-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Sarang Sabu Digerebek di Medan, Sembilan Pria Diciduk Ada yang Lompat ke Sungai

Selasa, 25 Agustus 2026 | Agustus 25, 2026 WIB Last Updated 2026-08-25T16:50:53Z

Dua Sarang Sabu Digerebek di Medan, Sembilan Pria Diciduk Ada yang Lompat ke Sungai



AK47, MEDAN — Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Maimun, mendadak menjadi sasaran operasi besar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan. Dua lokasi yang diduga menjadi titik transaksi sekaligus penyalahgunaan narkotika digerebek secara bersamaan.


Hasilnya cukup mencengangkan. Sembilan pria diamankan, tujuh di antaranya diduga sebagai pengguna, sementara dua lainnya diduga berperan sebagai pengedar sabu.


Operasi tersebut juga diwarnai aksi pelarian. Sejumlah orang yang berada di salah satu lokasi berusaha menghindari petugas dengan melompat ke sungai.


Kasatresnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, penggerebekan dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai dugaan praktik jual beli narkotika di kawasan tersebut.


Informasi masyarakat kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan. Polisi tidak ingin bergerak gegabah. Setelah aktivitas yang dicurigai dipastikan, strategi penindakan disusun agar dua lokasi dapat digerebek dalam waktu bersamaan.


“Dengan perhitungan yang matang, seluruh perwira Satresnarkoba Polrestabes Medan kemudian berpencar bersama tim gabungan untuk melakukan penggerebekan,” kata Rafli di Medan, Senin (24/8/2026).


Rumah Kos dan Bantaran Sungai Jadi Sasaran


Dua lokasi yang disasar polisi memiliki karakter berbeda.


Lokasi pertama berada di sebuah rumah kos. Kamar-kamar berada di lantai dua, sementara lantai satu diduga dimanfaatkan sebagai tempat aktivitas yang berkaitan dengan peredaran narkotika.


Lokasi kedua berada di bantaran sungai.


Begitu petugas bergerak melakukan penggerebekan, situasi langsung berubah. Sejumlah orang yang berada di lokasi diduga berusaha kabur dengan melompat ke sungai.


Namun polisi tetap melakukan penyisiran dan mengamankan orang-orang yang ditemukan di sekitar lokasi.


Tujuh Paket Sabu Ditemukan


Dari operasi tersebut, polisi mengamankan AR (37) dan AG (42), keduanya warga Jalan Mangkubumi, yang diduga berperan sebagai pengedar.


Barang bukti sabu ditemukan dari kedua orang tersebut.


Empat paket sabu diamankan dari AR, sedangkan tiga paket lainnya ditemukan dari AG. Total tujuh paket sabu menjadi salah satu barang bukti utama dalam penggerebekan tersebut.


Polisi kini memiliki pekerjaan lanjutan untuk mengurai mata rantai peredarannya. Penyelidikan tidak hanya menyasar orang yang berada di lokasi, tetapi juga kemungkinan adanya pihak lain yang memasok atau menerima narkotika tersebut.


Tujuh Orang Diduga Pengguna


Selain dua terduga pengedar, tujuh pria lainnya ikut diamankan.


Polisi mendeteksi ketujuhnya sebagai pengguna. Sebagian diketahui bekerja sebagai juru parkir dan lainnya merupakan buruh harian lepas.


“Untuk tujuh orang kami deteksi sebagai pengguna. Mereka ini umumnya berprofesi sebagai juru parkir dan beberapa berprofesi sebagai buruh harian lepas,” ujar Rafli.


Status hukum masing-masing orang tetap akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan proses penyidikan.


Puluhan Alat Hisap, Plastik Klip hingga Kapak


Operasi tersebut turut mengungkap berbagai barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkotika.


Polisi mengamankan puluhan alat hisap, puluhan plastik klip, sejumlah uang, serta sebilah kapak yang diduga disiapkan untuk menghadapi petugas.


Temuan tersebut membuat operasi tidak berhenti sebatas menangkap orang. Polisi kemudian membongkar sejumlah tempat yang diduga digunakan sebagai lokasi transaksi dan konsumsi narkotika.


Meja, tempat duduk hingga triplek yang digunakan sebagai penutup lapak turut dibongkar dan dihancurkan.


Polisi Kirim Pesan Keras


Penggerebekan di Jalan Mangkubumi menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang masih mencoba menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat transaksi maupun penyalahgunaan narkotika.


Rafli memastikan kawasan itu akan tetap berada dalam pengawasan kepolisian. Jika aktivitas serupa kembali ditemukan, penindakan akan dilakukan.


Pesannya sederhana: tidak ada ruang aman bagi peredaran narkotika.


Namun pekerjaan polisi belum selesai dengan sembilan orang yang diamankan. Tujuh paket sabu yang ditemukan harus menjadi pintu masuk untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.


Siapa pemasoknya? Dari mana sabu itu diperoleh? Ke mana barang tersebut akan diedarkan?


Pertanyaan-pertanyaan itu kini berada di meja penyidik.


Sebab, memberantas narkotika bukan sekadar memenuhi ruang tahanan dengan tersangka. Mata rantai harus diputus dari bawah hingga ke pemasoknya.


Dan Jalan Mangkubumi kini berada dalam radar kepolisian.


Penggerebekan ini menjadi sinyal tegas bahwa ketika sebuah lokasi diduga berubah menjadi titik peredaran narkotika, polisi tidak akan menunggu sampai dampaknya semakin luas. Informasi masyarakat, penyelidikan dan penindakan akan terus bergerak beriringan untuk memburu jaringan yang berada di balik peredaran barang haram tersebut.


(AK)


#Headline #Narkoba #Hukum

×
Berita Terbaru Update