
Rehabilitasi IPA Gunung Pangilun Dipercepat, Perumda Air Minum Padang Ungkap Penyebab Air Keruh di Sejumlah Wilayah
AK47, Padang - Warga Kota Padang belakangan ini mengeluhkan kondisi distribusi air yang terkadang keruh hingga debit yang mengecil di sejumlah kawasan pelayanan. Di balik kondisi tersebut, ternyata tengah berlangsung proyek rehabilitasi besar pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun yang menjadi salah satu tulang punggung suplai air bersih Kota Padang.
Perbaikan instalasi strategis tersebut saat ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari program rehabilitasi infrastruktur air minum pascabencana sekaligus optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Padang.
Proyek ini bukan pekerjaan biasa. Rehabilitasi dilakukan menyeluruh pada tiga komponen vital pengolahan air, yakni unit prasedimentasi, accelerator, dan filtrasi bagian utama yang menentukan kualitas kejernihan dan kapasitas produksi air sebelum dialirkan ke rumah-rumah pelanggan.
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa proses rehabilitasi tersebut memang berdampak langsung terhadap kualitas dan kuantitas air yang didistribusikan selama pekerjaan berlangsung.
“Pekerjaan ini menyasar jantung sistem pengolahan air di IPA Gunung Pangilun. Karena itu, selama proses rehabilitasi berlangsung tentu ada penyesuaian operasional yang berdampak terhadap distribusi air ke pelanggan. Inilah yang menyebabkan di beberapa wilayah terkadang masih ditemukan air keruh maupun tekanan air yang menurun,” ujar Adhie Zein kepada Aksara47.com, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada optimalisasi waktu detensi air, sistem pengurasan lumpur yang lebih efektif, hingga pembenahan media filtrasi agar proses penyaringan berjalan maksimal. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih Kota Padang dalam jangka panjang.
Dari total 12 unit filter yang ada di IPA Gunung Pangilun, saat ini enam filter telah selesai diperbaiki. Dua filter lainnya masih dalam tahap pengerjaan, sementara empat filter sisanya akan dilanjutkan secara bertahap hingga kuartal IV tahun 2026.
Meski pekerjaan dilakukan bertahap, dampaknya cukup terasa terhadap kapasitas produksi air. Sebab, selama proses rehabilitasi berlangsung, sebagian unit pengolahan harus dihentikan sementara untuk pengerjaan teknis.
Namun demikian, Adhie memastikan percepatan pekerjaan terus dilakukan oleh Kementerian PU agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali normal.
“Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Tetapi ini adalah proses penting untuk menghadirkan sistem pengolahan air yang lebih modern, lebih stabil, dan lebih maksimal. Kami mengapresiasi langkah percepatan yang dilakukan Kementerian PU karena manfaat besar dari proyek ini nantinya akan dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Padang,” tegasnya.
Menurut Adhie, rehabilitasi IPA Gunung Pangilun menjadi momentum pembenahan besar infrastruktur air minum Kota Padang. Setelah seluruh pekerjaan rampung, kapasitas produksi dan kualitas distribusi air diyakini akan jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
“Ini bukan sekadar perbaikan biasa, tetapi investasi jangka panjang untuk pelayanan air bersih masyarakat. Setelah seluruh filter dan sistem pengolahan selesai direhabilitasi, kualitas air akan lebih optimal, debit distribusi lebih stabil, dan pelayanan kepada pelanggan akan semakin maksimal,” katanya.
Perumda Air Minum Kota Padang juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air seperlunya selama masa pengerjaan berlangsung serta menyiapkan cadangan air pada jam-jam distribusi normal.
Di tengah proses rehabilitasi yang masih berjalan, Perumda berharap masyarakat dapat memahami bahwa ketidaknyamanan sementara ini merupakan bagian dari upaya besar menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik, lebih sehat, dan lebih andal untuk Kota Padang di masa depan.
(AK)
#Headline #PerumdaAirMinum #Padang #Daerah