Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Istana Tutup Pintu Reshuffle, Isu Perombakan Kabinet Merah Putih Dinilai Digoreng dan Sarat Kepentingan

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-28T10:38:55Z

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi



AK47, Jakarta - Istana Negara akhirnya angkat bicara menanggapi isu panas perombakan Kabinet Merah Putih yang belakangan beredar luas. Pemerintah secara tegas menutup pintu reshuffle, sekaligus memberi sinyal keras bahwa isu tersebut lebih banyak digoreng ketimbang berbasis fakta.


Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, hingga kini Presiden Prabowo Subianto sama sekali belum membahas perombakan kabinet. Ia menyebut, agenda Presiden pada Rabu (28/1/2026) di Istana Negara hanya sebatas pelantikan anggota Dewan Energi Nasional (DEN), bukan agenda politik besar seperti yang ramai dispekulasikan.


“Tidak ada reshuffle. Presiden belum pernah membicarakan hal itu,” kata Prasetyo singkat namun tegas di hadapan wartawan.


Prasetyo menilai, isu reshuffle sengaja dikaitkan dengan peralihan jabatan Wakil Menteri Keuangan ke posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Menurutnya, narasi tersebut keliru dan berpotensi menyesatkan publik, karena peralihan jabatan itu murni bagian dari mekanisme kelembagaan, bukan sinyal perombakan kabinet.


“Kalau yang dimaksud reshuffle adalah beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur BI, itu bukan reshuffle. Prosesnya jelas, melalui fit and proper test di DPR dan sesuai aturan,” tegasnya.


Ia menjelaskan, satu-satunya perubahan yang terjadi hanyalah penugasan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia setelah dinyatakan lolos uji kelayakan. Konsekuensinya, posisi Wakil Menteri Keuangan ditinggalkan karena yang bersangkutan mendapat mandat baru di sektor moneter.


“Ini penugasan negara, bukan perombakan kabinet. Jangan dipelintir,” ujar Prasetyo.


Soal kursi Wakil Menteri Keuangan yang kini kosong, Prasetyo menegaskan belum ada keputusan Presiden terkait penggantinya. Ia kembali mengingatkan agar publik tidak membaca kekosongan jabatan tersebut sebagai indikasi tarik-menarik kepentingan politik di internal kabinet.


“Belum ada keputusan apa pun. Proses di Bank Indonesia juga belum selesai. Jadi jangan dibangun seolah-olah ada dinamika politik besar di baliknya,” katanya.


Pernyataan tegas dari Istana ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Kabinet Merah Putih masih solid dan Presiden Prabowo belum melihat urgensi melakukan perombakan. Istana menilai, fokus pemerintah saat ini adalah stabilitas ekonomi, konsolidasi kebijakan, dan percepatan program strategis nasional bukan mengakomodasi rumor politik.


Dengan bantahan ini, Istana seolah menegaskan satu pesan: isu reshuffle bukan datang dari Presiden, melainkan dari ruang spekulasi politik yang mencoba membaca arah kekuasaan terlalu dini.


(AK)


#ReshuffleKabinet #Nasional #Politik

×
Berita Terbaru Update