
Banjir dan Ancaman Galodo Kembali Terjang Padang, Fadly Amran Kerahkan Pasukan Gabungan, Puluhan Warga Dievakuasi
AK47, Padang - Kota Padang kembali diuji bencana. Hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu (10/10/2026) siang memicu luapan sejumlah aliran sungai dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan. Kecamatan Koto Tangah, Kuranji, dan Nanggalo menjadi wilayah yang mendapat perhatian serius dalam penanganan darurat kali ini.
Di tengah ancaman banjir dan galodo, keselamatan warga menjadi prioritas. Pemerintah Kota Padang bergerak dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) gabungan untuk mengevakuasi masyarakat yang berada di kawasan terdampak maupun lokasi yang membutuhkan penanganan segera.
Data sementara mencatat, puluhan warga telah dievakuasi dari dua titik di Kota Padang. Sebanyak 35 orang dievakuasi dari Kampung Apa, Kecamatan Koto Tangah, sementara 40 orang lainnya dievakuasi dari kawasan Lumin Park. Di Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, banjir diperkirakan berdampak terhadap 40 kepala keluarga (KK).
Sementara itu, di Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, warga dilaporkan melakukan evakuasi secara mandiri untuk menjauhi kawasan terdampak.
Angka tersebut masih berupa pendataan sementara. Perkembangan situasi di lapangan dan kemungkinan bertambahnya jumlah warga terdampak masih perlu dipantau seiring kondisi cuaca dan aliran sungai.
Fadly Amran Turunkan Tim Gabungan
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran mengerahkan personel lintas instansi untuk mempercepat penanganan bencana. Tim yang diterjunkan terdiri atas BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan, dengan dukungan unsur TNI-Polri.
Pengerahan tim gabungan ini diarahkan untuk membantu warga yang membutuhkan evakuasi, memperkuat koordinasi di lapangan, serta memastikan penanganan darurat dapat berjalan sesuai kebutuhan di setiap titik terdampak.
Fadly menyebut, hujan deras kali ini menjadi tantangan tersendiri karena sejumlah pekerjaan rehabilitasi akibat bencana sebelumnya kembali terdampak.
“Hujan deras kembali melanda Kota Padang, dan beberapa pekerjaan rehabilitasi dari bencana November 2025 dan Agustus 2026 ikut terdampak,” ujar Fadly Amran.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa bencana kali ini tidak hanya menuntut respons cepat untuk melindungi masyarakat, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi proses pemulihan wilayah yang sebelumnya telah terdampak bencana.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Di tengah kondisi yang terus berkembang, Fadly menegaskan bahwa pemerintah memusatkan perhatian pada evakuasi masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Seluruh unsur terkait dikerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan.
“Fokus saat ini melakukan evakuasi bagi warga yang membutuhkan, yang sudah dilakukan oleh Tim Gabungan Pemko Padang yang juga didukung oleh unsur TNI-Polri, dan kita juga berkoordinasi dengan BASARNAS jika membutuhkan dukungan lebih lanjut,” katanya.
Koordinasi dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) menjadi langkah antisipatif apabila situasi berkembang dan membutuhkan dukungan tambahan dalam operasi penyelamatan.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah, terutama di kawasan yang mengalami luapan air dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Pemulihan Pascabencana Kembali Diuji
Bencana yang kembali terjadi di Padang menjadi pengingat bahwa proses pemulihan pascabencana dapat menghadapi tantangan baru ketika cuaca ekstrem kembali melanda.
Bencana pada November 2025 dan Agustus 2026 sebelumnya telah meninggalkan pekerjaan rehabilitasi yang harus dituntaskan. Kini, hujan deras kembali berdampak terhadap sejumlah pekerjaan pemulihan tersebut.
Kondisi ini membuat kesiapsiagaan tidak bisa berhenti pada penanganan ketika bencana datang. Pemantauan kawasan rawan, koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, serta penyampaian informasi yang cepat kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko bencana berulang.
Bagi warga yang bermukim di sekitar sungai maupun kawasan rawan banjir, kewaspadaan sangat diperlukan. Perubahan kondisi air harus menjadi perhatian, dan arahan petugas perlu diikuti untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
Pendataan dan Evakuasi Terus Menjadi Perhatian
Pemerintah Kota Padang melalui tim gabungan memprioritaskan penanganan warga yang membutuhkan pertolongan. Sementara itu, data dampak yang tersedia masih bersifat sementara dan perlu diperbarui berdasarkan hasil pemantauan di setiap lokasi.
Perkembangan kondisi cuaca, luapan sungai, serta kebutuhan evakuasi menjadi faktor penting dalam menentukan langkah berikutnya. Pemerintah juga membuka ruang koordinasi dengan BASARNAS apabila dibutuhkan dukungan lebih lanjut.
Di tengah bencana yang kembali menguji kesiapan Kota Padang, satu hal menjadi penekanan utama: keselamatan masyarakat harus didahulukan. Kecepatan evakuasi, ketepatan koordinasi, dan kewaspadaan warga menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat yang masih memerlukan pemantauan.
(AK)
#Headline #Galodo #Banjir #Padang #Daerah