
PT Hutama Karya Mulai Rehab-Rekon IPA Gunung Pangilun, Tonggak Baru Pemulihan Layanan Air Bersih Kota Padang
AK47, Padang – Upaya pemulihan layanan air bersih pascabencana di Kota Padang memasuki babak penting. PT Hutama Karya (Persero) bersama Perumda Air Minum Kota Padang secara resmi memulai pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pada dua unit accelerator Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, Senin (21/7/2026).
Pekerjaan ini bukan sekadar proyek rehabilitasi infrastruktur, melainkan langkah strategis untuk mengembalikan sekaligus meningkatkan keandalan sistem penyediaan air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat Kota Padang. Dengan dimulainya rehabilitasi tersebut, diharapkan kapasitas produksi air baku kembali optimal sehingga distribusi air kepada pelanggan dapat berlangsung lebih stabil, berkualitas, dan berkelanjutan.
Tahapan pekerjaan diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh dokumen pelaksanaan proyek. Tim PT Hutama Karya melakukan checklist kesiapan administrasi, metode pelaksanaan, kelengkapan alat dan material, prosedur keselamatan kerja, dokumentasi teknis, hingga verifikasi kondisi eksisting dua unit accelerator yang menjadi fokus rehabilitasi.
Seluruh proses tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen agar setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar konstruksi, memenuhi aspek keselamatan kerja, serta menghasilkan infrastruktur yang berkualitas tinggi dan memiliki ketahanan jangka panjang.
Sejak bencana yang mengganggu sistem penyediaan air bersih terjadi, PT Hutama Karya bergerak cepat menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan berbagai penanganan teknis di lapangan. Berbagai pekerjaan dilakukan secara simultan dengan pembagian tim pada sejumlah titik prioritas sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan.
Keberhasilan proyek ini juga ditopang oleh sinergi lintas sektor. PT Hutama Karya berkoordinasi secara intensif bersama Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Provinsi Sumatera Barat, Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Minum, Manajemen Konstruksi, serta Perumda Air Minum Kota Padang sebagai operator layanan air bersih.
Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting agar seluruh tahapan rehabilitasi berjalan tepat sasaran, tepat mutu, tepat waktu, serta mampu menghasilkan fasilitas pengolahan air yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, keseluruhan pekerjaan darurat hingga rehabilitasi ditargetkan rampung pada 22 Desember 2026. Mengingat proyek ini merupakan bagian dari penanganan pascabencana, seluruh desain konstruksi permanen dirancang dengan mengedepankan aspek keamanan, ketahanan struktur, efisiensi operasional, serta keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.
Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, melalui Kepala Sub Bagian Humas Adhie Zein, menegaskan bahwa dimulainya pekerjaan rehab-rekon IPA Gunung Pangilun merupakan wujud nyata keseriusan seluruh pihak dalam mempercepat pemulihan pelayanan publik.
"Pekerjaan ini bukan hanya memperbaiki bangunan yang terdampak bencana. Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk memperkuat sistem penyediaan air bersih Kota Padang. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh layanan yang semakin andal, berkualitas, dan berkesinambungan," ujar Adhie Zein menyampaikan keterangan Direktur Utama Hendra Pebrizal.
Ia menambahkan, kecepatan penanganan pascabencana harus berjalan beriringan dengan kualitas hasil pekerjaan. Karena itu, setiap tahapan rehabilitasi dilakukan secara cermat dengan pengawasan yang ketat agar menghasilkan infrastruktur yang benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.
"Keberhasilan proyek ini merupakan buah dari kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, PT Hutama Karya, Perumda Air Minum Kota Padang, konsultan pengawas, serta seluruh pihak yang terlibat. Kami optimistis setelah rehabilitasi selesai, kapasitas produksi akan meningkat, kualitas air semakin baik, dan kontinuitas pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih optimal."
Di sisi lain, Perumda Air Minum Kota Padang mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mendukung kelancaran proses rehabilitasi dengan menggunakan air secara hemat dan bijaksana.
"Kami mengimbau pelanggan agar menampung air secukupnya sebagai langkah antisipasi selama proses pekerjaan berlangsung. Kami memahami adanya ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan masyarakat. Namun seluruh pekerjaan ini dilakukan demi menghadirkan sistem pelayanan air minum yang lebih baik, lebih kuat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Atas pengertian dan dukungan pelanggan, kami menyampaikan terima kasih," tutup Adhie Zein.
Rehabilitasi IPA Gunung Pangilun menjadi simbol bangkitnya infrastruktur pelayanan air bersih Kota Padang pascabencana. Dengan semangat kolaborasi, profesionalisme, dan percepatan pembangunan, proyek ini diharapkan menjadi fondasi lahirnya sistem penyediaan air minum yang semakin modern, tangguh, serta mampu memberikan pelayanan prima bagi seluruh masyarakat Kota Padang selama bertahun-tahun mendatang.
(AK)
#PerumdaAirMinum #Padang #Headline