
Dini Hari Mencekam di Pelabuhan Bakauheni, Pria 38 Tahun Dilaporkan Lompat ke Laut, Tim SAR Bergerak Mencari
AK47, Lampung Selatan - Suasana dini hari di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, diwarnai peristiwa yang mengundang perhatian. Seorang pria bernama Dedi Rustana Siregar (38), warga Cilegon, Banten, dilaporkan melompat ke laut pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.10 WIB.
Peristiwa tersebut memicu respons cepat tim Search and Rescue (SAR) gabungan. Setelah menerima laporan adanya kondisi membahayakan manusia (KMM), personel Pos SAR Bakauheni segera berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung serta pelapor untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Hingga laporan awal diterima, keberadaan Dedi belum diketahui. Upaya pencarian pun dilakukan untuk menemukan pria tersebut.
Tiba Menggunakan Mobil, Keluar dari Kendaraan, Lalu Masuk ke Laut
Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, Dedi sebelumnya tiba di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni menggunakan mobil.
Namun, setelah keluar dari kendaraannya, ia dilaporkan melompati pagar pembatas dermaga sebelum masuk ke laut.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi titik awal penelusuran petugas untuk mengetahui posisi terakhir korban dan menentukan langkah pencarian.
Meski demikian, belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara terperinci apa yang terjadi sebelum Dedi melompati pagar pembatas tersebut. Alasan kedatangannya ke dermaga, kondisi korban sebelum kejadian, serta latar belakang peristiwa itu masih belum diketahui.
Karena itu, penyebab kejadian belum dapat disimpulkan dan masih memerlukan informasi lebih lanjut dari saksi maupun pihak berwenang.
Adik Sepupu Mengetahui Kejadian, Laporan Diteruskan ke Petugas
Peristiwa tersebut diketahui oleh Eno Sardiono, adik sepupu Dedi. Setelah mengetahui kejadian itu, Eno melaporkannya kepada petugas PT ASDP Indonesia Ferry di kawasan pelabuhan.
Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Pos SAR Bakauheni agar segera ditindaklanjuti.
Laporan dari saksi menjadi bagian penting dalam penanganan kejadian ini, terutama untuk membantu petugas mengidentifikasi lokasi awal dan memperoleh gambaran mengenai kronologi peristiwa.
Keterangan lebih lanjut mengenai apa yang dilihat saksi, kondisi di sekitar dermaga saat kejadian, serta kemungkinan adanya saksi lain belum disampaikan dalam informasi awal yang tersedia.
Pos SAR Bakauheni Langsung Bergerak
Kepala Pos SAR Bakauheni, Rezie Kuswara, membenarkan bahwa pihaknya menerima laporan mengenai kondisi membahayakan manusia di kawasan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni.
Setelah menerima informasi tersebut, personel SAR bergerak menuju lokasi setelah berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung serta pelapor.
“Setelah menerima laporan, tim Pos SAR Bakauheni bergerak menuju lokasi setelah berkoordinasi dengan kantor pencarian dan pertolongan Lampung serta pelapor,” kata Rezie di Lampung Selatan, sebagaimana dikutip dari Antara.
Respons tersebut menjadi langkah awal untuk menindaklanjuti laporan orang yang diduga masuk ke perairan pelabuhan.
Dalam situasi seperti ini, informasi mengenai titik terakhir korban terlihat, kondisi perairan, serta keadaan di sekitar dermaga menjadi aspek penting yang dapat membantu proses pencarian.
Namun, hingga laporan awal ini disusun, belum ada rincian resmi mengenai jumlah personel yang dikerahkan, peralatan yang digunakan, cakupan area pencarian, maupun hasil operasi di lapangan.
Keberadaan Korban Masih Menjadi Tanda Tanya
Identitas pria yang dicari telah diketahui, yakni Dedi Rustana Siregar, 38 tahun, warga Cilegon, Banten. Akan tetapi, informasi mengenai kondisi terakhirnya setelah dilaporkan masuk ke laut masih terbatas.
Belum diketahui pula apakah ada komunikasi antara korban dan keluarga sebelum kejadian atau faktor tertentu yang mendahului peristiwa tersebut.
Pihak berwenang diharapkan dapat memberikan keterangan lanjutan mengenai kronologi, perkembangan pencarian, serta hasil penanganan di lokasi.
Untuk sementara, penyebab kejadian tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan informasi awal yang tersedia.
Menanti Hasil Pencarian Tim SAR
Peristiwa di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni ini menjadi perhatian karena terjadi pada dini hari, ketika tim pencarian perlu mempertimbangkan kondisi lingkungan dan perairan dalam menentukan langkah penanganan.
Fokus utama saat ini adalah upaya menemukan Dedi dan memperoleh kepastian mengenai kondisinya.
Hingga berita ini ditulis, belum tersedia informasi lanjutan yang memastikan apakah korban telah ditemukan atau pencarian masih berlangsung. Belum ada pula keterangan resmi mengenai penyebab kejadian tersebut.
Perkembangan operasi SAR dan keterangan dari pihak berwenang menjadi informasi yang dinantikan untuk menjawab sejumlah pertanyaan mengenai peristiwa ini.
Masyarakat diharapkan tetap mengacu pada informasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai latar belakang kejadian sebelum ada penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.
(AK)
#Headline #Peristiwa