-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejar-kejaran di Jalur By Pass! Timsus Bravo Polresta Padang Buru Rombongan Motor, Pelajar 17 Tahun Diamankan Bawa Celurit

Jumat, 11 September 2026 | September 11, 2026 WIB Last Updated 2026-09-11T14:43:37Z

Kejar-kejaran di Jalur By Pass! Timsus Bravo Polresta Padang Buru Rombongan Motor, Pelajar 17 Tahun Diamankan Bawa Celurit



AK47, Padang — Situasi di kawasan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, mendadak menjadi perhatian aparat kepolisian, Jumat (11/9/2026). Informasi dugaan aksi tawuran membuat Tim Khusus (Timsus) Bravo Polresta Padang bergerak cepat melakukan penyisiran.


Bukan sekadar patroli biasa.


Sekitar pukul 13.15 WIB, petugas mendapati enam sepeda motor yang diduga berkaitan dengan kelompok yang hendak melakukan tawuran bergerak dari kawasan Aia Pacah menuju Lubuk Begalung.


Polisi langsung membuntuti dan melakukan pengejaran.


Pergerakan rombongan itu akhirnya terhenti di kawasan Simpang By Pass Ketaping. Petugas mengamankan seorang pelajar berinisial GFP (17), warga Kecamatan Lubuk Kilangan.


Yang membuat penindakan ini semakin serius, polisi turut menemukan satu buah celurit.


Selain senjata tajam tersebut, satu unit Yamaha NMAX warna hitam bernomor polisi BA 6560 AAF juga diamankan untuk kepentingan pemeriksaan.


Informasi Tawuran Diburu Sejak Siang


Langkah cepat Timsus Bravo berawal dari informasi masyarakat terkait adanya indikasi tawuran di kawasan Aia Pacah.


Sekitar pukul 11.00 WIB, personel mulai bergerak.


Sasaran patroli diarahkan ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya kelompok remaja, termasuk kawasan sekitar SMPN 27 Padang hingga Jalan By Pass Aia Pacah.


Petugas melakukan pemantauan terhadap aktivitas kelompok remaja dan kendaraan yang melintas.


Beberapa jam kemudian, pergerakan enam sepeda motor terpantau.


Rombongan tersebut bergerak meninggalkan kawasan Aia Pacah menuju arah Lubuk Begalung. Polisi yang melihat pergerakan tersebut tidak membiarkannya begitu saja.


Pengejaran dilakukan.


Hingga akhirnya, rombongan dapat dihentikan di kawasan Simpang By Pass Ketaping.


Celurit Jadi Barang Bukti


Dalam penindakan tersebut, GFP diamankan untuk menjalani pemeriksaan.


Polisi kemudian mengamankan sepeda motor Yamaha NMAX yang diduga digunakan pelajar tersebut serta sebuah celurit.


Temuan senjata tajam inilah yang menjadi bagian penting dalam pendalaman polisi.


Sebab, dalam konteks dugaan tawuran, membawa senjata tajam berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kekerasan dan korban.


Kendati demikian, kepolisian masih harus mendalami asal-usul celurit, siapa pemiliknya, untuk apa dibawa, serta apakah ada kaitannya dengan rencana tawuran yang diinformasikan sebelumnya.


Artinya, proses pemeriksaan masih berjalan dan keterlibatan masing-masing pihak belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan penindakan di lapangan.


Polisi Tak Tunggu Tawuran Pecah


Kasi Humas Polresta Padang Ipda Wadhi Nofianto menegaskan bahwa jajaran kepolisian akan terus meningkatkan kegiatan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD).


KRYD diarahkan untuk mencegah berbagai gangguan kamtibmas, terutama yang berpotensi melibatkan kelompok remaja dan pelajar.


Mulai dari tawuran, balap liar, penggunaan knalpot brong hingga indikasi peredaran narkoba menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut.


“Personel akan terus meningkatkan patroli dan merespons setiap informasi terkait potensi tawuran maupun gangguan kamtibmas lainnya. Kami mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terlibat dalam aksi yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Wadhi.


Pesan tersebut menjadi penting karena tawuran bukan lagi sekadar persoalan kenakalan remaja ketika sudah melibatkan senjata tajam.


Satu kesalahan dalam hitungan detik dapat berujung pada korban dan persoalan hukum yang panjang.


Pelajar, Motor dan Celurit Dibawa ke Mapolresta


Usai diamankan, GFP beserta sepeda motor dan barang bukti celurit dibawa ke Mapolresta Padang.


Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap secara lebih terang rangkaian peristiwa tersebut.


Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain yang berada dalam rombongan enam sepeda motor tersebut.


Penindakan ini sekaligus menjadi peringatan keras bahwa ruang publik di Kota Padang tidak boleh berubah menjadi arena tawuran.


Aparat kepolisian memastikan informasi mengenai potensi gangguan kamtibmas akan ditindaklanjuti. Patroli akan terus digencarkan, terutama pada kawasan yang dinilai rawan menjadi titik berkumpulnya kelompok remaja.


Namun, perang terhadap tawuran tidak mungkin hanya mengandalkan polisi.


Orang tua, sekolah dan lingkungan sekitar harus ikut bergerak.


Sebab sebelum seorang anak berhadapan dengan polisi di jalanan, seharusnya ada keluarga dan lingkungan yang lebih dahulu mengetahui ke mana mereka pergi, dengan siapa mereka berkumpul, dan apa yang mereka bawa.


Kasus GFP kini masih dalam pemeriksaan. Polisi akan menentukan langkah selanjutnya berdasarkan hasil pendalaman dan proses hukum yang berlaku.


Satu celurit yang ditemukan hari ini cukup menjadi alarm: tawuran bukan lagi sekadar aksi saling ejek antarremaja, tetapi potensi ancaman nyata terhadap keselamatan dan ketertiban masyarakat.


(AK)


#Tawuran #Kriminal #Headline

×
Berita Terbaru Update