-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Penyelam Tembus KM Virgo Transport 8, Banyak Korban Ditemukan Terjebak di Kamar

Selasa, 22 September 2026 | September 22, 2026 WIB Last Updated 2026-09-22T16:54:56Z

Penyelam Tembus KM Virgo Transport 8, Banyak Korban Ditemukan Terjebak di Kamar



AK47, Banjarmasin - Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa memasuki fase yang semakin menantang. Pada hari ke-10 pencarian, tim penyelam gabungan berhasil membuka akses ke sejumlah kamar penumpang di dalam bangkai kapal.


Di balik badan kapal yang telah tenggelam dan berada dalam posisi tidak normal itu, penyelam menemukan sejumlah korban yang masih berada di dalam kamar.


Temuan tersebut menjadi perhatian serius tim SAR karena sebagian korban yang telah terlihat belum dapat dievakuasi. Kondisi badan kapal dan posisi korban membuat proses pengangkatan tidak semudah yang dibayangkan.


Untuk mencapai ruangan tersebut, penyelam bahkan harus memecahkan kaca jendela kamar penumpang agar dapat membuka jalur masuk menuju bagian dalam kapal.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator, mengatakan temuan korban di dalam kamar membuat area tersebut kini menjadi fokus utama pencarian.


“Fokus di sana, memang sudah banyak terlihat penumpang-penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tadi beberapa korban sudah dicoba ditarik pakai tali tapi enggak bisa. Sepertinya ada korban kejepit di dalam kapal atau apa yang menyebabkan seperti itu,” kata Putu saat konferensi pers perkembangan operasi SAR hari ke-10 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (22/9/2026) malam.


Tiga Korban Berhasil Diangkat dari Bangkai Kapal


Sebelum kondisi bawah laut memburuk, tim penyelam gabungan berhasil menemukan dan mengevakuasi tiga korban meninggal dunia dari dalam bangkai kapal pada Selasa pagi.


Namun, pekerjaan penyelam belum selesai.


Sejumlah korban lainnya yang telah terlihat masih berada di dalam kapal dan belum berhasil dibawa keluar. Upaya menarik korban menggunakan tali telah dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.


Posisi korban yang berada di dalam ruang kapal diduga menjadi salah satu kendala. Tim harus memastikan jalur evakuasi benar-benar aman sebelum melakukan penarikan.


Situasi semakin sulit ketika memasuki sore hari.


Air laut di sekitar bangkai kapal semakin keruh. Arus yang semakin kuat membuat pergerakan penyelam menjadi terbatas. Jarak pandang di bawah air pun ikut menurun.


“Untuk melanjutkan evakuasi, airnya keruh karena faktor arus yang sudah cukup kencang. Akhirnya tim penyelam tidak bisa mengevakuasi korban-korban yang sudah terlihat,” ujar Putu.


Kondisi tersebut membuat tim harus menghentikan sementara proses evakuasi korban yang telah ditemukan.


Bukan karena pencarian dihentikan, tetapi keselamatan penyelam menjadi pertimbangan utama dalam setiap tindakan.


Kamar Ekonomi dan Eksekutif Jadi Sasaran Pencarian


Pada pencarian berikutnya, tim SAR akan kembali menyisir bagian dalam badan kapal.


Kamar-kamar penumpang, baik kelas ekonomi maupun kelas eksekutif, menjadi titik yang diprioritaskan.


Temuan korban di dalam kamar menjadi dasar bagi tim untuk memperluas penyisiran di area tersebut.


Tim akan membuka akses yang memungkinkan dan melakukan evakuasi apabila kondisi bawah laut mendukung.


Selain kamar penumpang, pencarian juga berpotensi diarahkan ke kendaraan yang berada di dalam kapal.


Namun, area tersebut memiliki tantangan tersendiri.


Menurut Putu, kendaraan yang berada di dalam kapal kini dalam posisi saling bertindih akibat kondisi kapal yang sudah tidak normal setelah tenggelam.


“Kendaraan di dalam kapal saling bertindih karena posisi kapal sudah tidak normal. Kalau memungkinkan dan aman pasti akan kita laksanakan. Operasi SAR ini harus mengutamakan keselamatan petugas,” tegasnya.


Laut Jawa Menjadi Tantangan bagi Penyelam


Operasi penyelaman di bangkai KM Virgo Transport 8 bukan pekerjaan sederhana.


Penyelam harus berhadapan dengan kondisi kapal yang telah berubah posisi, ruang-ruang sempit, akses yang terbatas, serta arus laut yang dapat berubah.


Kondisi air yang keruh juga membuat penyelam tidak dapat mengandalkan penglihatan secara maksimal.


Karena itu, setiap penyelaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan bawah laut dan tingkat keamanan personel.


Tim gabungan yang terlibat antara lain Basarnas Special Group (BSG), Kopaska dan Pangkoarmada II TNI AL, PT Jasalindo serta unsur terkait lainnya.


Mereka akan kembali melakukan penyelaman pada Rabu (23/9/2026) mulai pagi hingga sore hari, dengan harapan cuaca dan kondisi arus laut lebih mendukung.


Target utama tetap sama: menjangkau bagian kapal yang belum tersisir dan mengevakuasi korban yang telah ditemukan.


117 Orang Masih Dalam Pencarian


Hingga Selasa (22/9/2026) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 126 orang telah ditemukan dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes KM Virgo Transport 8.


Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan 18 orang meninggal dunia.


Sementara itu, 117 orang lainnya masih dalam proses pencarian.


Temuan korban di dalam kamar penumpang menjadi petunjuk penting bagi tim SAR dalam menentukan arah pencarian berikutnya.


Bangkai KM Virgo Transport 8 kini bukan hanya menjadi lokasi pencarian, tetapi juga menjadi ruang penuh tantangan bagi para penyelam yang berusaha menjangkau setiap bagian kapal.


Di tengah air yang keruh dan arus yang semakin kuat, operasi akan kembali dilanjutkan.


Harapan tim SAR bertumpu pada kondisi laut yang lebih tenang agar akses ke bagian dalam kapal dapat kembali dibuka dan proses evakuasi korban dapat dilakukan lebih maksimal.


Operasi pencarian pun masih terus berlangsung.


(AK)


#Headline #KapalTenggelam #Nasional

×
Berita Terbaru Update