
Warga Padang Bersiap! Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai 7 September, Puluhan Kawasan Terancam Gangguan Air
AK47, Padang — Warga Kota Padang yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari pada layanan Perumda Air Minum diminta mulai bersiap. Pasalnya, distribusi air minum di sejumlah kawasan bakal terganggu mulai Senin, 7 September 2026.
Gangguan tersebut terjadi seiring dimulainya pekerjaan perbaikan Accelator 2 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu.
Bagi masyarakat, air yang tiba-tiba mengecil atau bahkan tidak mengalir tentu bukan perkara sepele. Aktivitas rumah tangga, usaha, fasilitas pelayanan publik hingga kebutuhan sanitasi sangat bergantung pada ketersediaan air.
Namun di balik potensi gangguan tersebut, terdapat pekerjaan penting untuk memulihkan dan memperkuat salah satu bagian infrastruktur pengolahan air di IPA Gunung Pangilun.
Perbaikan Accelator 2 merupakan kelanjutan setelah sebelumnya dilakukan pekerjaan pada Accelator 1. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian penanganan tanggap darurat sekaligus upaya meningkatkan keandalan sistem produksi air minum di Kota Padang.
Perumda Air Minum Kota Padang memastikan pekerjaan tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur, menjaga kualitas air, meningkatkan keandalan produksi dan pada akhirnya memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada pelanggan.
Jangan Kaget Jika Air Mati Siang atau Malam
Yang perlu menjadi perhatian masyarakat, gangguan distribusi tidak akan terjadi dengan pola yang sama di seluruh wilayah.
Ada kawasan yang diperkirakan mengalami gangguan pada siang hari. Ada pula yang terdampak pada malam hari. Bahkan, beberapa kawasan diperkirakan mengalami gangguan sepanjang siang dan malam.
Gangguan pada siang hari antara lain terjadi di Batang Kapur, Tamsis, Gor, Alai Belakang Pasar, Gunung Semeru SMA 3, Kampung KB, Perjuangan, UK, Sumatra, Paus, S. Parman, Jalan Jakarta, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Jawa Dalam, Pulau Karam, Sawahan, Sutomo, Aur Duri, sebagian Ganting, Pola Mas Azizi, Lubuk Lintah, Wahidin, Pemancungan, Palinggam, Berok, Batang Harau dan Alang Laweh.
Sementara itu, gangguan pada malam hari meliputi Adabiah, Jati Parak Salai, Pulai Banda Kali, Pondok Munggu Ampang, Jalan Bakhti Alai, Anyelir Flamboyan, Belanti Barat, Belanti Raya, Pramuka, Pekanbaru, Banda Pulau Karam, Kampung Sabalah, Cokro, Tanah Baroyo, sebagian Dobi, Nipah Raya deretan Kakiku, Belakang Tangsi, Silungkang Imam Bonjol, Banda Olo, Patimura, Banda Dama, M. Yamin, Ujung Belakang Olo, Belakang Makam Lolong, Parak Gadang, Parak Pisang, Belakang Pasar Simpang Haru, Komplek PJKA Jalan Sunda, Jati Rumah Gadang, Jati Gaung, Singamangaraja dekat rel hingga Kehakiman belakang PLN.
Sedangkan kawasan yang masuk kategori paling terdampak, yakni berpotensi mengalami gangguan baik siang maupun malam, mencakup Purus 1, sebagian Purus 2, Olo Ladang, Pancasila, Koto Marapak, Hayam Wuruk, Banda Puruih belakang tenis, Rohana Kudus, Kenzi Futsal Parak Salai, Puskesmas Parak Salai dan Pasopati.
Dengan kondisi tersebut, pelanggan di wilayah terdampak disarankan melakukan persiapan kebutuhan air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai.
Perumda: Gangguan Hari Ini untuk Sistem yang Lebih Andal
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan pihaknya memahami betul bahwa gangguan air akan langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat.
Karena itu, menurutnya, Perumda tidak memandang gangguan distribusi sebagai persoalan kecil.
