Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KABAR PANAS: KABAIS TNI MUNDUR DI TENGAH SKANDAL TEROR AIR KERAS ADA APA DI BALIK RANTAI KOMANDO?

Rabu, 25 Maret 2026 | Maret 25, 2026 WIB Last Updated 2026-03-25T14:28:15Z

 Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, saat menggelar konferensi pers di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (25/3/2026).



AK47, Jakarta - Langkah mengejutkan datang dari pucuk intelijen militer. Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Yudi Abrimantyo, dikabarkan mengundurkan diri di tengah badai skandal teror penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus.


Pengunduran diri ini bukan sekadar pergantian jabatan biasa melainkan sinyal kuat bahwa ada tekanan besar yang tak lagi bisa dibendung di dalam tubuh institusi.


Kasus ini sendiri telah mengguncang publik sejak awal. Serangan brutal menggunakan air keras terhadap Andrie Yunus memicu kemarahan luas, terutama karena korban dikenal vokal dalam mengungkap dugaan pelanggaran HAM. Serangan tersebut kini tak lagi dilihat sebagai kriminalitas biasa, melainkan diduga sebagai bentuk teror terstruktur.


Yang membuat situasi semakin panas: empat prajurit TNI telah diamankan oleh Pusat Polisi Militer. Mereka berasal dari lingkungan Detasemen Markas BAIS unit yang seharusnya berada di jantung operasi intelijen, bukan dalam pusaran aksi kekerasan terhadap sipil.


Pertanyaan besar pun mengemuka:
Apakah ini aksi oknum… atau bagian dari sesuatu yang lebih besar?


Kapuspen TNI, Aulia Dwi Nasrullah, menyatakan bahwa penyelidikan akan berjalan profesional dan transparan. Namun publik tampaknya tidak lagi puas dengan jawaban normatif. Desakan kini mengarah lebih tinggi: membongkar kemungkinan adanya perintah dari atas.


Desakan dari masyarakat sipil, termasuk KontraS, semakin keras. Mereka menuntut agar penyelidikan tidak berhenti pada pelaku lapangan, melainkan menelusuri rantai komando hingga ke aktor intelektual siapa yang memerintah, siapa yang mengetahui, dan siapa yang membiarkan.


Pengunduran diri Yudi Abrimantyo pun dibaca dalam dua perspektif:
apakah ini bentuk tanggung jawab moral… atau langkah taktis untuk meredam tekanan publik?


Di tengah minimnya penjelasan resmi dari Mabes TNI terkait detail pengunduran diri maupun siapa pengganti Kabais, ruang spekulasi semakin melebar.


Satu hal yang pasti:


kasus ini telah berubah dari sekadar tindak kekerasan menjadi ujian serius bagi transparansi, akuntabilitas, dan komitmen negara dalam melindungi kebebasan sipil.


Dan publik kini menunggu 
apakah kebenaran akan dibuka… atau kembali dikubur dalam sunyi?


(AK)


#TNI #Militer #Nasional #KontraS 

×
Berita Terbaru Update