-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Pohon Tanjung dan Mimpi Besar Padang: Dari Batang Arau Menuju Kota Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | Agustus 08, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T08:13:12Z

Dua Pohon Tanjung dan Mimpi Besar Padang: Dari Batang Arau Menuju Kota Global



AK47, Padang — Dua pohon Tanjung ditanam di tepian Sungai Batang Arau, Jumat (7/8/2026). Bukan sekadar penghijauan, dua pohon itu menjadi penanda persahabatan dua kota yang telah terjalin selama hampir empat dekade—Padang dan Hildesheim, Jerman.


Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer secara langsung menanam kedua pohon tersebut di kawasan Taman Jembatan Hildesheim. Penanaman dilakukan dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, yang tahun ini membawa pesan kuat tentang lingkungan, kolaborasi dan keterbukaan Padang terhadap dunia.


Dari tepian Batang Arau, pesan yang disampaikan pun lebih besar dari sekadar seremoni.


Padang ingin menunjukkan bahwa menjaga sungai, merawat ruang publik dan membangun persahabatan internasional dapat berjalan dalam satu gerakan menuju kota yang lebih maju dan berdaya saing.


Kegiatan diawali dengan aksi bersih-bersih Sungai Batang Arau. Kawasan yang selama ini menjadi bagian penting dari wajah Kota Padang tersebut dibersihkan bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat agar sungai tidak hanya dipandang sebagai saluran air, tetapi juga sebagai aset kota.


Suasana semakin semarak dengan kehadiran masyarakat sekitar Taman Jembatan Hildesheim. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, termasuk Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Denny Abdi, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Ketua DPRD Kota Padang Muharlion, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran, serta The Resident Representative of the United Nations Development Programme (UNDP) in Indonesia, Sarah Ferrer Olivella.


Empat Dekade Persahabatan yang Terus Tumbuh


Bagi Fadly Amran, dua pohon Tanjung yang ditanam bukan sekadar simbol penghijauan.


Pohon tersebut menjadi representasi hubungan Padang dan Hildesheim yang telah berlangsung sejak 1988. Sebuah persahabatan yang menurutnya harus terus dirawat dan dikembangkan agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi kedua masyarakat.

 

“Penanaman pohon ini menjadi tanda bentuk persahabatan Kota Padang dan Kota Hildesheim yang telah berlangsung sejak tahun 1988,” ujar Fadly.


Jika pohon membutuhkan waktu untuk tumbuh dan menjadi kuat, demikian pula sebuah persahabatan. Ia membutuhkan perawatan, komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan.


Karena itu, penanaman pohon di kawasan Batang Arau tersebut menjadi simbol bahwa hubungan Padang-Hildesheim tidak berhenti pada sejarah, tetapi terus ditumbuhkan untuk masa depan.


Fadly bahkan menegaskan bahwa Padang ingin membuka diri seluas-luasnya terhadap kerja sama dengan berbagai pihak.

 

“Kota Padang siap bersahabat dengan siapapun. Kota Padang siap menjadi Kota Global dan kita pastikan ini betul-betul tampak dalam gerakan kita,” tegasnya.


Pernyataan itu sekaligus menjadi gambaran arah Padang yang ingin dibangun: kota yang tidak hanya kuat dengan identitas lokal, tetapi juga mampu berinteraksi dan berkolaborasi dengan dunia internasional.


Batang Arau Jangan Hanya Jadi Sungai


Pesan lain yang tidak kalah penting datang dari Sekjen Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi.


Ia melihat Sungai Batang Arau memiliki potensi besar apabila dikembangkan secara serius. Bukan hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga dari aspek pariwisata dan ekonomi masyarakat.


Denny bahkan membandingkan potensi tersebut dengan sejumlah kawasan sungai di Jerman yang berhasil dikembangkan menjadi kawasan wisata dan ruang publik.

 

“Sungai ini adalah daerah yang bagus dan bisa menguntungkan jika dikembangkan. Seperti di negara German yang telah berhasil memberdayakan daerah seperti ini menjadi objek wisata,” kata Denny.


Menurutnya, potensi sungai akan semakin besar jika kebersihan dan kelestariannya dijaga secara bersama-sama.


Karena itu, masyarakat diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam menjaga Batang Arau.

 

“Kepada masyarakat supaya bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan supaya semakin banyak orang yang datang dan meramaikan kegiatan seperti acara Salaju Sampan ini,” ujarnya.


Pesan tersebut menjadi penting karena sungai yang bersih dan tertata dapat membuka banyak peluang. Aktivitas budaya, olahraga air, wisata, kuliner hingga kegiatan ekonomi masyarakat dapat berkembang di sepanjang kawasan sungai.


Menjaga Sungai, Menghidupkan Ekonomi


Batang Arau memiliki nilai strategis bagi Kota Padang. Sungai ini bukan sekadar bagian dari bentang alam, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan sejarah, kehidupan masyarakat dan aktivitas perkotaan.


Karena itu, membenahi Batang Arau berarti bukan hanya memperbaiki lingkungan, tetapi juga membuka peluang baru bagi kota.


Bayangkan jika kawasan sungai tertata, bersih dan nyaman. Warga dapat menikmati ruang publik, wisatawan memiliki alasan untuk datang, kegiatan budaya dapat digelar, sementara pelaku usaha lokal memperoleh ruang untuk berkembang.


Dalam konteks itulah aksi bersih-bersih sungai pada peringatan HJK Padang ke-357 memiliki makna yang lebih jauh.


Apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa masa depan kota juga bergantung pada bagaimana masyarakat memperlakukan lingkungan.


Dari Hildesheim untuk Padang, Dari Padang untuk Dunia


Kehadiran Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer di tepian Batang Arau mempertegas bahwa hubungan kedua kota bukan hanya cerita masa lalu.


Dua kota yang berbeda negara dan benua itu dipertemukan oleh semangat persahabatan dan kerja sama.


Dua pohon Tanjung yang ditanam pun menjadi simbol sederhana namun kuat. Akarnya berada di tanah Padang, tetapi maknanya melampaui batas geografis.


Ia berbicara tentang persahabatan.

Tentang lingkungan.

Tentang kolaborasi.

Dan tentang sebuah kota yang ingin melangkah lebih jauh.


HJK Padang ke-357 akhirnya bukan hanya tentang merayakan usia kota. Dari tepian Batang Arau, Padang sedang menunjukkan sebuah visi: membangun kota yang tetap berpijak pada akar budaya dan sejarahnya, tetapi berani membuka diri kepada dunia.


Sebab menjadi Kota Global bukan sekadar memiliki hubungan dengan kota-kota di luar negeri.


Menjadi kota global berarti mampu menjaga lingkungan, merawat warisan sejarah, membuka ruang kolaborasi, menghidupkan ekonomi masyarakat dan membuat setiap sudut kota memiliki nilai bagi warganya.


Dan Jumat itu, dua pohon Tanjung telah ditanam.


Kini waktunya dirawat agar kelak tumbuh besar menjadi saksi bahwa dari tepian Batang Arau, sebuah persahabatan dan mimpi besar tentang masa depan Padang pernah ditanam.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update