
Rapat Banggar DPRD Riau Berujung Chaos, Adu Mulut Antar Pimpinan Dewan Meledak Jadi Adu Fisik
AK47, Pekanbaru – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau yang seharusnya menjadi forum pembahasan arah kebijakan anggaran justru berubah menjadi arena ketegangan. Sidang yang berlangsung di Ruang Medium DPRD Riau, Kamis (16/7/2026), berakhir ricuh setelah perselisihan antardua politisi senior DPRD memuncak hingga memicu aksi saling dorong dan adu pukul.
Kericuhan diduga berawal dari memanasnya hubungan antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet. Sejumlah sumber menyebut ketegangan telah terlihat sejak rapat masih berlangsung. Perbedaan pandangan yang muncul di dalam forum sempat diredam sehingga agenda rapat dapat diselesaikan, namun bara konflik ternyata belum padam.
Sesaat setelah rapat ditutup sekitar pukul 14.30 WIB, kedua tokoh tersebut kembali terlibat adu argumentasi. Suara yang semula meninggi berubah menjadi adu mulut terbuka. Dalam hitungan menit, situasi semakin sulit dikendalikan ketika sejumlah orang dari masing-masing kubu berdatangan. Suasana yang awalnya hanya dipenuhi perdebatan berubah menjadi kekacauan.
Pantauan di lokasi menunjukkan kerumunan saling dorong hingga terjadi aksi saling pukul. Sejumlah anggota dewan dan pegawai yang berada di sekitar lokasi tampak berusaha memisahkan pihak-pihak yang bertikai agar bentrokan tidak semakin meluas.
Di tengah kekacauan tersebut, seorang pria dilaporkan terjatuh usai menerima beberapa pukulan. Korban disebut sempat tidak sadarkan diri, memicu kepanikan di lokasi dan membuat suasana rapat yang sebelumnya formal berubah menjadi mencekam.
Petugas keamanan bersama sejumlah anggota DPRD akhirnya turun tangan untuk melerai kedua kubu. Setelah beberapa saat, situasi berhasil dikendalikan dan pihak-pihak yang terlibat dipisahkan guna mencegah bentrokan lanjutan.
Ironisnya, hingga beberapa waktu setelah insiden terjadi, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti perselisihan maupun kondisi korban. Sekretariat DPRD Provinsi Riau juga belum memberikan keterangan kepada publik.
Saat dimintai tanggapan, anggota DPRD Riau Andi Dharma Taufik hanya menyampaikan pernyataan singkat.
"Sebentar lagi kita akan berikan keterangannya ya."
Insiden ini langsung menyita perhatian publik. Rapat yang semestinya menjadi ruang mencari solusi bagi kepentingan masyarakat justru berakhir dengan kericuhan yang mencoreng marwah lembaga legislatif. Publik kini menunggu penjelasan resmi dari pimpinan DPRD Riau mengenai kronologi lengkap, akar persoalan, serta langkah yang akan ditempuh agar insiden serupa tidak kembali terjadi dalam pembahasan agenda-agenda penting daerah.
(AK)
#Headline #Peristiwa #Daerah #Riau