-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

PPKO BEM KM Universitas Andalas Gandeng BPBD Kota Padang Cetak Kader Siaga Bencana Lewat Program GANTARA

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-17T06:11:40Z

PPKO BEM KM Universitas Andalas Gandeng BPBD Kota Padang Cetak Kader Siaga Bencana Lewat Program GANTARA



AK47, PadangMembangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk menumbuhkan kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan masyarakat sejak dini. Berangkat dari semangat tersebut, PPKO BEM KM Universitas Andalas bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang menggelar Edukasi Kebencanaan dan Pelatihan Kader Siaga Bencana bagi masyarakat Kelurahan Gurun Laweh pada Senin (13/7/2026) di Mushalla Nurul Ihsan.


Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Gerakan Antisipasi dan Tangguh Bencana Masyarakat (GANTARA) yang diinisiasi sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman bencana. Sebagai wilayah yang berada di kawasan rawan gempa bumi, tsunami, banjir, hingga tanah longsor, peningkatan kesiapsiagaan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda.


Melalui program ini, masyarakat diajak memahami bahwa mitigasi bencana bukan sekadar teori, melainkan langkah nyata yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan mengenai potensi bencana, cara mengurangi risiko, hingga tindakan penyelamatan diri menjadi bekal penting untuk meminimalkan dampak yang mungkin terjadi.


Materi pertama disampaikan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Ricky Januar Alexander, S.STP., M.PA. Ia mengupas secara komprehensif konsep dasar kebencanaan, karakteristik ancaman bencana di Kota Padang, serta strategi pengurangan risiko melalui upaya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat.


Dalam pemaparannya, Ricky menegaskan bahwa masyarakat merupakan aktor utama dalam penanggulangan bencana. Respons cepat dan tepat ketika bencana terjadi hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat telah memiliki pengetahuan, kesiapan mental, dan kemampuan mengambil keputusan dalam situasi darurat.


Selanjutnya, Sekretaris BPBD Kota Padang, Robert Candra Eka Putra, S.Sos., M.Si., memberikan pembekalan mengenai kepemimpinan, komunikasi, dan peran strategis kader siaga bencana. Ia menjelaskan bahwa seorang kader bukan hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat, membangun koordinasi, serta menjadi penghubung antara warga dengan pemerintah dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.


Menurutnya, keberadaan kader siaga bencana akan menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan, sehingga proses evakuasi, penyelamatan, maupun pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.


Suasana pelatihan berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Peserta mengikuti setiap sesi dengan semangat, aktif berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai langkah-langkah penyelamatan diri, koordinasi saat keadaan darurat, hingga peran masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.


Interaksi yang terjalin antara narasumber dan peserta menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesiapsiagaan. Diskusi yang berlangsung tidak hanya memperkaya wawasan peserta, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman terkait kondisi lingkungan dan potensi risiko bencana di Kelurahan Gurun Laweh.


Kolaborasi antara PPKO BEM KM Universitas Andalas dan BPBD Kota Padang menjadi bukti nyata bahwa pengurangan risiko bencana membutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat. Kehadiran mahasiswa sebagai mitra pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendorong lahirnya budaya sadar bencana secara berkelanjutan.


Melalui Program GANTARA, diharapkan terbentuk kader-kader siaga bencana yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga kepedulian sosial serta jiwa kepemimpinan. Mereka diharapkan mampu menjadi pelopor edukasi kebencanaan, menggerakkan masyarakat untuk lebih siap menghadapi bencana, serta memperkuat ketangguhan Kelurahan Gurun Laweh dalam menghadapi berbagai risiko di masa depan.


Program ini menjadi bukti bahwa investasi terbaik dalam penanggulangan bencana bukan hanya pada pembangunan infrastruktur, melainkan juga pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Ketika masyarakat memahami risiko, memiliki keterampilan, dan mampu bertindak dengan tepat, maka ketangguhan menghadapi bencana akan tumbuh dari lingkungan itu sendiri.


(AK)


#Headline #UniversitasAndalas #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update