-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perumda AM Kota Padang Minta Maaf kepada Pelanggan, Siapkan Revolusi Infrastruktur Air Bersih Hampir Rp1 Triliun

Kamis, 09 Juli 2026 | Juli 09, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T03:43:10Z

Perumda AM Kota Padang Minta Maaf kepada Pelanggan, Siapkan Revolusi Infrastruktur Air Bersih Hampir Rp1 Triliun



AK47, Padang Air keruh yang mengalir dari keran, distribusi yang sempat terhenti di sejumlah kawasan, hingga keluhan masyarakat yang terus berdatangan menjadi tantangan besar yang tengah dihadapi Perumda Air Minum (AM) Kota Padang. Di balik persoalan itu, tersimpan fakta bahwa salah satu tulang punggung sistem penyediaan air bersih Kota Padang, Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun, telah beroperasi sejak 1867 dan kini bekerja melampaui usia idealnya.


Di hadapan awak media, Direktur Utama Perumda AM Kota Padang Hendra Pebrizal menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak. Ia mengakui gangguan pelayanan yang terjadi bukanlah kondisi yang diinginkan, namun merupakan dampak dari bencana alam yang mengubah kualitas sumber air baku secara drastis serta keterbatasan infrastruktur yang sudah menua.


"Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang dirasakan. Air bersih adalah kebutuhan dasar masyarakat dan kami memahami setiap gangguan pasti berdampak terhadap aktivitas sehari-hari. Karena itu, seluruh jajaran Perumda bekerja tanpa mengenal waktu agar pelayanan dapat kembali normal secepat mungkin," ujar Hendra.


Menurutnya, perubahan kondisi Sungai Batang Kuranji pascabencana menyebabkan tingkat kekeruhan air meningkat tajam. Intake Kampung Koto yang menjadi salah satu sumber utama penyediaan air baku ikut terdampak, sehingga proses pengolahan air menjadi jauh lebih sulit dibandingkan kondisi normal.


Persoalan tersebut semakin berat karena IPA Gunung Pangilun yang selama ini melayani sekitar 50 ribu pelanggan merupakan instalasi yang dibangun lebih dari satu abad lalu. Meski kapasitasnya telah ditingkatkan dari sekitar 10 ribu menjadi 30 ribu, kemampuan instalasi tersebut tidak lagi mampu mengimbangi perubahan ekstrem kualitas air baku.


Menghadapi situasi itu, Perumda AM Kota Padang bergerak cepat melakukan rehabilitasi besar-besaran. Program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) yang berlangsung sejak Desember 2025 hingga akhir 2026 difokuskan pada perbaikan Intake Kampung Koto serta modernisasi IPA Gunung Pangilun.


Pekerjaan yang dilakukan meliputi penggantian sistem filtrasi, rehabilitasi 12 unit filter, peningkatan proses penjernihan air, hingga pembenahan instalasi pengolahan. Setiap filter membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 1–15 hari, sehingga selama proses berlangsung masyarakat masih berpotensi mengalami gangguan pelayanan maupun perubahan kualitas air.


Tak hanya itu, Pemerintah melalui dukungan Kementerian Pekerjaan Umum juga mengalokasikan anggaran sekitar Rp284 miliar untuk pembangunan peningkatan kapasitas IPA Palukahan beserta jaringan perpipaan sepanjang 19 kilometer dengan masa pekerjaan selama 22 bulan.


Sementara itu, rencana relokasi sekaligus pembangunan baru IPA Gunung Pangilun diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp400 miliar. Jika digabungkan dengan berbagai program rehabilitasi lainnya, kebutuhan investasi penguatan sistem penyediaan air bersih Kota Padang diperkirakan mendekati Rp1 triliun.


Hendra menegaskan bahwa proyek besar tersebut bukan sekadar memperbaiki kerusakan akibat bencana, melainkan menjadi momentum membangun sistem penyediaan air bersih yang lebih modern, tangguh, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.


"Kami tidak ingin hanya menyelesaikan persoalan hari ini. Yang kami bangun adalah fondasi pelayanan air bersih untuk puluhan tahun ke depan. Karena itu kami memohon dukungan dan kesabaran masyarakat selama proses pekerjaan berlangsung. Kami berkomitmen menghadirkan layanan yang semakin andal, berkualitas, dan layak dibanggakan masyarakat Kota Padang," tegas Hendra.


Sebagai bentuk pelayanan, Perumda juga menyiapkan mobil tangki untuk wilayah yang mengalami gangguan distribusi. Pasokan menuju kawasan Teluk Bayur dipastikan tetap aman karena didukung tiga sumber air berbeda. Masyarakat juga diimbau menampung air ketika distribusi normal sebagai langkah antisipasi selama proses rehabilitasi berlangsung.


Selain itu, seluruh keluhan pelanggan dapat disampaikan melalui call center maupun media sosial resmi Perumda agar dapat ditindaklanjuti secepat mungkin.


Di kesempatan yang sama, Direktur Teknik Perumda AM Kota Padang Andri Satria menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan sekadar memperbaiki jaringan, tetapi menghadapi perubahan karakteristik air baku akibat bencana.


"Sejak bencana terjadi, kualitas air baku mengalami perubahan yang sangat signifikan. Ketika tingkat kekeruhan meningkat berkali-kali lipat, sebagian instalasi pengolahan yang kami miliki memang tidak lagi mampu bekerja secara optimal. Inilah yang menyebabkan kapasitas produksi menurun dan memengaruhi kualitas pelayanan kepada pelanggan," jelas Andri.


Ia mengatakan tim teknis bekerja setiap hari membersihkan instalasi, mencuci jaringan perpipaan, melakukan perawatan filter, hingga memantau kualitas air secara berkelanjutan agar distribusi tetap berjalan.


Menurutnya, seluruh bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan air telah memenuhi standar keamanan, bersertifikat halal, dan digunakan sesuai dosis yang ditetapkan, sehingga aman bagi masyarakat.


"Kami memastikan kualitas air yang didistribusikan tetap memenuhi standar kesehatan sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan. Rumah sakit tetap menjadi prioritas utama apabila terjadi keterbatasan pasokan, karena pelayanan kesehatan tidak boleh terganggu. Kami juga terus mengembangkan kawasan air siap minum, salah satunya di Lubuk Minturun, sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat," katanya.


Andri mengakui proses rehabilitasi di IPA Gunung Pangilun terkadang menyebabkan air terlihat sedikit keruh. Namun, hal itu merupakan konsekuensi teknis dari pekerjaan yang sedang dilakukan agar sistem pengolahan dapat kembali bekerja secara maksimal.


Di tengah berbagai tantangan tersebut, Perumda AM Kota Padang memastikan seluruh proyek rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur akan terus dikebut hingga target penyelesaian pada akhir 2026. Harapannya, Kota Padang akan memiliki sistem penyediaan air bersih yang lebih modern, lebih tangguh menghadapi bencana, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat selama puluhan tahun mendatang.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah #Headline

×
Berita Terbaru Update