
Viral, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo sedang video call (VC) dengan seorang pekerja ladies companion (LC). (Tiktok @masrio.bupatiku)
AK47, Situbondo - Nama Yusuf Rio Prayogo benar-benar sedang “dibakar” sorotan publik. Video call (VC) dirinya dengan seorang ladies companion (LC) viral dan memicu gelombang reaksi keras di media sosial.
Dalam video yang beredar dari akun TikTok @masrio.bupatiku, percakapan itu membuka sisi yang jarang tersentuh: puluhan perempuan mayoritas janda yang menggantungkan hidup dari dunia hiburan malam di Situbondo.
“Pak, kami sudah tidak kerja. Kafe ditutup. Kami hidup dari mana?” tanya sang LC, blak-blakan.
Pertanyaan itu bukan sekadar curhat—itu realita pahit.
Namun jawaban Bupati Rio justru tak memberi harapan untuk “balik buka”. Ia malah melontarkan pernyataan tegas yang kini jadi bahan perdebatan:
“Berhenti saja dari pekerjaan itu. Kumpulkan semua LC, saya carikan kerja yang layak.”
Pernyataan ini langsung memecah opini publik.
Di satu sisi, langkah itu dianggap berani bahkan “bersih-bersih” dunia malam dengan pendekatan sosial. Tapi di sisi lain, muncul pertanyaan tajam: semudah itu kah mengganti sumber penghidupan puluhan orang?
Fakta yang bikin publik makin terhenyak: jumlah LC disebut lebih dari 50 orang, dan semuanya janda.
Ini bukan angka kecil. Ini potret sosial.
Bupati pun berjanji bukan cuma memberi pekerjaan, tapi juga pelatihan. Namun ia memberi syarat keras:
“Kalau sudah dibantu, jangan kembali lagi ke pekerjaan lama.”
Janji pun dilontarkan pihak LC: siap berubah.
Tapi publik belum tentu percaya semudah itu.
Apakah ini solusi nyata atau sekadar janji manis di tengah kamera yang menyala?
Apakah para LC benar-benar akan “diselamatkan”, atau justru ditinggalkan setelah viral mereda?
Satu hal yang pasti video ini bukan cuma soal VC biasa. Ini membuka borok sosial yang selama ini tersembunyi, dan kini dipertontonkan ke seluruh negeri.
Dan sekarang, publik menunggu:
aksi nyata… atau sekadar sensasi?
(B1)
#Daerah #LC #Viral #Headline