-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menjaga Napas Air Clean Padang di Tengah Megaproyek Flyover Sitinjau Lauik

Rabu, 21 Oktober 2026 | Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-22T06:41:34Z

Menjaga Napas Air Clean Padang di Tengah Megaproyek Flyover Sitinjau Lauik



AK47, Padang - Proyek raksasa Flyover Sitinjau Lauik I menjanjikan era baru konektivitas di Sumatera Barat. Namun, pengerjaan fisik jalur curam nan strategis ini membawa tantangan tersendiri bagi lingkungan sekitarnya. Pengerukan material galian proyek memicu peningkatan kekeruhan (turbidity) di sumber air hulu Lubuk Paraku jantung pasokan air bersih bagi ribuan warga Kota Padang.


Merespons potensi krisis air bersih tersebut, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan dalam kunjungan reses ke lokasi proyek, Kamis (22/10/2026). Hasilnya, konsorsium BUMN penyedia jasa, pemerintah daerah, dan pengelola air minum menyepakati jurus bersama agar pembangunan megaproyek nasional berjalan mulus tanpa mengorbankan hajat hidup masyarakat.


1. Alarm Musim Penghujan: Jangan Hanya Fokus di Intake, Garap Hingga ke Hulu!


Pengerukan tebing dan lereng untuk jalur flyover berisiko melepaskan muatan lumpur masif ke aliran sungai, terutama saat curah hujan tinggi. Hal ini memaksa Perumda Air Minum (AM) Padang bekerja ekstra keras mengolah air di intake sebelum layak didistribusikan ke rumah-rumah warga.


Zigo Rolanda menegaskan, PT Hutama Karya (Persero) selaku kontraktor utama harus bergerak cepat mengingat wilayah Padang telah memasuki musim penghujan di penghujung tahun.


"Ada beberapa persoalan yang harus kita carikan solusi bersama serta antisipasi terkait dampak penyediaan air bersih di Kota Padang. Sebenarnya PT HK sudah melakukan antisipasi. Cuma mengingat akhir tahun ini sudah masuk musim penghujan, kami minta untuk ekstra melakukan penanganan, tidak hanya di intake saja namun juga sampai ke hulu," tegas legislator asal Partai Golkar tersebut.


Sebagai langkah konkret, Zigo mengumumkan bahwa PT HK akan membangun Sediment Trap (kolam penampung dan pengendap sedimen khusus). Fasilitas ini berfungsi sebagai benteng pertahanan hulu agar material tanah galian terperangkap lebih dulu dan tidak menyemprot langsung ke sumber air baku saat hujan lebat turun.


2. Jurus Darurat dan Tanggung Jawab Moral PT Hutama Karya


Pembangunan infrastruktur skala besar kerap membawa efek samping lingkungan. Namun, komitmen tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang ditunjukkan PT Hutama Karya mendapat apresiasi positif. Pihak kontraktor tidak berdiam diri saat kualitas air baku menurun di atas ambang batas normal.


Langkah-langkah taktis yang dijalankan meliputi:


  • Penjernihan Darurat: Menyuplai bantuan bahan kimia pengikat lumpur (coagulant) untuk membantu percepatan pengolahan air bersih di Perumda AM Padang.
  • Pengerukan Sedimen Rutin: Mengerahkan alat berat untuk mengeruk timbunan material galian di sekitar area aliran air.
  • Infrastruktur Penghambat: Menyiapkan kolam penampungan khusus agar air galian tersaring secara alami sebelum menyatu dengan aliran sungai hulu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Raju Minropa, mengapresiasi supervisi intensif Komisi V DPR RI dan respons cepat penyedia jasa.


"Untuk masalah ini sudah ada solusi antara PT HK dengan Perumda AM Padang. Yang jelas ke depan PT HK akan melakukan upaya dengan berbagai metode agar kualitas air kembali normal. Kita ingin proyek flyover tetap berjalan lancar, dan kualitas air baku Perumda AM Padang tidak terganggu," ujar Raju optimis.

 

3. Sinergi Tiga Pilar: Jalan Mulus, Air Bersih Mengalir Lancar


Di lapangan, sinergi antara regulator, pelaksana teknis, dan pengelola fasilitas publik menjadi kunci utama penyelesaian masalah. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar, Elsa Putra Friandi, memastikan timnya terus memantau indikator kualitas air secara real-time.


"Jika kualitas air baku di atas ambang batas, kami langsung menindaklanjutinya dengan cara melakukan pengikisan dan pengerukan sedimen," jelas Elsa.


Senada dengan hal itu, Direktur Utama Perumda AM Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan terima kasih atas kepedulian lintas pihak. Menurutnya, koordinasi cepat sejak awal munculnya masalah membuat dampak kekeruhan air bisa diminimalisir sedini mungkin.


"Kami berterima kasih kepada Anggota DPR RI Zigo Rolanda yang intens memberikan perhatian kepada kebutuhan dan layanan air bersih di Kota Padang. Semoga pertemuan ini memberikan solusi konkret, sehingga air bersih masyarakat tetap aman dan proyek nasional ini tetap jalan tanpa kendala," tutup Hendra.


Poin Kunci Penanganan Dampak Air Baku Lubuk Paraku

[ Pengerukan Material Proyek Flyover ]
                  │
                  ▼
   ( Peningkatan Kekeruhan Air Baku )
                  │
  ┌───────────────┴───────────────┐
  ▼                               ▼
[ Solusi Jangka Pendek ]       [ Solusi Jangka Panjang ]
• Bantuan bahan kimia          • Pembangunan Sediment Trap
  penjernih air                  di area hulu
• Pengikisan & pengerukan      • Kolam penampung material
  sedimen berkala                galian khusus



(AK)


#Headline #PerumdaAirMinum #Daerah #Padang 

×
Berita Terbaru Update