-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

BONGKAR: Dugaan Skandal 'Besi Tua' Proyek SPAM Guo Kuranji, Nyawa Puluhan Ribu Warga Padang Dipertaruhkan Demi Efisiensi Siluman?

Sabtu, 26 September 2026 | September 26, 2026 WIB Last Updated 2026-09-26T07:08:39Z

BONGKAR: Dugaan Skandal 'Besi Tua' Proyek SPAM Guo Kuranji, Nyawa Puluhan Ribu Warga Padang Dipertaruhkan Demi Efisiensi Siluman?



AK47, Padang -  Di balik riuk-pikuk narasi pemulihan bencana hidrometeorologi Sumatera Barat, sebuah dugaan kejahatan konstruksi secara masif dan terstruktur disinyalir tengah berlangsung di jantung Kota Padang. Proyek Rehabilitasi SPAM Guo Kuranji yang dibiayai APBN di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), kini berada di titik nadir kepercayaan publik usai terundangnya praktik penggunaan material tak layak standar.


Investigasi lapangan dan fakta visual merekam tabir gelap: besi tulangan bekas bongkaran (re-use) yang meliuk, karat, dan lelah logam diduga kuat sengaja ditanam untuk struktur beton baru. Tak berhenti di situ, indikasi "main mata" lewat rekayasa sampel ganda di laboratorium kian mempertegas dugaan kecurangan demi mengeruk keuntungan material semata.


Muka Dua Proyek: Klaim 'Lolos Uji' vs Bencana 'Besi Rosok' di Lapangan


Konfirmasi resmi kepada Project Manager (PM) PT Hutama Karya, Asih, menyuarakan narasi idealis. Pihaknya mengklaim seluruh baja tulangan yang masuk ke tapak proyek telah mengantongi Lembar Hasil Uji (LHU) resmi lengkap dengan kelulusan Tensile Test (Uji Tarik) dan Bend Test (Uji Lengkung) sesuai regulasi.


Namun, indahnya laporan di atas kertas berbanding terbalik 180 derajat dengan realita di celah-celah aliran sungai Guo Kuranji.


Tim investigasi menemukan tumpukan "besi tua" hasil bongkaran struktur lama yang menggunung di sekitar lokasi kerja. Kondisinya tragis:

  1. Oksidasi & Korosi Berat: Lapisan karat cokelat kemerahan telah mengikis ketebalan efektif nominal besi.
  2. Deformasi Ekstrem: Batang-batang besi terlihat terpuntir dan diluruskan secara manual menggunakan alat seadanya sebelum dipasang.
  3. Instalasi Ilegal: Pada rakitan pondasi (footing) dan lantai beton (slab) yang siap disiram coran, terpasang jaring-jaring tulangan bekas yang jelas-jelas cacat mutu.


Anatomi Modus: Menelusuri Jejak 'Sampel Ganda' dan Pembiaran Pengawas


Bagaimana material berstatus "besi rosok" bisa berpaspor resmi LHU laboratorium? Dugaan konspirasi antara kontraktor pelaksana, Manajemen Konstruksi (MK), hingga pengawas lapangan menguat lewat tiga pola modus operandi:

  • Modus 'Besi Cantik' (Uji Sampel Ganda): Kontraktor diduga menyerahkan sampel besi gress (baru) sesuai Mill Certificate pabrikan ke laboratorium independen hanya untuk menyuplai persyaratan administratif.
  • Modus 'Besi Bongkaran' (Eksekusi Tapak): Begitu lembar legalitas LHU dikantongi, material yang ditanam di lokasi justru besi bekas atau non-SNI untuk memangkas biaya pembelian material (capital expenditure) secara ekstrem.
  • Pembiaran Terstruktur: PT Ciriajasa Engineering Consultant selaku Manajemen Konstruksi dan tim pengawas lapangan diduga sengaja "tutup mata dan telinga" atas disparitas mencolok antara fisik besi uji dengan besi tanam.

Pakar Struktur: "Ini Kelelahan Logam, Risiko 'Brittle Failure' Sangat Tinggi!"

Mengacu pada SNI 2052:2017, penggunaan baja tulangan bekas bongkaran yang telah mengalami deformasi paksa sangat dilarang keras. Secara mekanika bahan, besi yang pernah dibengkokkan lalu diluruskan kembali mengalami fenomena metal fatigue (kelelahan logam) di mana titik lelehnya (yield point) telah terlampaui.

Jika ditanam pada struktur vital seperti intake air baku atau jembatan pipa yang menahan beban hidrolis serta dorongan arus sungai yang masif, bangunan tersebut tidak akan lentur melainkan bisa patah seketika (brittle failure) tanpa peringatan awal.


Mengurai Kerugian Negara & Ancaman Nyawa Publik


Proyek berdurasi 365 hari kalender ini memikul misi kemanusiaan: mengalirkan kembali air bersih untuk puluhan ribu jiwa pascabencana. Mengganti material standar dengan besi bekas bukan sekadar pelanggaran spesifikasi teknis, melainkan ancaman langsung terhadap keselamatan publik dan dugaan tindak pidana korupsi/penipuan mutu konstruksi.


Penggunaan dana APBN untuk barang bekas bernilai rendah adalah bentuk penggelembungan (markup) anggaran terselubung yang merugikan keuangan negara.


3 Tuntutan Radikal: Desakan Audit Forensik & Penyegelan Lokasi


Menanggapi skandal ini, penegak hukum (Kejaksaan Tinggi / Polda Sumbar), Inspektorat Jenderal Kementerian PU, serta BPK-RI didesak untuk segera mengambil tindakan konkrit tanpa kompromi:

  1. Uji Petik / Pit Sampling Langsung: Lakukan pembongkaran acak (core sampling) pada struktur beton yang sudah maupun belum dicor di hadapan publik, media, dan akademisi independen untuk menguji ulang spesifikasi besi tanam.
  2. Audit Forensik Keuangan & Logistik (BAMOS): Telusuri rekening material, invoice, serta Surat Jalan (Delivery Order) dari pabrikan. Bandingkan volume besi baru yang dibeli secara resmi dengan volume beton terpasang di lapangan.
  3. Penyegelan & Henti Operasional Sementara (Status Quo): Hentikan seluruh proses pengecoran pada segmen terdampak hingga ada sertifikasi ulang dari lembaga audit teknis independen.


Masyarakat Kota Padang berhak atas infrastruktur pemulihan bencana yang kokoh dan tahan puluhan tahun bukan bangunan ringkih berbiaya fantastis yang dipaksakan berdiri di atas puing-puing besi tua.


Bagaimana kelanjutan respons APH dan Kementerian PU atas temuan ini? Tim Investigasi terus mengawal perkembangan kasus ini. 


(Tim Investigasi/AK)


#Headline #Investigasi #SumateraBarat

×
Berita Terbaru Update