“Kami memahami air merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ketika distribusi terganggu, tentu aktivitas pelanggan ikut terdampak. Karena itu, pekerjaan ini harus kami kawal agar berjalan efektif dan secepat mungkin. Gangguan yang terjadi bukan sesuatu yang diinginkan, tetapi merupakan bagian dari proses perbaikan infrastruktur agar sistem pelayanan ke depan semakin andal,” ujar Adhie Zein.
Adhie menegaskan, perbaikan Accelator 2 tidak boleh dipandang hanya sebagai pekerjaan teknis untuk memperbaiki fasilitas yang mengalami persoalan.
Lebih jauh, pekerjaan ini merupakan investasi terhadap keberlanjutan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Padang.
“Kita tentu ingin air tetap mengalir tanpa gangguan. Tetapi untuk mencapai pelayanan seperti itu, infrastruktur harus dipastikan dalam kondisi baik dan andal. Karena itu, ada pekerjaan yang harus dilakukan sekarang agar risiko persoalan yang lebih besar dapat diminimalkan di kemudian hari,” tegasnya.
Tiga Minggu yang Menentukan
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung sekitar tiga minggu. Sebelum memasuki tahap pemulihan infrastruktur, Kementerian Pekerjaan Umum melalui PT Hutama Karya disebut telah menyelesaikan checklist dokumen pelaksanaan pekerjaan.
Selanjutnya, pekerjaan pemulihan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun mulai dilakukan pada 7 September.
Perumda Air Minum Kota Padang menyatakan pekerjaan akan diupayakan berjalan secepat mungkin dengan tetap memperhatikan tahapan teknis yang diperlukan.
Adhie juga meminta pelanggan tidak hanya memahami kondisi tersebut, tetapi turut membantu dengan mengikuti informasi resmi yang disampaikan Perumda.
“Kami tidak ingin pelanggan menerima informasi yang simpang siur. Karena itu, informasi wilayah terdampak dan perkembangan pekerjaan akan terus kami komunikasikan. Kami meminta masyarakat bersabar dan memberikan dukungan selama proses ini berlangsung,” katanya.
Menurutnya, ukuran keberhasilan pekerjaan bukan sekadar selesainya perbaikan secara fisik, tetapi juga bagaimana hasil pekerjaan tersebut mampu memberikan peningkatan terhadap kualitas dan kontinuitas pelayanan.
Pelanggan Diminta Tidak Menunggu Air Mati
Masyarakat di wilayah terdampak disarankan tidak menunggu sampai aliran air berhenti baru melakukan persiapan.
Cadangan air untuk kebutuhan memasak, minum, mandi, mencuci dan kebutuhan dasar lainnya sebaiknya disiapkan sebelum pekerjaan dimulai.
Terlebih bagi kawasan yang masuk kategori gangguan siang dan malam, antisipasi menjadi jauh lebih penting.
Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses perbaikan.
“Kami mohon doa dan dukungan pelanggan serta masyarakat agar pekerjaan ini berjalan lancar dan dapat segera memberikan manfaat. Harapan kami sederhana, setelah pekerjaan selesai, sistem menjadi lebih kuat dan pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin baik,” ujar Adhie.
Bukan Sekadar Air yang Berhenti Mengalir
Gangguan air selama sekitar tiga minggu memang berpotensi mengusik aktivitas masyarakat. Namun, pekerjaan Accelator 2 membawa kepentingan yang lebih panjang: memastikan infrastruktur pengolahan air Kota Padang tidak hanya mampu bekerja hari ini, tetapi juga lebih siap menghadapi kebutuhan pelayanan ke depan.
Karena itu, masyarakat diminta melihat pekerjaan ini bukan semata-mata dari air yang mungkin berhenti mengalir selama beberapa waktu, melainkan dari sistem yang sedang dibenahi agar pelayanan di masa mendatang semakin kuat.
Perumda Air Minum Kota Padang menargetkan pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tahapan yang telah ditetapkan sehingga distribusi air kembali normal secepat mungkin.
Untuk informasi dan pengaduan layanan, pelanggan dapat menghubungi 1500030 atau WhatsApp 0811-669-123.
Catat tanggalnya: mulai 7 September 2026. Jika wilayah Anda masuk daftar terdampak, jangan menunggu keran kering. Bersiap dari sekarang.
(AK)
#Headline #PerumdaAirMinum #Padang #Daerah