-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Puluhan Anggota SAD Bersenjata Datangi Kantor Mapolres Merangin, Desak Pembebasan Pekerja PETI

Kamis, 29 Oktober 2026 | Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T04:09:06Z

Puluhan Anggota SAD Bersenjata Datangi Kantor Mapolres Merangin, Desak Pembebasan Pekerja PETI

AK47, Merangin - Suasana di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Merangin, Jambi, mendadak mencekam pada Rabu sore (28/10/2026). Puluhan warga dari kelompok Suku Anak Dalam (SAD) di bawah komando Temenggung Jang mendatangi markas kepolisian dengan membawa senjata tajam hingga senapan api rakitan. Kedatangan gelombang kedua massa yang beringas ini bahkan sempat memicu ketegangan fisik dan dugaan penodongan senjata terhadap aparat di halaman mapolres.


Aksi nekat kelompok SAD tersebut dipicu oleh penindakan hukum yang dilakukan korps bhayangkara terhadap aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan.


Kronologi Ketegangan: Dari Penindakan hingga Kepungan Massa


Berdasarkan keterangan resmi Kasi Humas Polres Merangin, AKP Sakirman, insiden bermula dari laporan masyarakat terkait maraknya aktivitas PETI yang meresahkan di Desa Sungai Ulak. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Unit Reserse Kriminal Polres Merangin bergerak cepat menuju lokasi sekitar pukul 13.00 WIB.


Di lokasi penambangan, petugas mendapati dua orang pekerja yang tengah beraktivitas dan diduga kuat terlibat dalam praktik penambangan ilegal tersebut. Keduanya lantas digelandang ke Mapolres Merangin guna menjalani pemeriksaan intensif.


Namun, penangkapan ini rupanya dengan cepat memicu reaksi keras dari komunitas Suku Anak Dalam.


  • Pukul 14.30 WIB (Kedatangan Pertama): Sejumlah anggota kelompok SAD dari kubu Temenggung Jang mendatangi Mapolres Merangin untuk mempertanyakan penahanan kedua rekan mereka. Pihak kepolisian yang bersikap persuasif langsung berinisiatif menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Merangin guna melakukan mediasi dan memberikan edukasi hukum.
  • Pukul 15.00 WIB: Mediasi menemui jalan buntu. Tidak adanya kesepakatan membuat kelompok tersebut sempat membubarkan diri meninggalkan mapolres.
  • Pukul 16.45 WIB (Eskalasi Massa): Situasi berubah drastis ketika gelombang massa yang jauh lebih besar kembali menyerbu Mapolres Merangin. Kali ini, kedatangan mereka tidak lagi sekadar bernegosiasi. Sejumlah anggota SAD dilaporkan menenteng senjata tajam dan senjata api rakitan, menciptakan situasi darurat di lingkungan markas kepolisian.


Cekcok Berujung Ketegangan, Aparat Amankan Kendali


Kehadiran massa dalam jumlah besar yang merangsek masuk ke area dalam mapolres langsung memicu cekcok mulut dengan petugas yang berjaga. Situasi kian membahayakan ketika ketegangan memuncak dan berujung pada dugaan penodongan terhadap anggota polisi yang berada di halaman Mapolres Merangin.


Menghadapi ancaman nyata dari kelompok bersenjata tersebut, jajaran kepolisian tidak tinggal diam. Aparat bergerak cepat menerapkan protokol pengendalian massa secara taktis dan terukur demi meredam situasi agar tidak beresiko meluas.


Berkat kesigapan petugas di lapangan, potensi bentrokan bersenjata yang lebih besar berhasil diredam. Ketegangan berangsur mereda, dan aparat keamanan kini memperketat pengawasan di sekitar wilayah hukum Polres Merangin guna mengantisipasi potensi susulan serta memastikan proses hukum terhadap kasus PETI ini tetap berjalan objektif dan transparan.


(AK)


#Peristiwa #Headline #SukuAnakDalam


×
Berita Terbaru Update