-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Setetes Harapan dari Dramaga: Ketika Teknologi Mengalirkan Air Bersih dan Masa Depan yang Lebih Baik

Sabtu, 30 Mei 2026 | Mei 30, 2026 WIB Last Updated 2026-05-31T05:39:07Z

Setetes Harapan dari Dramaga: Ketika Teknologi Mengalirkan Air Bersih dan Masa Depan yang Lebih Baik



AK47, Bogor — Bagi sebagian orang, membuka keran dan mendapatkan air bersih adalah hal yang biasa. Namun bagi banyak masyarakat di berbagai pelosok Indonesia, air bersih masih menjadi kemewahan yang harus diperjuangkan setiap hari.


Di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, persoalan kualitas air selama ini menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat. Air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari tidak selalu memenuhi standar kesehatan. Kandungan besi yang tinggi, tingkat kekeruhan, hingga kualitas air yang kurang layak menjadi persoalan yang berpotensi memengaruhi kesehatan warga dalam jangka panjang.


Di tengah tantangan tersebut, secercah harapan hadir melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat. Pada 29 Mei 2026, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi PLN (ITPLN) meresmikan sekaligus menyerahkan sistem pengolahan air bersih di Sarana MCK Desa Dramaga.


Namun lebih dari sekadar menyerahkan sebuah alat, program ini sesungguhnya menghadirkan sesuatu yang jauh lebih penting: pengetahuan, kemandirian, dan harapan akan kehidupan yang lebih sehat.


Air Bersih, Hak Dasar yang Masih Menjadi Tantangan


Air adalah sumber kehidupan. Hampir seluruh aktivitas manusia bergantung padanya, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga menjaga kesehatan keluarga. Ironisnya, di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, masih banyak masyarakat yang harus berjuang mendapatkan air yang benar-benar layak digunakan.


Persoalan kualitas air sering kali tidak terlihat oleh mata. Air yang tampak jernih belum tentu aman. Kandungan zat besi (Fe) yang tinggi dapat meninggalkan noda dan bau yang mengganggu. Kekeruhan bisa menjadi indikasi adanya partikel yang tidak diinginkan. Sementara tingkat keasaman atau pH yang tidak sesuai dapat memengaruhi kesehatan jika digunakan dalam jangka panjang.


Kesadaran inilah yang mendorong FTIK Institut Teknologi PLN untuk turun langsung ke masyarakat.


Bagi perguruan tinggi, pengabdian bukan hanya kewajiban akademik. Ia adalah cara menghadirkan ilmu pengetahuan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.


Ketika Kampus Tidak Hanya Mengajar, Tetapi Juga Menghadirkan Solusi


Pagi itu, suasana Sarana MCK Desa Dramaga tampak berbeda. Warga berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu. Mereka tidak hanya datang untuk menghadiri seremoni, tetapi juga ingin memahami bagaimana teknologi dapat membantu menyelesaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi.


Perwakilan FTIK Institut Teknologi PLN, Ir. Desi Putri, S.T., M.Eng, menjelaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.


“Program ini tidak hanya memberikan solusi teknis, tetapi juga edukasi kepada masyarakat agar mampu mengelola dan menjaga kualitas air secara mandiri. Kami berharap teknologi yang diterapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.


Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah fasilitas, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.


Teknologi yang Dekat dengan Masyarakat


Berbagai teknologi canggih sering kali terdengar rumit bagi masyarakat. Karena itu, tim FTIK ITPLN merancang sistem pengolahan air yang tidak hanya efektif, tetapi juga mudah dipahami dan dioperasikan oleh warga.


Instalasi yang dibangun memadukan beberapa teknologi pengolahan air dalam satu sistem terpadu.


Tahap pertama menggunakan filtrasi pasir yang berfungsi menyaring partikel-partikel kasar penyebab kekeruhan. Selanjutnya air dialirkan ke karbon aktif yang membantu menghilangkan bau, warna, dan berbagai zat organik yang tidak diinginkan.


