
Dicecar Soal Skripsi hingga Detail Kuliah, Jokowi Jalani Pemeriksaan 2,5 Jam di Tengah Polemik Ijazah Palsu
AK47, Solo - Polemik tudingan ijazah palsu terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali memasuki babak serius. Rabu (11/2/2026), Jokowi menjalani pemeriksaan hampir 2,5 jam di Mapolresta Solo sebuah proses hukum yang memperlihatkan bahwa isu lama ini belum benar-benar padam.
Datang sekitar pukul 16.00 WIB dengan didampingi tim kuasa hukum, Jokowi memasuki ruang pemeriksaan tanpa banyak komentar. Di luar gedung, perhatian publik tertuju pada satu pertanyaan besar: sejauh mana tudingan ini akan berkembang?
10 Pertanyaan, Tapi Dikuliti Hingga Detail
Kuasa hukum Jokowi, Yakup Hasibuan, mengungkapkan bahwa penyidik melontarkan sekitar 10 pertanyaan inti. Namun jumlah itu bukan angka sederhana.
Setiap pertanyaan, kata Yakup, dikembangkan menjadi sub-sub pertanyaan yang mendalam, membuat pemeriksaan berlangsung cukup panjang.
“Sepuluh pertanyaan, tapi pengembangannya cukup banyak. Hampir 2,5 jam,” ujarnya.
Artinya, pemeriksaan bukan sekadar formalitas. Penyidik menggali detail demi detail untuk memperkuat konstruksi perkara sebelum berkas dilimpahkan ke kejaksaan.
Fokus: Masa Kuliah dan Skripsi di UGM
Yang menarik, sebagian besar pertanyaan justru menyentuh hal yang sangat spesifik: proses perkuliahan Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Mulai dari dinamika akademik, aktivitas selama menjadi mahasiswa, hingga proses penyusunan skripsi semuanya dikupas.
Yakup bahkan menyebut bahwa Jokowi diminta menjelaskan alur pembuatan skripsinya secara runtut.
“Prosesnya bagaimana dulu, alurnya seperti apa, itu dijelaskan,” katanya.
Detail semacam ini menunjukkan bahwa penyidik tidak berhenti pada dokumen administratif, tetapi mencoba menggali narasi akademik secara menyeluruh.
Jokowi Minim Bicara
Usai pemeriksaan, Jokowi hanya memberi pernyataan singkat. Ia menyebut agenda tersebut sebagai pemeriksaan tambahan dan menyerahkan penjelasan teknis kepada kuasa hukum.
Tanpa banyak gestur, ia berjalan menuju Toyota Alphard hitam dan meninggalkan lokasi dengan kepala sedikit tertunduk.
Sikapnya yang singkat dan tertutup justru memperkuat kesan bahwa perkara ini bukan isu sepele.
Bukan Sekadar Isu Lama
Kasus ini bermula dari tudingan ijazah palsu yang beredar dan dianggap mencemarkan nama baik. Jokowi memilih jalur hukum untuk menanggapi tuduhan tersebut.
Namun fakta bahwa pemeriksaan tambahan masih terus dilakukan menunjukkan proses hukum berjalan serius dan belum memasuki tahap akhir.
Di tengah suhu politik yang belum sepenuhnya dingin pasca masa jabatannya, isu ini kembali menyita perhatian publik. Bagi sebagian pihak, ini soal reputasi. Bagi sebagian lain, ini soal pembuktian hukum yang harus terang-benderang.
Yang jelas, pemeriksaan 2,5 jam ini menandai satu hal: polemik ijazah Jokowi kini berada di meja penyidik, dan akan diuji bukan lagi di ruang opini, tetapi di ruang hukum.
(AK)
#IjazahJokowi #Hukum