-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

16 KONI Minta Porprov Sumbar 2026 Diundur, Padang Tetap Tancap Gas: Rp38 Miliar Sudah Disiapkan

Jumat, 04 September 2026 | September 04, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T06:59:24Z

16 KONI Minta Porprov Sumbar 2026 Diundur, Padang Tetap Tancap Gas: Rp38 Miliar Sudah Disiapkan



AK47, Padang — Jadwal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat 2026 mulai memasuki titik panas.


Ketika waktu pelaksanaan yang dijadwalkan tinggal menghitung hari, muncul desakan dari mayoritas KONI kabupaten dan kota agar agenda olahraga terbesar di Ranah Minang tersebut tidak dipaksakan berlangsung pada 2 Oktober 2026.


Sebanyak 16 dari 19 KONI kabupaten dan kota se-Sumatera Barat disebut mengusulkan agar Porprov tetap digelar tahun ini, namun jadwal pembukaannya digeser ke rentang 10 hingga 22 November 2026.


Aspirasi itu mencuat dalam pertemuan sejumlah Ketua KONI kabupaten dan kota di salah satu kafe kawasan Lubuk Minturun, Kota Padang, Jumat (4/9/2026).


Pertemuan tersebut dihadiri 15 Ketua KONI kabupaten dan kota.


Namun, ada satu hal yang perlu digarisbawahi: forum tersebut bukan menyatakan menolak Porprov.


Justru sebaliknya.


Porprov tetap diinginkan berlangsung pada 2026. Yang dipersoalkan adalah apakah seluruh daerah benar-benar memiliki waktu dan dukungan yang cukup untuk menyiapkan kontingen jika pertandingan tetap dipaksakan dimulai 2 Oktober.


Di sinilah polemik mulai mengemuka.


16 KONI Bicara, Padang Pilih Tetap Siap


Aspirasi 16 KONI tersebut berhadapan dengan situasi berbeda di Kota Padang.


Sebagai salah satu daerah yang mendapat mandat menjadi tuan rumah, Padang justru menyatakan kesiapannya.


Pemerintah Kota Padang bersama KONI Kota Padang memastikan persiapan Porprov terus berjalan.


Bahkan, Pemko Padang telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp38 miliar untuk menunjang penyelenggaraan, termasuk bonus bagi atlet yang berhasil meraih prestasi.


Padang juga mendapat tanggung jawab menjadi tuan rumah 20 cabang olahraga.


Beban itu jelas tidak ringan.


Dua puluh cabor berarti puluhan pertandingan, venue, atlet, ofisial, perangkat pertandingan, pelayanan kontingen, keamanan, transportasi, hingga berbagai kebutuhan teknis yang harus dipastikan berjalan dalam waktu bersamaan.


Namun Padang tidak memilih mengerem.


Padang justru tetap tancap gas.


Ketua Umum KONI Kota Padang, Erianto, menegaskan pihaknya siap melaksanakan Porprov Sumbar 2026.


“Anggaran sudah disiapkan oleh Pemko Padang. Kami dari KONI Kota Padang siap melaksanakan Porprov Sumbar 2026,” ujar Erianto melalui sambungan telepon, Sabtu (5/9/2026).


Pernyataan itu menjadi penegasan posisi Padang di tengah mencuatnya wacana perubahan jadwal.


Bukan Sekadar Soal Tanggal


Persoalan Porprov kali ini sejatinya bukan hanya soal menggeser tanggal pembukaan.


Di balik tanggal 2 Oktober atau 10–22 November, terdapat konsekuensi yang jauh lebih besar.


Ada anggaran daerah yang harus disiapkan.


Ada atlet yang harus menjalani program latihan.


Ada kontingen yang harus mengurus administrasi.


Ada venue yang harus dipastikan layak.


Ada akomodasi dan transportasi yang harus diatur.


Ada panitia yang harus bekerja.


Dan yang paling penting, ada nama Sumatera Barat yang dipertaruhkan sebagai penyelenggara.


Karena itu, perubahan jadwal jika nantinya diputuskan bukan sekadar memindahkan angka pada kalender.


Sebaliknya, tetap mempertahankan jadwal 2 Oktober juga bukan perkara sederhana jika sebagian daerah merasa belum mendapatkan waktu persiapan yang cukup.


Di titik inilah keputusan akhir akan diuji.


Padang Klaim Siap, Bahkan Sudah Bicara dengan Daerah Lain


Erianto mengungkapkan komunikasi dengan sejumlah KONI kabupaten dan kota terus berlangsung.


Beberapa pengurus KONI daerah bahkan disebut menghubunginya untuk memastikan kesiapan Kota Padang sebagai tuan rumah.


Jawaban yang diberikan pun tegas.


“Kami sudah berkomunikasi dengan beberapa KONI kabupaten dan kota. Mereka menanyakan kesiapan Kota Padang, dan kami menyampaikan bahwa Kota Padang siap melaksanakan Porprov,” katanya.


Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kesiapan Padang menjadi salah satu faktor penting dalam dinamika jadwal Porprov.


Padang tidak hanya menyiapkan venue.


Pemko dan KONI juga mempersiapkan kebutuhan pendukung penyelenggaraan, termasuk perhatian terhadap atlet yang akan berlaga.


