-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hari Pertama Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai, Lumpur Dikuras dan Tube Settler Dibongkar

Senin, 07 September 2026 | September 07, 2026 WIB Last Updated 2026-09-07T10:03:26Z

Hari Pertama Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun Dimulai, Lumpur Dikuras dan Tube Settler Dibongkar



AK47, Padang — Pekerjaan perbaikan Accelator 2 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun resmi memasuki tahap pelaksanaan pada Senin (7/9/2026). Pada hari pertama, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang langsung melakukan sejumlah pekerjaan penting, mulai dari pengurasan lumpur hingga pembongkaran tube settler yang menjadi bagian vital dalam proses pengolahan air.


Pekerjaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemulihan dan peningkatan kinerja fasilitas pengolahan air di IPA Gunung Pangilun. Perbaikan Accelator 2 menjadi salah satu pekerjaan penting untuk memastikan sistem pengolahan air kembali bekerja secara optimal sehingga pelayanan kepada pelanggan dapat terus dipertahankan.


Direktur Operasional Perumda Air Minum Kota Padang, Afrizal Kuning, ST, MM, mengatakan pekerjaan pada hari pertama difokuskan pada tahapan awal yang menjadi fondasi sebelum masuk ke proses perbaikan komponen utama.


Menurut Afrizal, pengurasan lumpur merupakan pekerjaan yang harus dilakukan terlebih dahulu untuk membersihkan bagian dalam bangunan accelator dari endapan yang selama ini terakumulasi.


“Pada hari pertama ini kita melakukan pengurasan lumpur dan pembongkaran tube settler. Ini merupakan tahapan awal agar kondisi bagian dalam Accelator 2 dapat dibersihkan dan selanjutnya dilakukan pemeriksaan serta pekerjaan perbaikan pada bagian-bagian yang membutuhkan penanganan,” ujar Afrizal.


Lumpur Dikuras, Bagian Dalam Accelator Dibersihkan


Pengurasan lumpur menjadi salah satu pekerjaan yang cukup penting karena endapan yang menumpuk di dalam unit pengolahan dapat mengganggu proses pengolahan air.


Tim teknis harus mengeluarkan material endapan tersebut secara bertahap. Setelah lumpur dikeluarkan, bagian dalam bangunan dapat diperiksa dengan lebih jelas sehingga kerusakan maupun bagian yang mengalami penurunan fungsi dapat diidentifikasi.


Tahapan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi tim untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi struktur dan komponen Accelator 2.


Afrizal menjelaskan, pekerjaan tidak hanya sebatas membersihkan lumpur, tetapi juga memastikan setiap bagian yang berkaitan dengan proses pengolahan air berada dalam kondisi yang layak untuk kembali dioperasikan.


“Setelah dilakukan pengurasan, kita bisa melihat kondisi eksisting di dalam accelator. Dari situ akan dilakukan pengecekan dan penanganan sesuai kebutuhan. Jadi pekerjaan ini dilakukan secara bertahap dan terukur,” jelasnya.


Tube Settler Dibongkar untuk Mendukung Proses Perbaikan


Selain pengurasan lumpur, tim juga melakukan pembongkaran tube settler. Komponen tersebut merupakan bagian dari sistem pengolahan air yang berfungsi membantu proses pengendapan partikel dalam air.


Pembongkaran dilakukan agar tim teknis dapat mengakses bagian-bagian tertentu yang selama ini tertutup oleh perangkat tersebut. Dengan demikian, proses pemeriksaan dan perbaikan dapat dilakukan dengan lebih leluasa.


Pekerjaan pembongkaran juga membutuhkan ketelitian karena komponen yang dilepas nantinya harus ditangani dan dipasang kembali atau diganti sesuai hasil pemeriksaan kondisi di lapangan.


“Tube settler kita bongkar terlebih dahulu untuk memudahkan pekerjaan berikutnya. Setelah semuanya terbuka, tim akan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi komponen dan bagian-bagian lainnya,” kata Afrizal.


Ia menegaskan, setiap tahapan pekerjaan akan dilakukan dengan memperhatikan aspek teknis dan keselamatan kerja. Tim tidak ingin pekerjaan dilakukan terburu-buru yang justru berpotensi menimbulkan persoalan baru saat Accelator 2 kembali dioperasikan.


Perbaikan Dilakukan Bertahap


Perbaikan Accelator 2 IPA Gunung Pangilun tidak dilakukan dalam satu tahapan. Setelah proses pengurasan dan pembongkaran, tim akan melanjutkan pekerjaan sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.


Tahapan tersebut penting untuk mengetahui secara detail bagian mana yang masih dapat dipertahankan, bagian yang membutuhkan perbaikan, serta komponen yang harus dilakukan penggantian.


Menurut Afrizal, kondisi di lapangan menjadi salah satu faktor yang akan menentukan pekerjaan selanjutnya.


“Setiap tahap akan kita evaluasi. Kita ingin memastikan pekerjaan yang dilakukan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan, sehingga hasil akhirnya nanti dapat mendukung kinerja Accelator 2 secara maksimal,” ujarnya.


Perumda Air Minum Kota Padang, lanjutnya, berupaya agar pekerjaan berjalan sesuai rencana dengan tetap mengutamakan kualitas hasil pekerjaan.


Jaga Keandalan Sistem Pengolahan Air


Perbaikan Accelator 2 memiliki arti penting bagi sistem pelayanan air minum Kota Padang. IPA Gunung Pangilun merupakan salah satu infrastruktur penting dalam proses produksi dan pengolahan air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.


Karena itu, setiap pekerjaan yang berkaitan dengan fasilitas produksi harus dilakukan secara hati-hati dan terencana.


Afrizal mengatakan pihaknya memahami bahwa pekerjaan perbaikan pada instalasi pengolahan air dapat berdampak terhadap sistem pelayanan. Karena itu, koordinasi antartim terus dilakukan agar seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan dengan baik.


“Kita memahami bahwa fasilitas ini sangat penting bagi pelayanan. Karena itu pekerjaan kita lakukan dengan perencanaan dan pengawasan yang baik. Harapannya seluruh proses perbaikan dapat berjalan lancar dan Accelator 2 nantinya dapat kembali berfungsi secara optimal,” tuturnya.


Hari pertama pekerjaan menjadi awal dari rangkaian perbaikan yang akan terus dilanjutkan pada hari-hari berikutnya. Pengurasan lumpur dan pembongkaran tube settler menjadi langkah awal untuk membuka akses menuju bagian-bagian penting di dalam Accelator 2.


Dengan dimulainya pekerjaan tersebut, Perumda Air Minum Kota Padang menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keandalan infrastruktur produksi air sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Pekerjaan di lapangan pun akan terus dipantau dan dievaluasi hingga seluruh rangkaian perbaikan selesai. Target akhirnya bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan konstruksi, tetapi memastikan Accelator 2 dapat kembali bekerja secara optimal dan memberikan dukungan terhadap keberlangsungan pelayanan air minum bagi pelanggan di Kota Padang.


(AK)


#PerumdaAirMinum #Padang #Daerah #Headline

×
Berita Terbaru Update