Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Teror di Langit Papua: Pilot Smart Air Dieksekusi Usai Pesawat Dihujani Peluru di Korowai

Rabu, 11 Februari 2026 | Februari 11, 2026 WIB Last Updated 2026-02-12T06:30:15Z

Teror di Langit Papua: Pilot Smart Air Dieksekusi Usai Pesawat Dihujani Peluru di Korowai



AK47, Korowai - Papua kembali berdarah. Kali ini bukan di jalan kampung atau pos keamanan, melainkan di ujung landasan bandara perintis, tempat harapan warga pedalaman bergantung. Dua awak pesawat sipil Smart Air pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro tewas ditembak secara brutal setelah pesawat yang mereka kemudikan diserang kelompok bersenjata sesaat usai mendarat di Bandara Korowai Batu.


Aparat keamanan menduga kuat aksi ini bukan kejahatan biasa. Penyerangan tersebut mengarah pada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dikenal paling kejam di wilayah Papua Pegunungan, yakni Batalion Kanibal dan Batalion Semut Merah, yang disebut berada di bawah pimpinan Elkius Kobak.


Pesawat Sipil Dijadikan Sasaran: Garis Merah yang Dilanggar


Pesawat Smart Air PK-SNR lepas landas dari Bandara Tanah Merah pukul 10.38 WIT. Penerbangan ini bukan penerbangan mewah—melainkan jalur hidup masyarakat pedalaman. Membawa warga sipil, kebutuhan pokok, dan harapan.


Namun pada pukul 11.05 WIT, harapan itu runtuh.


Baru beberapa saat mendarat di Bandara Korowai Batu, rentetan tembakan menghantam pesawat. Tidak ada peringatan. Tidak ada negosiasi. Hanya teror.


Penumpang, pilot, dan kopilot panik. Dalam kondisi tanpa perlindungan dan minim pengamanan bandara, mereka berhamburan menyelamatkan diri ke hutan sekitar landasan. Tiga belas penumpang berhasil lolos. Namun tidak dengan dua awak pesawat.


Dikejar, Ditangkap, Dihabisi


Fakta paling mengerikan terungkap dari keterangan kepolisian.


Pilot dan kopilot sempat bersembunyi di hutan. Namun kelompok bersenjata memburu mereka. Keduanya tertangkap, dipaksa keluar dari tempat persembunyian, lalu digiring kembali ke area lapangan terbang tempat pesawat mereka masih teronggok.


Di sanalah, di hadapan sunyi pedalaman, keduanya dieksekusi.


Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra menegaskan, tidak ada perlawanan. Tidak ada kesempatan menyelamatkan diri. Pilot dan kopilot tewas di lokasi.


Ini bukan sekadar penembakan. Ini adalah pembunuhan terencana terhadap penerbangan sipil.


Jejak KKB Elkius Kobak Menguat


Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menyatakan bahwa wilayah Korowai Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Yahukimo basis kuat kelompok KKB yang dipimpin Elkius Kobak.


Kelompok ini dikenal agresif, bergerak cepat, dan memanfaatkan medan ekstrem Papua sebagai tameng alami. Nama Batalion Kanibal bukan sekadar julukan melainkan simbol ketakutan yang sudah lama menghantui warga dan aparat.


“Situasi saat ini masih kami kuasai. Aparat gabungan diterjunkan untuk memburu pelaku dan memastikan Korowai kembali aman,” tegas Faizal.


Sebanyak 20 personel Ops Damai Cartenz diturunkan ke lokasi, diperkuat 12 personel Kopasgat TNI AU, serta koordinasi lanjutan dengan TNI AD untuk pengamanan menyeluruh.


Bandara Perintis: Jalur Hidup yang Kini Jadi Target


Bandara Korowai Batu bukan fasilitas strategis militer. Ia adalah urat nadi masyarakat. Tempat pesawat kecil membawa logistik, tenaga kesehatan, guru, dan warga sipil.

Serangan ini menandai eskalasi serius:
Pesawat sipil dijadikan target langsung
Bandara perintis tidak lagi aman
Transportasi udara Papua berada dalam ancaman nyata


Jika bandara perintis lumpuh, maka isolasi total menanti ribuan warga pedalaman.


Korban Jiwa dan Warga Selamat

Korban tewas:

  • Egon Irawan – Pilot
  • Baskoro – Kopilot

Penumpang selamat:

  1. Yance Bemanop
  2. Limu Gurik
  3. Yanduk Kogoya
  4. Turis Magai
  5. Emira Wonda
  6. Anak Kimis
  7. Dualima Kogoya
  8. Imantinus Kahipka
  9. Irvan Kahipka
  10. Samuel Jitmau
  11. Pania Mialka
  12. Topius Kogoya
  13. Tialongga Kogoya

Mereka selamat, tetapi trauma akan membekas lama.


Negara Diuji di Ujung Negeri


Pesawat Smart Air hingga kini masih berada di landasan Bandara Korowai Batu diam, rusak, dan menjadi simbol rapuhnya keamanan sipil di wilayah konflik.


Peristiwa ini bukan sekadar insiden kriminal. Ini adalah tantangan terbuka terhadap negara, terhadap keselamatan penerbangan, dan terhadap hak warga pedalaman untuk hidup aman.


Papua kembali bertanya:
Berapa banyak nyawa lagi yang harus jatuh sebelum teror benar-benar dihentikan?


(AK)


#Penembakan #Peristiwa #KKB

×
Berita Terbaru Update