Proses berikutnya menggunakan membran PVDF (Polyvinylidene Fluoride), teknologi penyaringan modern yang mampu menyaring partikel-partikel berukuran sangat kecil. Sebagai tahap akhir, air melewati sistem desinfeksi sinar ultraviolet (UV) yang berfungsi menonaktifkan berbagai mikroorganisme berbahaya tanpa tambahan bahan kimia.


Teknologi yang digunakan mungkin terdengar kompleks. Namun dalam praktiknya, sistem ini dirancang agar mudah dijalankan oleh masyarakat.


Inilah esensi teknologi tepat guna: canggih dalam fungsi, sederhana dalam penerapan.


Belajar Menjaga Air, Menjaga Kehidupan


Salah satu bagian terpenting dari kegiatan ini justru bukan saat alat dinyalakan, melainkan ketika proses edukasi berlangsung.


Tim FTIK memberikan penyuluhan kepada warga mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan sanitasi lingkungan. Diskusi berlangsung interaktif. Warga bertanya mengenai penyebab perubahan warna air, cara merawat alat, hingga langkah yang harus dilakukan apabila kualitas air kembali menurun.


Antusiasme tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan fasilitas, tetapi juga akses terhadap pengetahuan.


Karena pada akhirnya, keberlanjutan sebuah program sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat itu sendiri.


Untuk mendukung hal tersebut, tim juga menyerahkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dapat digunakan sebagai panduan pengoperasian dan perawatan sistem secara mandiri.


Dari Desa Dramaga untuk Agenda Pembangunan Dunia


Di balik program sederhana ini, terdapat makna yang lebih luas.


Anggota tim PkM, Ir. Rachmad Ardhianto, S.T., M.T, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.


Khususnya pada tujuan ke-6, yaitu menjamin ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak bagi semua.


“Penerapan teknologi tepat guna tidak hanya menyelesaikan permasalahan lokal, tetapi juga sejalan dengan agenda pembangunan global,” ujarnya.


Pernyataan tersebut mengingatkan bahwa setiap upaya kecil yang dilakukan di tingkat desa sesungguhnya memiliki hubungan dengan tantangan global yang dihadapi dunia saat ini.


Ketika Harapan Mengalir Bersama Air Bersih


Momen paling mengharukan terjadi ketika instalasi pengolahan air secara resmi diserahkan kepada masyarakat.


Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah alat.


Namun bagi warga Desa Dramaga, alat tersebut adalah simbol perubahan. Simbol bahwa kebutuhan dasar yang selama ini menjadi persoalan kini mulai menemukan jalan keluarnya.


Mewakili pemerintah desa, Ketua RW 03 Haerul Patah menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada Institut Teknologi PLN.


“Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan pendampingan dari Institut Teknologi PLN. Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami, terutama dalam meningkatkan akses air bersih yang layak. Harapan kami, masyarakat dapat menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini dengan baik untuk keberlanjutan bersama,” katanya.


Ucapan tersebut menggambarkan harapan besar masyarakat agar manfaat program ini dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Lebih dari Sekadar Pengabdian


Pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Desa Dramaga merupakan hasil kerja kolaboratif dua tim Pengabdian kepada Masyarakat FTIK Institut Teknologi PLN yang melibatkan para dosen dari berbagai disiplin ilmu.


Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat.


Di tengah berbagai persoalan lingkungan dan kebutuhan dasar yang masih dihadapi banyak daerah, kisah dari Desa Dramaga menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari proyek besar bernilai miliaran rupiah.


Kadang, perubahan berawal dari sesuatu yang sangat sederhana.

Dari setetes air yang lebih bersih.

Dari ilmu yang dibagikan dengan tulus.

Dan dari kepedulian yang mengalir tanpa henti untuk masa depan yang lebih baik.


(AK)


#Nasional #Edukasi #Headline

×
Berita Terbaru Update