-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Pelajari Inovasi BUMNag Nagari Pauah: Peternakan Ayam Petelur Terintegrasi Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Nagari

Kamis, 16 Juli 2026 | Juli 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T15:29:59Z

Mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas Pelajari Inovasi BUMNag Nagari Pauah: Peternakan Ayam Petelur Terintegrasi Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Nagari



AK47, Pasaman  Komitmen dalam membangun kemandirian ekonomi desa terus diwujudkan oleh Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Nagari Pauah melalui pengembangan unit usaha peternakan ayam petelur yang dikelola secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi perhatian Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler II Universitas Andalas yang melakukan kunjungan lapangan guna mempelajari secara langsung sistem pengelolaan usaha, potensi ekonomi lokal, serta berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan kunjungan berlangsung dengan penuh antusias. Mahasiswa tidak hanya melihat aktivitas peternakan secara langsung, tetapi juga berdialog bersama pengelola mengenai perjalanan berdirinya usaha, tantangan yang dihadapi, hingga strategi pengembangan yang tengah dirancang. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang mempertemukan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat di tingkat nagari.


Direktur BUMNag Nagari Pauah, Bapak Yon Surada, menjelaskan bahwa unit usaha peternakan ayam petelur mulai dirintis pada akhir Agustus 2025 dengan populasi awal sebanyak 540 ekor ayam petelur. Pada masa awal operasional, kebutuhan pakan masih bergantung pada dukungan dana desa sebagai bentuk investasi awal dalam membangun usaha yang produktif dan berkelanjutan.


Namun, seiring meningkatnya produktivitas dan permintaan pasar, usaha tersebut berhasil menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Saat ini, seluruh kebutuhan operasional, khususnya biaya pembelian pakan, telah mampu dipenuhi secara mandiri melalui hasil penjualan telur. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa unit usaha BUMNag telah memasuki fase yang lebih mandiri dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk terus berkembang.


"Pada awal usaha kami masih mendapat dukungan dana desa untuk memenuhi kebutuhan pakan. Alhamdulillah, sekarang biaya pakan sudah dapat dipenuhi dari hasil penjualan telur sehingga usaha ini dapat berjalan secara mandiri," jelas Bapak Yon Surada.


Saat ini, peternakan ayam petelur BUMNag Nagari Pauah mampu menghasilkan sekitar 15 tray atau kurang lebih 450 butir telur setiap hari. Hasil produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Nagari Pauah sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.


Lebih dari sekadar menghasilkan telur, BUMNag Nagari Pauah juga menerapkan konsep usaha terintegrasi dengan mengombinasikan peternakan ayam petelur dan budidaya ikan lele. Konsep ini menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian mahasiswa KKN karena mengedepankan prinsip efisiensi dan keberlanjutan.


Melalui sistem tersebut, limbah organik yang dihasilkan dari peternakan ayam dimanfaatkan sebagai salah satu sumber nutrisi dalam budidaya ikan lele. Pendekatan ini mampu mengurangi limbah yang terbuang, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia, sekaligus menciptakan hubungan yang saling menguntungkan antarunit usaha.


Penerapan sistem integrasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pengelolaan usaha berbasis ekonomi sirkular dapat diterapkan di tingkat nagari. Selain memberikan nilai tambah secara ekonomi, sistem ini juga mendukung pelestarian lingkungan melalui pengurangan limbah serta meningkatkan efisiensi biaya produksi.


Di balik perkembangan yang telah dicapai, BUMNag Nagari Pauah masih menghadapi sejumlah tantangan yang perlu mendapat perhatian. Salah satu kendala utama adalah belum tersedianya teknologi untuk memproduksi pakan secara mandiri.


Menurut Bapak Yon Surada, keberadaan mesin penggilingan pakan menjadi kebutuhan penting agar BUMNag dapat memanfaatkan potensi jagung yang dibudidayakan masyarakat sebagai bahan baku utama pakan ayam. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus menciptakan keterkaitan ekonomi yang lebih kuat antara sektor pertanian dan peternakan di Nagari Pauah.


"Kendala yang kami hadapi saat ini adalah belum tersedianya teknologi untuk penggilingan pakan. Padahal, kami ingin memproduksi pakan sendiri dengan memanfaatkan jagung yang dibudidayakan masyarakat sebagai bahan baku utama, sehingga ke depan usaha ini bisa lebih mandiri," ujar Bapak Yon Surada.


Bagi mahasiswa KKN Reguler II Universitas Andalas, kunjungan ini memberikan pengalaman berharga mengenai pentingnya inovasi, kolaborasi, dan pengelolaan potensi lokal dalam membangun ekonomi masyarakat. Mereka memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan sebuah usaha desa tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh kemampuan mengelola sumber daya secara efektif, membangun sistem yang berkelanjutan, serta melibatkan masyarakat sebagai bagian dari proses pembangunan.


Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan potensi lokal di Nagari Pauah. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah nagari diharapkan terus terjalin sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mampu memperkuat kemandirian ekonomi nagari.


Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa BUMNag tidak hanya berperan sebagai lembaga usaha milik nagari, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal. Dengan semangat inovasi dan keberlanjutan, BUMNag Nagari Pauah menunjukkan bahwa desa memiliki peluang besar untuk tumbuh menjadi pusat ekonomi yang mandiri, tangguh, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


(*)


#Headline #UniversitasAndalas #Pendidikan

×
Berita Terbaru Update