-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pratu Rizki Kurniawan Gugur di Tanah Papua, Prajurit Asal Pesisir Selatan Tewas dalam Serangan Mendadak OPM

Selasa, 18 Agustus 2026 | Agustus 18, 2026 WIB Last Updated 2026-08-18T08:31:23Z

Pratu Rizki Kurniawan Gugur di Tanah Papua, Prajurit Asal Pesisir Selatan Tewas dalam Serangan Mendadak OPM



AK47, Mimika  Kabar duka kembali datang dari Tanah Papua. Pratu Rizki Kurniawan, prajurit Yonif 133/Yudha Sakti (YS) yang berasal dari Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, gugur dalam kontak tembak dengan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.


Pratu Rizki gugur pada Senin (17/8/2026), tepat ketika bangsa Indonesia tengah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Ia dilaporkan mengalami luka tembak di bagian kepala setelah pos tempat personel TNI berjaga diserang secara mendadak oleh kelompok bersenjata.


Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.12 WIT. Serangan disebut datang secara tiba-tiba dengan tembakan yang dilepaskan dari tiga arah berbeda dan menyasar Pos Yonif 133/YS serta Koramil Jila.


Situasi yang semula berlangsung dalam suasana peringatan hari kemerdekaan itu sontak berubah menjadi kontak senjata.


Dalam serangan tersebut, Pratu Rizki menjadi salah satu korban. Luka tembak yang dideritanya di bagian kepala membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan.


Dua personel TNI lainnya juga mengalami luka akibat insiden tersebut. Pratu Y Pasaribu mengalami luka tembak pada bagian pinggang, sedangkan Pratu Kiki Febrio mengalami luka tembak pada bagian lengan.


Diserang dari Tiga Arah


Informasi mengenai serangan tersebut dibenarkan oleh Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Tri Purwanto.


Ia membenarkan terjadinya kontak tembak antara personel aparat keamanan dengan kelompok bersenjata di wilayah Jila pada Senin pagi.


Serangan yang dilakukan dari tiga arah membuat situasi di sekitar pos menjadi genting. Personel TNI yang berada di Pos Yonif 133/YS dan Koramil Jila harus merespons serangan tersebut untuk mengantisipasi ancaman yang lebih luas.


Kawasan Jila sendiri berada di wilayah pegunungan Mimika yang memiliki kondisi geografis cukup berat. Akses menuju sejumlah titik di kawasan tersebut tidak mudah, sehingga penanganan setiap insiden keamanan membutuhkan kesiapsiagaan serta koordinasi antaraparat.


Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak juga mengonfirmasi kondisi geografis tersebut. Pos aparat yang berada berdekatan dengan Polsek Jila disebut berada di kawasan pegunungan dengan akses yang relatif sulit.


Kondisi medan menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi aparat dalam melakukan pengamanan maupun penanganan terhadap personel yang menjadi korban.


Duka dari Tanah Papua hingga Pesisir Selatan


Gugurnya Pratu Rizki tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga besar TNI. Kabar tersebut juga menjadi pukulan bagi masyarakat Nagari Sungai Gayo Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, tempat prajurit tersebut berasal.


Sosok Pratu Rizki kini menjadi bagian dari daftar prajurit yang gugur saat menjalankan tugas negara di wilayah Papua.


Kepergiannya pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI membuat kabar duka tersebut terasa semakin mendalam. Ketika sebagian besar masyarakat Indonesia mengikuti rangkaian upacara dan perayaan kemerdekaan, seorang prajurit justru harus menghadapi ancaman di wilayah penugasannya.


Pengorbanan tersebut menjadi bagian dari risiko yang harus dihadapi personel TNI dalam menjalankan tugas menjaga keamanan di wilayah rawan konflik.


Personel Gabungan Tetap Disiagakan


Pasca-insiden, personel TNI dan Polri di wilayah Jila tetap disiagakan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gangguan keamanan susulan.


Aparat juga terus memantau situasi di sekitar lokasi guna memastikan kondisi keamanan tetap terkendali.


Kontak tembak tersebut kembali menunjukkan bahwa situasi keamanan di sejumlah wilayah pegunungan Papua masih menghadirkan tantangan serius bagi aparat yang bertugas.


Bagi keluarga Pratu Rizki di Pesisir Selatan, kabar tersebut tentu meninggalkan luka yang tidak mudah disembuhkan.


Seorang putra daerah yang berangkat menjalankan tugas ke Tanah Papua kini telah gugur. Namanya akan dikenang sebagai prajurit yang kehilangan nyawa saat menjalankan amanah dan tugas negara.


Di tengah merah putih yang berkibar memperingati 81 tahun kemerdekaan, dari tanah Papua datang kabar tentang seorang prajurit yang gugur dalam tugas.


Pratu Rizki Kurniawan telah pergi. Namun pengabdiannya sebagai prajurit Yonif 133/Yudha Sakti akan tetap menjadi bagian dari kisah panjang pengorbanan anak bangsa di Tanah Papua.


(AK)


#Headline #Peristiwa #TNI

×
Berita Terbaru Update