Dukungan kepada atlet berprestasi bahkan telah masuk dalam skema persiapan melalui rencana pemberian bonus.


Rp38 Miliar Dipertaruhkan


Angka Rp38 miliar menjadi salah satu angka penting dalam persiapan Padang.


Dana tersebut disebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Porprov, termasuk bonus atlet berprestasi.


Besarnya dukungan anggaran tersebut menunjukkan bahwa Porprov bagi Padang bukan agenda seremonial.


Ada tanggung jawab besar yang harus ditunaikan.


Sebagai tuan rumah 20 cabor, Padang harus memastikan uang daerah yang dialokasikan benar-benar berbanding lurus dengan kualitas penyelenggaraan.


Tidak boleh ada venue yang tidak siap.


Tidak boleh ada pelayanan kontingen yang terabaikan.


Tidak boleh ada persoalan teknis yang seharusnya bisa diantisipasi sejak awal.


Sebab ketika pertandingan dimulai, sorotan tidak hanya tertuju kepada atlet.


Tuan rumah juga akan menjadi bagian dari penilaian publik.


Fadly Amran Tegaskan Komitmen Pemko


Wali Kota Padang Fadly Amran juga menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan Porprov Sumbar 2026.


Pemko memastikan persiapan terus dilakukan bersama KONI dan pemangku kepentingan terkait.


Bagi Padang, tanggung jawab sebagai tuan rumah tidak bisa menunggu sampai keputusan jadwal benar-benar final.


Persiapan harus tetap berjalan.


Sebab jika Porprov tetap digelar sesuai jadwal awal, Padang harus siap.


Jika nantinya jadwal bergeser, Padang juga harus siap menyesuaikan.


Dengan kata lain, persiapan tidak boleh ikut berhenti hanya karena jadwal sedang menjadi bahan perdebatan.


Erianto Tak Hadir dalam Pertemuan 16 KONI


Ada fakta lain yang juga perlu diluruskan.


Dalam pertemuan sejumlah Ketua KONI kabupaten dan kota di kawasan Lubuk Minturun, Jumat (4/9/2026), Ketua Umum KONI Kota Padang Erianto tidak hadir.


Karena itu, sikap KONI Kota Padang tidak tepat jika ditafsirkan sebagai bagian dari kesepakatan forum tersebut.


Sikap resmi KONI Kota Padang justru disampaikan Erianto melalui komunikasi pada Sabtu (5/9/2026): Padang siap melaksanakan Porprov.


Hal ini penting agar publik tidak mencampuradukkan antara aspirasi mayoritas KONI kabupaten dan kota dengan posisi KONI Kota Padang.


Bola Panas Kini di Tangan Pengambil Keputusan


Dengan munculnya aspirasi 16 KONI, bola panas Porprov Sumbar 2026 kini berada di meja pengambil keputusan.


Apakah jadwal 2 Oktober 2026 tetap dipertahankan?


Ataukah usulan 10–22 November 2026 akan dipertimbangkan?


Belum ada keputusan final mengenai perubahan tersebut.


Yang jelas, pertemuan para Ketua KONI telah mengirimkan pesan kuat: mayoritas daerah meminta adanya penyesuaian waktu.


Sementara Padang menyampaikan pesan yang tak kalah jelas:


“Kami siap.”


Dua fakta tersebut kini harus dipertemukan dalam satu keputusan yang tidak hanya mempertimbangkan kesiapan tuan rumah, tetapi juga kondisi seluruh kabupaten dan kota peserta.


Sebab memaksakan jadwal ketika sebagian daerah belum siap bisa melahirkan persoalan baru.


Namun mengubah jadwal tanpa perhitungan matang juga berpotensi mengganggu berbagai persiapan yang telah dilakukan.


Maka yang dibutuhkan bukan sekadar keputusan cepat.


Yang dibutuhkan adalah keputusan yang tepat.


Porprov Jangan Sampai Jadi Beban, Harus Jadi Kebanggaan


Pada akhirnya, Porprov Sumbar 2026 bukan hanya tentang perebutan medali.


Di balik setiap pertandingan ada kerja keras atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, KONI, perangkat pertandingan, hingga masyarakat.


Karena itu, penyelenggaraan harus dipastikan benar-benar mampu menjadi panggung terbaik bagi olahraga Sumatera Barat.


Padang sudah menyatakan siap.


Anggaran sekitar Rp38 miliar disiapkan.


Dua puluh cabang olahraga dipercayakan untuk diselenggarakan di Kota Padang.


Sementara 16 KONI kabupaten dan kota meminta waktu pelaksanaan dipertimbangkan kembali.


Sekarang tinggal satu pertanyaan besar yang menunggu jawaban:


Apakah Porprov Sumbar 2026 akan tetap bergulir 2 Oktober, atau mundur ke November demi memberi ruang persiapan yang lebih matang?


Apa pun keputusan akhirnya, satu hal tidak boleh dikorbankan:


kualitas penyelenggaraan dan kepentingan atlet.


Sebab pesta olahraga provinsi hanya layak disebut sukses apabila bukan sekadar terlaksana, tetapi mampu menghadirkan kompetisi yang fair, tertib, aman, dan membanggakan bagi seluruh Sumatera Barat.


(AK)


#Headline #Olahraga #KONI #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update