![]() |
| Video 14 Detik Geger di Facebook, Polisi Amankan Perempuan di Pesisir Selatan |
AK47, Pesisir Selatan - Sebuah video berdurasi 14 detik yang beredar di media sosial Facebook memicu respons cepat aparat kepolisian di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Tayangan tersebut diduga memperlihatkan aktivitas penyalahgunaan narkotika jenis sabu yang dilakukan oleh dua orang perempuan.
Menindaklanjuti informasi yang beredar dan keresahan yang muncul di tengah masyarakat, Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Pesisir Selatan bergerak melakukan penyelidikan.
Hasilnya, seorang perempuan berinisial GN (39) diamankan polisi pada Selasa sore, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 17.00 WIB.
GN diamankan di kediamannya yang berada di kawasan Kampung Ambacang, Kenagarian Sawah Laweh, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan.
Penindakan tersebut dilakukan setelah petugas melakukan penelusuran dan penyelidikan di lapangan untuk memastikan informasi yang beredar di media sosial.
Berawal dari Video 14 Detik
Informasi mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika itu mencuat setelah sebuah video singkat dan sejumlah foto beredar melalui Facebook.
Dalam tayangan yang menjadi perhatian tersebut, terlihat dua perempuan yang diduga sedang mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Konten itu kemudian menjadi perhatian aparat kepolisian. Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan tidak serta-merta mengambil tindakan hanya berdasarkan tayangan media sosial, tetapi melakukan penyelidikan untuk memastikan lokasi, identitas orang yang berada dalam video, serta kebenaran informasi tersebut.
Setelah informasi dinilai cukup untuk ditindaklanjuti, petugas bergerak menuju lokasi yang diduga berkaitan dengan salah seorang perempuan dalam tayangan tersebut.
Sesampainya di Kampung Ambacang, polisi kemudian mengamankan GN di rumahnya.
Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan terhadap badan dan kediaman GN untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti narkotika.
Namun, hasil penggeledahan tersebut tidak menemukan barang bukti narkotika.
Meski demikian, proses penyelidikan tidak berhenti di sana.
Satu Nama Lain Muncul
Dari pendalaman awal, polisi mendapatkan informasi mengenai seorang perempuan lainnya yang diduga berkaitan dengan video tersebut. Perempuan itu berinisial FR.
Petugas kemudian berupaya menelusuri keberadaan FR.
Namun, berdasarkan keterangan orang tua FR, yang bersangkutan disebut telah berangkat ke Singapura.
Untuk mendalami informasi tersebut, orang tua FR turut dibawa ke Mapolres Pesisir Selatan guna dimintai keterangan oleh penyidik.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai secara lebih terang rangkaian peristiwa yang terekam dalam video serta memastikan keterkaitan masing-masing pihak dengan dugaan penyalahgunaan narkotika yang sedang diselidiki.
Polisi kini tidak hanya mendalami siapa saja yang berada dalam video, tetapi juga berupaya mengungkap konteks kejadian, waktu dan lokasi perekaman, serta memastikan apakah benar terdapat tindak pidana penyalahgunaan narkotika sebagaimana informasi yang beredar di media sosial.
GN Jalani Pemeriksaan dan Tes Urine
Saat ini GN telah diamankan di Mapolres Pesisir Selatan.
Ia menjalani serangkaian pemeriksaan intensif oleh penyidik Satresnarkoba. Selain meminta keterangan mengenai video yang beredar, polisi juga melakukan tes urine sebagai bagian dari proses pemeriksaan.
Tes urine dan pemeriksaan lainnya menjadi bagian dari upaya penyidik untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai dugaan penyalahgunaan narkotika tersebut.
Polisi juga masih melakukan pendalaman terhadap kronologi kejadian serta keterangan pihak-pihak yang dianggap mengetahui peristiwa tersebut.
Ketiadaan barang bukti narkotika saat penggeledahan terhadap GN menjadi salah satu aspek yang harus didalami penyidik secara cermat. Sebab, keberadaan video dan foto yang beredar di media sosial perlu dikonfirmasi melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan yang sesuai dengan ketentuan hukum.
Dengan demikian, status hukum maupun keterlibatan masing-masing pihak masih menunggu hasil pemeriksaan dan pendalaman penyidik.
Polisi Tak Tinggal Diam
Kasus ini sekaligus menunjukkan bagaimana informasi yang beredar di media sosial dapat menjadi pintu masuk bagi aparat untuk menelusuri dugaan tindak pidana narkotika.
Polres Pesisir Selatan menegaskan respons terhadap informasi masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkotika di wilayah hukumnya.
Namun, polisi tetap harus memastikan setiap informasi yang beredar benar-benar dapat dipertanggungjawabkan melalui proses penyelidikan dan pemeriksaan.
Dalam perkara ini, penyidik masih bekerja untuk menjawab sejumlah pertanyaan penting: siapa saja yang berada dalam video, apakah aktivitas yang terekam benar merupakan penyalahgunaan sabu, dari mana narkotika tersebut diperoleh apabila dugaan tersebut terbukti, serta apakah terdapat pihak lain yang terlibat.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman Satresnarkoba Polres Pesisir Selatan.
Langkah cepat kepolisian mengamankan GN setidaknya menunjukkan bahwa aparat tidak mengabaikan informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat.
Kasus ini pun masih bergulir. Polisi masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk memastikan fakta sebenarnya di balik video berdurasi 14 detik yang lebih dulu menghebohkan media sosial tersebut.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman. Kepastian mengenai ada atau tidaknya tindak pidana serta keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan dan alat bukti yang diperoleh.
(AK)
#Headline #Viral #Narkoba #Sabu #Daerah #KabupatenPesisirSelatan
