang ke-357 dapat meninggalkan kesan yang lebih dari sekadar kemeriahan.
“Kami berharap HJK tahun ini dikenang bukan hanya karena kemeriahannya, tetapi juga karena kebersihan dan kepedulian seluruh warganya.”
Pesan itu sekaligus menjadi inti dari gerakan Mata Jeli HJK 357.
Sebab, kota yang hebat bukan hanya kota yang mampu menggelar perayaan besar. Kota yang hebat adalah kota yang warganya ikut menjaga apa yang mereka rayakan.
(AK)
#Headline #Padang #Daerah #HJKPadang357