-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

181 Penerima MBG Tumbang di Agam, Mual hingga Demam: Dapur SPPG Disetop, Sampel Makanan Diperiksa

Rabu, 02 September 2026 | September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T05:18:00Z

181 Penerima MBG Tumbang di Agam, Mual hingga Demam: Dapur SPPG Disetop, Sampel Makanan Diperiksa



AK47, Agam — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mendadak menjadi sorotan. Bukan karena menu bergizi yang disajikan, tetapi karena 181 penerima manfaat dilaporkan mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG.


Peristiwa yang terjadi di Kanagarian Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, tersebut memicu kekhawatiran. Pasalnya, penerima manfaat yang mengalami keluhan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari siswa SD, SMP, SMA hingga sejumlah guru.


Keluhan yang dirasakan pun beragam, mulai dari sakit kepala, sakit perut, mual hingga demam.


Dua orang bahkan harus dirujuk ke RSUD Bukittinggi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Sementara puluhan hingga ratusan penerima manfaat lainnya mendapatkan pemeriksaan dan penanganan di fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Palupuh.


Yang menjadi perhatian, keluhan tersebut muncul dalam rentang waktu yang berdekatan.


Berawal Senin Sore, Jumlah Terus Bertambah


Rangkaian kejadian mulai dirasakan sejak Senin (31/8/2026) sore.


Awalnya, hanya sejumlah penerima manfaat yang mengeluhkan kondisi kesehatan mereka. Namun, dalam perkembangan berikutnya, jumlah penerima manfaat yang mengalami keluhan terus bertambah.


Hingga Rabu (2/9/2026), tercatat sebanyak 181 orang mengalami gangguan kesehatan.


Situasi tersebut kemudian memunculkan dugaan adanya kaitan dengan makanan MBG yang sebelumnya dikonsumsi para penerima manfaat.


Namun, hingga kini belum ada kesimpulan resmi bahwa makanan MBG merupakan penyebabnya.


Dugaan tetap harus dibuktikan.


Untuk memastikan penyebabnya, sampel makanan telah diambil dan akan diperiksa secara laboratorium.


181 Orang, Bukan Lagi Persoalan Sepele


Walinagari Koto Rantang, Novri Agus Prata, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi para penerima manfaat.


Menurutnya, ratusan orang mendapatkan penanganan setelah mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi MBG.

 

“Sebanyak 181 orang dilarikan ke puskesmas akibat diduga memakan MBG dan saat ini mendapatkan tindakan di Puskesmas Palupuh.”


Novri juga meminta pihak terkait melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap makanan yang telah didistribusikan.


Langkah tersebut dinilai penting agar dugaan yang berkembang di tengah masyarakat dapat segera memperoleh jawaban berdasarkan bukti ilmiah.


Dapur SPPG Pasia Laweh Mendadak Dihentikan


Di tengah proses penelusuran, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh dihentikan sementara sejak Rabu (2/9/2026).


Penghentian tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian.


Pendistribusian makanan dari dapur tersebut juga dihentikan sementara sampai hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai POM Sumatera Barat diketahui.


Langkah ini menjadi penting untuk mencegah kemungkinan munculnya keluhan serupa sebelum penyebab kejadian benar-benar terungkap.


Polisi Turun ke Dapur SPPG


Tidak hanya pemerintah daerah.


Aparat kepolisian ikut turun tangan menelusuri kejadian tersebut.


Petugas mendatangi dapur SPPG Pasia Laweh dan mengambil sejumlah sampel makanan. Sampel tersebut kemudian diperiksa oleh Balai POM Sumatera Barat.


Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya kontaminasi atau faktor lain yang dapat menjelaskan mengapa begitu banyak penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan dalam waktu yang relatif berdekatan.


Meski demikian, polisi belum menarik kesimpulan mengenai penyebabnya.


Belum ada pihak yang dapat dinyatakan sebagai penyebab ataupun bertanggung jawab sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.


Wabup Agam Turun Langsung


Pemerintah Kabupaten Agam merespons serius kejadian tersebut.


Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal mengatakan dirinya telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan para penerima manfaat mendapatkan penanganan medis.

 

“Kami sudah langsung turun ke lapangan untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan mendapat penanganan medis yang optimal.”


Pemkab Agam bersama instansi terkait juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para penerima manfaat.


Pertanyaan Besar di Balik 181 Kasus


Kasus ini kini bukan sekadar tentang makanan yang disantap.


Ada sejumlah pertanyaan yang harus dijawab secara terang.


Apakah makanan terkontaminasi?


Apakah terdapat persoalan dalam proses pengolahan atau penyimpanan?


Bagaimana kondisi makanan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat?


Atau, apakah terdapat faktor lain di luar makanan MBG yang menyebabkan munculnya keluhan kesehatan secara bersamaan?


Semua kemungkinan masih terbuka.


Karena itu, hasil pemeriksaan laboratorium Balai POM Sumatera Barat akan menjadi salah satu kunci penting untuk mengungkap persoalan ini.


MBG Seharusnya Menyehatkan, Bukan Menimbulkan Kekhawatiran


Program Makan Bergizi Gratis dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, terutama anak-anak usia sekolah.


Karena itu, ketika 181 penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan dalam satu rangkaian kejadian, standar keamanan pangan menjadi perhatian serius.


Pemerintah dan pihak pengelola tidak hanya dituntut memastikan makanan tersedia, tetapi juga memastikan makanan tersebut aman dikonsumsi sejak proses pengolahan hingga sampai ke tangan penerima manfaat.


Kasus di Koto Rantang menjadi ujian penting bagi pengawasan program MBG di daerah.


Bukan untuk mencari kambing hitam.


Tetapi untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.


Kini Semua Menunggu Hasil Laboratorium


Hingga Kamis (3/9/2026), penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami 181 penerima manfaat belum diketahui.


Sampel makanan sudah diambil. Dapur SPPG Pasia Laweh dihentikan sementara. Polisi melakukan penelusuran. Pemerintah daerah memastikan korban mendapatkan pelayanan kesehatan.


Kini publik menunggu hasil pemeriksaan Balai POM Sumatera Barat.


Satu hasil laboratorium nantinya diharapkan mampu menjawab teka-teki yang sejak awal muncul:


Apa yang membuat 181 penerima manfaat di Koto Rantang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG?


Jawaban atas pertanyaan itu bukan hanya penting bagi para penerima manfaat dan keluarganya.


Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap keamanan program Makan Bergizi Gratis.


(AK)


#Headline #KeracunanMBG #Daerah #KabupatenAgam #Peristiwa

×
Berita Terbaru Update