
Ruang Kelas Masih Berselimut Lumpur, Pemko Padang Berpacu dengan Waktu Pulihkan 92 Sekolah
AK47, Padang – Dampak banjir yang melanda Kota Padang tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga melumpuhkan aktivitas pendidikan di puluhan sekolah. Ruang-ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu berubah menjadi hamparan lumpur, sementara halaman sekolah dipenuhi genangan air yang membuat kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan untuk sementara.
Kondisi tersebut terlihat jelas saat Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, meninjau SDN 33 Rawang Barat, Kelurahan Rawang, Kecamatan Padang Selatan, Selasa (4/8/2026). Sekolah yang menjadi salah satu dari 92 satuan pendidikan terdampak banjir itu masih dipenuhi lumpur dan sisa genangan air akibat hujan deras yang mengguyur Kota Padang sehari sebelumnya.
Memasuki kawasan sekolah, Maigus melihat hampir seluruh lingkungan sekolah belum dapat digunakan. Halaman dipenuhi endapan lumpur, lorong-lorong masih licin, sementara ruang kelas dipenuhi sisa banjir yang mengotori meja, kursi, lemari, hingga berbagai perlengkapan belajar. Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar mustahil dilaksanakan sebelum proses pembersihan selesai.
Peninjauan itu sekaligus menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Padang untuk memastikan seluruh sekolah terdampak segera dipulihkan. Sesuai arahan Wali Kota Padang, seluruh perangkat daerah dikerahkan untuk membantu proses pembersihan agar para siswa tidak terlalu lama kehilangan kesempatan belajar.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, dalam dua hari ini seluruh sekolah yang terdampak banjir sudah rampung dibersihkan, sehingga proses belajar mengajar bisa dimulai kembali," tegas Maigus Nasir.
Menurutnya, percepatan pemulihan sektor pendidikan menjadi prioritas karena sekolah merupakan fasilitas publik yang harus segera kembali berfungsi. Pemerintah tidak ingin bencana yang terjadi berlarut-larut hingga mengganggu kualitas pendidikan ribuan pelajar di Kota Padang.
Meski proses pembersihan terus dilakukan, kegiatan belajar mengajar untuk sementara masih diliburkan. Kebijakan tersebut diambil karena bukan hanya bangunan sekolah yang terdampak, tetapi juga banyak guru, tenaga kependidikan, dan siswa yang rumahnya ikut terendam banjir sehingga masih fokus melakukan pemulihan di lingkungan masing-masing.
"Sekolah sementara diliburkan karena masih banyak guru dan murid yang juga terdampak banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa kembali masuk sekolah," ujarnya.
Data sementara Pemerintah Kota Padang mencatat sedikitnya 92 satuan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP, terdampak banjir. Selain meninggalkan lumpur yang cukup tebal di ruang-ruang kelas, banjir juga menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera sebelum kembali digunakan.
Karena itu, Pemerintah Kota Padang mengerahkan seluruh kekuatan, mulai dari organisasi perangkat daerah, aparatur kecamatan dan kelurahan, hingga berbagai unsur terkait untuk bergotong royong membersihkan sekolah-sekolah terdampak. Langkah ini dilakukan agar lingkungan belajar kembali bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi para siswa.
Di sela peninjauan, Maigus Nasir juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Berdasarkan peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi pada 3–5 Agustus 2026 di wilayah Sumatera Barat.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang. Karena itu, masyarakat diminta terus memantau informasi cuaca dan segera mengambil langkah antisipasi apabila terjadi peningkatan curah hujan.
"Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga angin kencang di Kota Padang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul peringatan ini," imbaunya.
Maigus juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat semangat gotong royong dalam mempercepat pemulihan pascabanjir. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar seluruh fasilitas publik, khususnya sekolah, dapat kembali berfungsi dalam waktu sesingkat mungkin.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, Camat Padang Selatan Wilman Muchtar, unsur Forkopimca Padang Selatan, Pelaksana Tugas Kepala SDN 33 Rawang Barat Shipta Hayadi, beserta majelis guru.
Pemerintah Kota Padang optimistis target penyelesaian pembersihan sekolah dalam dua hari dapat tercapai. Dengan demikian, ribuan siswa yang sempat menghentikan aktivitas belajar akibat banjir diharapkan segera kembali ke ruang kelas untuk melanjutkan proses pendidikan dalam lingkungan yang telah bersih, aman, dan layak digunakan.
(AK)
#Headline #Pendidikan #Peristiwa #Padang #Banjir #Daerah