-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sensasi "Beku" di Kepala: Mengapa Makan Es Krim Bisa Bikin Kepala Mendadak Pusing?

Sabtu, 31 Oktober 2026 | Oktober 31, 2026 WIB Last Updated 2026-10-31T07:22:34Z

 

Sensasi "Beku" di Kepala: Mengapa Makan Es Krim Bisa Bikin Kepala Mendadak Pusing?


Aksara47 - Pernahkah Anda merasakan nyeri atau pusing yang menusuk tajam di dahi secara tiba-tiba saat sedang menikmati es krim atau minuman dingin di tengah cuaca panas? Sensasi yang kerap disebut sebagai brain freeze atau secara medis dikenal sebagai sphenopalatine ganglioneuralgia ini sering kali mengejutkan, tetapi biasanya berlalu begitu cepat.


Meskipun terdengar mengkhawatirkan karena menyerang area kepala, fenomena ini sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap perubahan suhu yang ekstrem.


Apa Sebenarnya Brain Freeze Itu?


Secara medis, brain freeze adalah reaksi neurologis yang terjadi ketika zat yang sangat dingin seperti es krim, air es, atau makanan beku lainnya bersentuhan langsung dengan langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan.


Rasa sakit yang ditimbulkannya sangat khas: tajam, menusuk, dan biasanya terpusat di dahi atau pelipis. Fenomena ini tidak memandang usia, meski anak-anak tercatat lebih rentan mengalaminya karena sering kali makan atau minum makanan dingin dengan tempo yang terlalu cepat tanpa jeda. Selain itu, beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang memiliki riwayat migrain cenderung lebih sering mengalami brain freeze.


Di Balik Layar: Mengapa Kepala Bisa Terasa Sakit?


Meskipun makanan dingin masuk melalui mulut, rasa sakitnya justru tidak terasa di rongga mulut, melainkan menjalar ke dahi, pelipis, atau bahkan di belakang mata dan hidung. Proses di balik reaksi ini terbilang unik:


  1. Kejutan Suhu Ekstrem: Suhu dingin yang ekstrem di tenggorokan dan langit-langit mulut membuat tubuh mendeteksi adanya ancaman penurunan suhu inti.
  2. Refleks Perlindungan Tubuh: Sebagai respons cepat untuk melindungi organ vital di kepala, pembuluh darah di sekitar otak (khususnya arteri karotis yang memasok darah ke otak) langsung melebar secara drastis.
  3. Peningkatan Aliran Darah: Pelebaran pembuluh darah ini bertujuan untuk mengalirkan lebih banyak darah hangat guna menetralkan suhu dingin tersebut.
  4. Sensasi Nyeri Mendadak: Perubahan ukuran pembuluh darah yang terjadi secara kilat inilah yang menstimulasi saraf di sekitarnya, sehingga memicu rasa sakit atau pusing yang tajam di kepala.


Kabar baiknya, reaksi ini bersifat sementara. Nyeri akibat brain freeze umumnya hanya berlangsung dalam hitungan detik hingga maksimal dua menit, serta dapat mereda dengan sendirinya tanpa memerlukan obat pereda nyeri.


Cara Jitu Meredakan dan Menghindari Brain Freeze


Jika Anda atau anak Anda tiba-tiba mengalami serangan "kepala membeku" ini, tidak perlu panik. Anda bisa mempercepat pemulihannya dengan mengembalikan suhu di area mulut dan tenggorokan ke kondisi normal melalui beberapa langkah berikut:

  • Hentikan Konsumsi: Segera berhenti memakan atau meminum produk dingin tersebut, atau menjauhlah sejenak dari paparan udara yang terlalu dingin.
  • Gunakan Suhu Ruangan: Minumlah cairan bersuhu ruangan atau air hangat (bukan air panas) secara perlahan.
  • Transmisikan Kehangatan: Tekan lidah Anda atau tempelkan ibu jari ke langit-langit mulut. Gesekan atau panas dari tubuh dapat membantu menghangatkan area saraf yang terkejut.


Agar kejadian serupa tidak terulang, kuncinya adalah menikmati makanan atau minuman dingin secara perlahan. Berikan jeda waktu agar rongga mulut dan tenggorokan dapat beradaptasi dengan suhu dingin tersebut tanpa memicu kepanikan pembuluh darah di kepala.


Kapan Harus Waspada dan Memeriksakan Diri ke Dokter?


Pada sebagian besar kasus, brain freeze hanyalah gangguan kecil yang tidak berbahaya. Namun, Anda perlu waspada dan berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • Durasi sakit kepala berlangsung jauh lebih lama dari biasanya (lebih dari dua menit).
  • Sensasi nyeri kepala disertai dengan gejala penyerta lain, seperti detak jantung yang tidak teratur (aritmia).
  • Nyeri kepala memiliki pola yang mirip dengan neuralgia trigeminal—kondisi nyeri saraf parah di satu sisi wajah yang dipicu oleh aktivitas ringan seperti berbicara, mengunyah, atau embusan angin.


Brain freeze adalah bukti betapa canggih dan sensitifnya sistem saraf manusia dalam merespons lingkungan. Jadi, di kesempatan berikutnya saat Anda menikmati semangkuk es krim di hari yang terik, nikmatilah perlahan agar kepala Anda tetap aman dari "serangan es" yang mendadak!


(*)


#BrainFreeze #Kesehatan #Artikel #Headline

×
Berita Terbaru Update