Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Ledakan Konflik di Jantung Proyek Nikel IPIP Kolaka: 3 TKA China Dijebloskan ke Tahanan, Persoalan Gaji Jadi Bom Waktu

Kamis, 29 Januari 2026 | Januari 29, 2026 WIB Last Updated 2026-01-30T06:50:44Z

Bentrok Berdarah Dengan Pekerja Lokal, 4 TKA China jadi Tersangka 



AK47, Kolaka - Proyek raksasa nikel yang digadang-gadang sebagai simbol investasi dan hilirisasi nasional justru tercoreng insiden kekerasan. Bentrok berdarah antara tenaga kerja asing (TKA) asal China dan pekerja lokal meledak di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, menyingkap kerasnya relasi kerja di balik pagar proyek strategis tersebut.


Empat TKA China diamankan aparat kepolisian. Hasilnya mengejutkan: tiga orang resmi ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sultra. Mereka diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan terhadap pekerja lokal.


Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, AKBP Seni Pabesak, menegaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah pemeriksaan mendalam terhadap sejumlah pihak.

 

“Total enam orang sudah kami periksa. Dari hasil penyidikan, tiga orang kami tetapkan sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan. Ketiganya merupakan tenaga kerja asing,” tegas AKBP Seni, Jumat (30/1/2026).


Tiga TKA tersebut masing-masing bernama Zhou Zhen, Hu Yanming, dan Wu Bing. Sementara satu TKA lainnya, Wang Hao, masih berstatus sebagai saksi dan belum ditahan.


Hak Gaji Dipertanyakan, Pukulan Jadi Jawaban


Fakta yang terungkap di balik bentrokan ini jauh dari sepele. Insiden dipicu saat pekerja lokal mempertanyakan hak gaji yang belum dibayarkan. Namun bukannya mendapatkan penjelasan, situasi justru berubah brutal.


Salah satu pekerja lokal diduga mengalami penganiayaan, yang kemudian memicu amarah dan bentrokan terbuka. Dua pekerja lokal dilaporkan mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.


Kericuhan berlangsung cepat dan mencekam. Sejumlah TKA lain dilaporkan berhamburan menyelamatkan diri, sementara kawasan industri berubah menjadi arena chaos, memaksa aparat keamanan turun tangan.


Dikawal Resmob, Negara Asal Turut Diberi Tahu


Keempat TKA diamankan pada Kamis (29/1/2026) dan dikawal ketat oleh personel Resmob Polres Kolaka menuju Markas Polda Sulawesi Tenggara. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif di ruang Resmob Polda Sultra terkait dugaan keterlibatan dalam tindak pidana pengeroyokan.


Polda Sultra menegaskan penanganan kasus ini tidak main-main. Penyidik telah berkoordinasi langsung dengan jaksa penuntut umum guna mempercepat dan melengkapi berkas perkara.


Tak berhenti di situ, aparat juga telah mengirimkan pemberitahuan resmi kepada Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) terkait penahanan warganya, menandai bahwa kasus ini telah memasuki ranah hukum serius dan sensitif secara diplomatik.

 

“Kami sudah menyampaikan surat resmi ke Kedutaan Besar RRC terkait TKA yang kami amankan,” ujar AKBP Seni.


Kondusif di Permukaan, Tegang di Bawah


Pasca-insiden, aparat menyatakan situasi di kawasan proyek IPIP Kolaka telah kembali kondusif. Namun polisi tetap bersiaga, menyadari bahwa konflik ketenagakerjaan terutama yang melibatkan TKA adalah api dalam sekam yang bisa kembali menyala kapan saja.


Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pengelola kawasan industri dan pemangku kepentingan. Di balik megahnya proyek hilirisasi nikel dan derasnya arus investasi asing, persoalan mendasar soal hak pekerja dan relasi kerja yang timpang terbukti mampu berubah menjadi ledakan kekerasan.


Kini, sorotan publik tertuju pada satu pertanyaan besar:
apakah hukum benar-benar ditegakkan tanpa pandang bulu di jantung proyek strategis nasional?


(AK)


#BentrokPekerja #Hukum #TKAChina

×
Berita Terbaru Update