
Bangun Kedekatan dan Pola Hidup Bersih, Mahasiswa Gelar Program "Boba Ceria" di Nagari Muaro Sungai Lolo
AK47, Sumatera Barat – Semangat pengabdian kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa melalui berbagai program edukatif yang menyentuh langsung kehidupan warga. Berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026, mahasiswa pengabdi menggelar serangkaian kegiatan bertema kesehatan, kebersamaan, dan pembinaan karakter di dua wilayah, yakni Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo, Nagari Muaro Sungai Lolo.
Rangkaian kegiatan yang dikemas secara interaktif tersebut tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dengan masyarakat, khususnya anak-anak. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hingga malam hari, ketika setiap agenda berlangsung dalam suasana penuh keakraban, semangat, dan keceriaan.
Kegiatan diawali sejak pagi di kawasan Loss Pasar Baru yang menjadi titik berkumpul mahasiswa, panitia, serta anak-anak dari kedua jorong. Agenda pembuka berupa senam pagi bersama berlangsung meriah. Iringan musik yang membangkitkan semangat dipadukan dengan gerakan senam yang mudah diikuti membuat seluruh peserta larut dalam suasana gembira.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, senam pagi menjadi media untuk menanamkan pentingnya menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik yang rutin. Mahasiswa juga memanfaatkan momen tersebut untuk mencairkan suasana, membangun komunikasi yang hangat, sekaligus menghilangkan sekat antara peserta pengabdian dengan masyarakat setempat.
Memasuki siang hari, kegiatan berlanjut dengan program unggulan bertajuk "Boba Ceria (Cuci Tangan Ria)". Program ini merupakan inovasi edukasi yang memadukan pembelajaran mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan aktivitas kreatif membuat minuman boba sederhana bersama anak-anak.
Konsep yang diusung sengaja dibuat menyenangkan agar pesan kesehatan dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak. Sebelum memulai praktik membuat minuman, mahasiswa terlebih dahulu memberikan edukasi mengenai pentingnya mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebagai langkah sederhana untuk mencegah penyebaran penyakit.
Materi disampaikan secara komunikatif melalui lagu cuci tangan yang mengajak anak-anak mengikuti setiap gerakan dengan penuh semangat. Metode belajar sambil bernyanyi tersebut membuat suasana menjadi hidup sekaligus membantu peserta mengingat tahapan mencuci tangan yang benar.
Tak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa kemudian mengajak seluruh peserta mempraktikkan langsung enam langkah mencuci tangan dengan benar. Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap arahan hingga tangan mereka benar-benar bersih sebelum memulai aktivitas berikutnya.
Setelah seluruh peserta menerapkan kebiasaan hidup bersih, kegiatan dilanjutkan dengan membuat minuman boba secara berkelompok. Anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil sehingga mereka dapat belajar bekerja sama, saling berbagi tugas, dan berkomunikasi dengan teman-temannya.
Suasana penuh canda dan tawa mewarnai proses pembuatan boba. Mahasiswa mendampingi setiap kelompok, mulai dari menyiapkan bahan, mengolah minuman, hingga menyajikannya. Kegiatan sederhana tersebut menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan anak-anak, sekaligus menanamkan bahwa menjaga kebersihan merupakan bagian penting sebelum mengolah maupun mengonsumsi makanan.
Melalui program "Boba Ceria", mahasiswa berharap kebiasaan mencuci tangan tidak berhenti sebagai aktivitas selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat menjadi budaya sehari-hari yang terus diterapkan di rumah maupun di lingkungan sekolah.
Menjelang malam, semangat kebersamaan kembali berlanjut melalui kegiatan "Ekspand Mengaji" yang dilaksanakan selepas Salat Maghrib di tempat pengajian Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo.
Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada kesehatan fisik, sesi malam diarahkan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter anak. Mahasiswa membuka kegiatan dengan menyampaikan kisah-kisah para nabi melalui metode storytelling yang komunikatif dan menarik perhatian peserta.
Dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, kisah-kisah tersebut sarat akan pesan tentang kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap cerita yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya aktif menjawab pertanyaan dan berdiskusi mengenai hikmah dari kisah tersebut.
Setelah sesi bercerita selesai, kegiatan dilanjutkan dengan membaca Al-Qur'an dan mengaji bersama. Mahasiswa mendampingi anak-anak dalam membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga waktu Salat Isya tiba. Suasana hangat, tenang, dan penuh kekeluargaan menjadi penutup yang indah dari rangkaian aktivitas hari itu.
Pelaksanaan berbagai program di Jorong Muaro dan Jorong Sungai Lolo menjadi bukti nyata bahwa pengabdian mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja semata, tetapi juga membangun hubungan sosial yang erat dengan masyarakat.
Melalui perpaduan edukasi kesehatan, aktivitas kreatif, olahraga bersama, hingga pembinaan keagamaan, mahasiswa berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran mereka di tengah warga diharapkan mampu meninggalkan kebiasaan positif yang terus tumbuh, mulai dari penerapan pola hidup bersih dan sehat, meningkatnya kepedulian terhadap kesehatan, hingga semakin kuatnya nilai kebersamaan dan karakter religius pada generasi muda di Nagari Muaro Sungai Lolo.
Program ini menjadi cerminan bahwa pengabdian kepada masyarakat akan memberikan dampak yang lebih luas ketika dilaksanakan dengan pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dari senam pagi yang penuh semangat, edukasi "Boba Ceria" yang sarat makna, hingga "Ekspand Mengaji" yang menenangkan jiwa, seluruh rangkaian kegiatan berhasil menghadirkan senyum, ilmu, dan harapan bagi anak-anak serta masyarakat Nagari Muaro Sungai Lolo.
(AK)
#UniversitasAndalas #Pendidikan #Headline #SumateraBarat