![]() |
| Ilustrasi sabu- Sabu (Istimewa) |
AK47, ACEH – Malam gelap di jalur lintas Sumatra berubah menjadi mimpi buruk bagi jaringan narkoba Aceh. Operasi senyap Badan Narkotika Nasional (BNN) sukses mematahkan peredaran narkotika skala besar yang selama ini mengalir rapi dan nyaris tak tersentuh hukum. Dalam dua pengungkapan besar, aparat menyita 160 kilogram sabu dan 200 kilogram ganja, angka yang mencerminkan betapa masifnya bisnis haram ini.
Pengungkapan ini bukan sekadar penangkapan kurir. Ini adalah pukulan telak terhadap jaringan terorganisir lintas provinsi dan lintas negara, yang selama ini menjadikan Aceh sebagai salah satu pintu masuk narkotika ke Indonesia.
Plt Deputi Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, menegaskan bahwa operasi ini merupakan hasil kerja intelijen panjang yang menyasar jalur distribusi utama jaringan Aceh.
Dicegat di Tengah Malam, 100 Kg Sabu Terbongkar di Bagasi Mobil
Operasi pertama berlangsung dramatis. Sabtu malam, 24 Januari 2026, pukul 22.45 WIB, di Jalan Lintas Medan–Banda Aceh, Desa Seuneubok Dalam, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur. Sebuah mobil yang melaju mencurigakan dihentikan aparat.
Di balik kemudi, seorang pria berinisial MAZ tampak tak berkutik. Pemeriksaan cepat berubah menjadi pengungkapan besar. Di dalam bagasi mobil, petugas menemukan lima karung plastik kuning. Isinya mencengangkan: 100 bungkus sabu, berat bruto sekitar 100 kilogram.
“Ini bukan pengiriman kecil. Ini pasokan besar yang siap diedarkan,” ungkap Brigjen Roy.
MAZ mengaku hanyalah pion. Ia diperintah oleh IB, sosok misterius yang kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) dan diduga kuat sebagai pengendali lapangan jaringan Aceh.
Dibongkar Berlapis, Tambahan 60 Kg Sabu Diamankan
BNN tak memberi ruang bernapas. Dari hasil interogasi dan analisis komunikasi, aparat bergerak cepat. Bersama BNN Provinsi Aceh, Polda Aceh, dan Bea Cukai, petugas kembali menghantam jaringan ini di Peureulak Timur.
Seorang pria berinisial B diamankan. Dari tangannya, aparat menyita sekitar 60 kilogram sabu tambahan. Total sabu yang berhasil digagalkan dari jaringan ini mencapai 160 kilogram.
Selain narkotika, petugas menyita satu unit mobil dan dua telepon genggam yang menjadi kunci komunikasi antaranggota jaringan.
“Jaringan ini bukan jaringan lokal biasa. Mereka terhubung dengan supplier dari Malaysia dan kuat dugaan memiliki keterkaitan dengan produsen narkotika di kawasan Golden Triangle,” tegas Roy.
Pernyataan ini mengindikasikan satu hal: Aceh kembali dijadikan simpul penting sindikat narkoba internasional.
200 Kg Ganja Meluncur, Gagal Total di Langkat
Sementara itu, di jalur lain, upaya penyelundupan ganja skala besar juga dipatahkan. Tiga pria DJS, YH, dan AS ditangkap di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Mereka menggunakan dua mobil untuk mengangkut ganja. Namun skema itu runtuh total. Dari kendaraan tersebut, petugas menemukan delapan karung besar berisi 148 bungkus ganja, dibalut lakban cokelat, dengan berat mencapai 200 kilogram.
Selain ganja, aparat juga mengamankan dua unit mobil dan tiga telepon genggam, yang kini menjadi alat bukti penting untuk menelusuri jalur distribusi dan aktor di balik layar.
Terancam Hukuman Mati, BNN Buru Otak Besar Jaringan
Seluruh tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana seumur hidup hingga hukuman mati.
Namun BNN menegaskan, ini belum akhir. Aparat kini memburu otak besar jaringan, pengendali lintas wilayah, serta aliran dana hasil kejahatan narkotika.
“Perang melawan narkoba tidak boleh setengah-setengah. Kami akan terus menekan, membongkar, dan menghancurkan jaringan ini sampai ke akar,” tegas Roy.
Peringatan Keras untuk Sindikat Narkoba
Pengungkapan ini menjadi peringatan keras bagi sindikat narkoba: jalur Aceh dan lintas Sumatra bukan lagi zona aman. Negara hadir, mengawasi, dan siap menghantam siapa pun yang mencoba merusak masa depan bangsa melalui narkotika.
Di balik angka ratusan kilogram itu, tersimpan satu fakta pahit: jika lolos, narkotika ini bisa menghancurkan ratusan ribu generasi muda. Dan kali ini, negara berhasil menghentikannya tepat di jalur.
(AK)
#BNN #Narkoba #Sabu #GanjaKering
