
Namanya Terseret Isu Blackout Sumatra, Jampidsus Angkat Bicara: "Saya Juga Tidak Paham"
AK47, Jakarta – Nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mendadak menjadi sorotan setelah dikaitkan dengan peristiwa blackout yang melumpuhkan sebagian wilayah Sumatra. Di tengah derasnya spekulasi yang beredar di media sosial dan ruang publik, Febrie akhirnya memberikan klarifikasi sekaligus membantah adanya keterkaitan dirinya dengan insiden tersebut.
Dengan nada heran, Febrie mengaku tidak memahami alasan namanya dikaitkan dengan kasus yang hingga kini masih menjadi perhatian publik. Menurutnya, jika memang terdapat dugaan tindak pidana, biarlah penyidik yang menjelaskan secara terbuka kepada masyarakat berdasarkan fakta dan alat bukti.
"Saya juga tidak paham, ada keterkaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggu proses bagaimana rekan-rekan penyidik menyampaikan apa masalahnya, keterkaitannya, dan perkaranya apa," ujar Febrie di Kejaksaan Agung, Jumat (10/7).
Soroti Dugaan Pengadaan Batu Bara
Febrie mengungkapkan, dari informasi yang beredar, isu blackout lebih banyak dikaitkan dengan dugaan persoalan pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Karena itu, ia menilai langkah paling mendasar bukan membangun opini, melainkan melakukan audit secara menyeluruh.
Audit tersebut, menurutnya, harus menelusuri seluruh rantai pengadaan, mulai dari volume kebutuhan, kualitas batu bara yang dipasok, mekanisme pembelian, hingga kepatuhan terhadap prosedur pengadaan.
Baginya, hanya melalui audit komprehensif dapat diketahui apakah benar terdapat penyimpangan yang berpotensi menjadi tindak pidana korupsi atau justru persoalan teknis operasional.
"Kalau itu masalahnya, sebaiknya memang dilakukan audit terlebih dahulu secara menyeluruh. Dari situ baru bisa diketahui apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak," katanya.
Rumah di Sentul Diakui Miliknya
Dalam kesempatan yang sama, Febrie juga memecah kebisuannya terkait penggeledahan yang dilakukan kepolisian di 13 lokasi dalam penyidikan dugaan korupsi.
Ia membantah berbagai narasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas bisnis tertentu, termasuk isu yang menyebut adanya keterlibatan dalam bisnis di kawasan Cipete.
"Jampidsus tidak ada keterkaitan dengan bisnis sebagaimana yang telah diberitakan di media sosial," tegasnya.
Namun, Febrie mengakui bahwa salah satu rumah yang digeledah penyidik di kawasan Parahyangan Golf II, Sentul City, Kabupaten Bogor, memang merupakan miliknya.
Pernyataan itu langsung menyita perhatian karena penggeledahan tersebut dikabarkan menemukan uang tunai dalam jumlah sangat besar serta emas seberat 74 kilogram.
Menanggapi temuan tersebut, Febrie tidak membantah adanya barang yang diamankan, tetapi menegaskan bahwa seluruh aset yang ditemukan memiliki pihak yang bertanggung jawab dan asal-usul yang akan dijelaskan melalui proses penyidikan.
"Terkait adanya uang yang ditemukan di rumah di Sentul, uang tersebut ada pemiliknya, ada kegiatannya, dan orang-orang yang terkait dengan kegiatan itu dapat dimintai keterangan," ujarnya.
Minta Publik Menunggu Fakta, Bukan Spekulasi
Di tengah berbagai isu yang berkembang, Febrie meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Ia menegaskan bahwa proses hukum harus berjalan berdasarkan bukti, bukan opini ataupun narasi yang berkembang di media sosial.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarpenegak hukum agar setiap perkara dapat diungkap secara transparan dan memberikan kepastian hukum kepada publik.
"Tentunya semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati sesama rekan penegak hukum. Semuanya harus menjadi terang, menjadi jelas, dan dapat dijelaskan kepada masyarakat," tutupnya.
Kini, perhatian publik tertuju pada hasil penyidikan yang tengah berlangsung. Di satu sisi, nama seorang pejabat tinggi penegak hukum ikut menjadi sorotan. Di sisi lain, masyarakat menunggu apakah penyidikan akan mengungkap fakta baru terkait dugaan korupsi, asal-usul aset yang disita, maupun ada atau tidaknya kaitan dengan peristiwa blackout di Sumatra. Hingga saat ini, proses penyidikan masih berlangsung dan belum ada putusan pengadilan yang menetapkan adanya kesalahan pihak mana pun.
(AK)
#Headline #Nasional #Jampidsus #Blackout