-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

UNDP dan Kota Hildesheim Jerman Nyatakan Dukungan, Revitalisasi Batang Arau Diproyeksikan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Indonesia

Kamis, 06 Agustus 2026 | Agustus 06, 2026 WIB Last Updated 2026-08-06T18:42:55Z

UNDP dan Kota Hildesheim Jerman Nyatakan Dukungan, Revitalisasi Batang Arau Diproyeksikan Jadi Ikon Pariwisata Berkelanjutan Indonesia



AK47, Padang  Kota Padang mulai menapaki langkah besar menuju panggung internasional. Melalui International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 di Convention Hall Universitas Bung Hatta, Kamis (6/8/2026), Pemerintah Kota Padang mengajak dunia berkolaborasi menyelamatkan kawasan Kota Tua dan Sungai Batang Arau sebagai fondasi pembangunan pariwisata berkelanjutan.


Forum internasional bertema "Warisan, Sungai, Pasar, dan Lingkungan untuk Pariwisata Berkelanjutan" itu menghadirkan para pengambil kebijakan, akademisi, organisasi internasional, hingga delegasi luar negeri. Hadir di antaranya Wali Kota Padang Fadly Amran, Wali Kota Hildesheim Jerman Ingo Meyer, Perwakilan Residen UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Rektor Universitas Bung Hatta Diana Kartika, delegasi Malaysia dan Thailand, serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai daerah di Indonesia.


Dalam pidato pembukaannya, Fadly Amran menyampaikan pesan tegas bahwa masa depan Kota Padang tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh keberhasilan mengatasi dua persoalan yang selama ini menjadi pekerjaan rumah terbesar, yakni pengelolaan sampah dan pencemaran Sungai Batang Arau.


Ia mengungkapkan, Kota Padang saat ini memproduksi sekitar 669 ton sampah setiap hari. Sebanyak 73 persen diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), 26 persen berhasil dikelola melalui program Reduce, Reuse, Recycle (3R), sementara 1 persen masih berakhir di lokasi pembuangan terbuka yang berpotensi mencemari lingkungan.


Menurut Fadly, angka tersebut menjadi peringatan bahwa perubahan tidak lagi bisa ditunda. Ia menilai pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya melalui perubahan perilaku masyarakat, bukan hanya mengandalkan peningkatan kapasitas TPA.

 

"Transformasi pengelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan di sumber, bukan hanya peningkatan kualitas TPA. Karena itu, Pemko Padang menggulirkan Padang Rancak Award untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, sekaligus memperkuat Lembaga Pengelola Sampah (LPS), bank sampah, serta mengembangkan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan waste-to-energy," tegas Fadly Amran.


Batang Arau Jadi Taruhan Masa Depan Kota Padang


Fadly menegaskan, keberhasilan revitalisasi Sungai Batang Arau menjadi kunci kebangkitan kawasan Kota Tua yang selama ini dikenal sebagai pusat sejarah, perdagangan, dan budaya Minangkabau.


Namun, ia mengakui kondisi sungai saat ini masih menghadapi tekanan berat akibat limbah rumah tangga, sampah pasar, kawasan usaha, hingga sistem drainase yang bermuara langsung ke sungai.


Karena itu, revitalisasi Batang Arau tidak boleh berhenti pada penataan kawasan semata, tetapi harus dibarengi pembangunan sistem pengelolaan sampah modern, pengolahan air limbah, serta pemanfaatan teknologi yang ramah lingkungan.

 

"Kami meyakini keberhasilan revitalisasi Sungai Batang Arau akan menjadi titik awal kebangkitan kawasan Kota Tua Padang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat," ujarnya.


Hildesheim Perkuat Komitmen Sister City


Dukungan internasional terhadap langkah Kota Padang juga datang dari Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer.


Ia mengatakan hubungan sister city antara Padang dan Hildesheim yang telah terjalin sejak 1988 bukan sekadar hubungan seremonial, melainkan kemitraan yang terus berkembang melalui berbagai program nyata di bidang lingkungan, pendidikan, dan pembangunan perkotaan.


"Kami berkomitmen mempererat kerja sama melalui langkah-langkah strategis baru. Kami juga menantikan kunjungan balasan delegasi Kota Padang ke Hildesheim pada tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan hubungan kedua kota," kata Ingo Meyer.


UNDP: Padang Berpeluang Jadi Model Kota Pesisir Berkelanjutan


Perwakilan Residen UNDP Indonesia, Sara Ferrer Olivella, melihat Padang memiliki peluang besar menjadi contoh kota pesisir yang berhasil menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pembangunan ekonomi berbasis pariwisata.


Ia menjelaskan, UNDP saat ini bekerja sama dengan 18 kementerian dan lembaga untuk mempercepat pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Indonesia.


Program tersebut mencakup penguatan sistem pelacakan sampah plastik dari darat hingga laut, pembangunan infrastruktur pengumpulan dan pemulihan sampah, perlindungan sosial bagi pekerja persampahan, hingga percepatan ekonomi sirkular guna mendukung target nasional mengurangi 70 persen sampah plastik yang masuk ke laut.

 

"Padang memiliki modal kuat menjadi destinasi wisata yang bersih, tangguh, dan berbasis ekonomi sirkular melalui digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi antarkota. Revitalisasi Sungai Batang Arau juga berpotensi menjadi contoh nature-based solutions yang memperkuat kesehatan ekosistem, mengurangi risiko perubahan iklim, dan menghadirkan ruang publik yang berkualitas," ujar Sara.


Momentum Besar Menuju Kota Tua Berkelas Dunia


International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang menjadi lebih dari sekadar forum ilmiah. Agenda ini menandai dimulainya penguatan jejaring global untuk mendorong transformasi Kota Padang menjadi kota pesisir modern yang mampu memadukan pelestarian sejarah, pemulihan lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi.


Dengan dukungan pemerintah pusat, organisasi internasional, dunia akademik, serta mitra luar negeri, Pemerintah Kota Padang optimistis kawasan Kota Tua dan Sungai Batang Arau dapat menjelma menjadi wajah baru pariwisata Indonesia yang bersih, lestari, dan berkelas dunia.


"Dari Kota Tua yang sarat sejarah hingga Batang Arau yang akan kembali bersih, Padang sedang mengirim pesan kepada dunia: masa depan kota dibangun bukan hanya dengan beton, tetapi juga dengan kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan."


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update