
Pemko Padang Gaspol Wujudkan MBG Berkualitas, Siapkan Padang Jadi Role Model Nasional
AK47, Padang — Pemerintah Kota (Pemko) Padang tidak ingin Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekadar menjadi program pembagian makanan. Lebih dari itu, program unggulan nasional tersebut diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi rakyat, memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menjadikan Kota Padang sebagai percontohan pengelolaan MBG di tingkat nasional.
Komitmen besar itu ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dengan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) Sumatera Barat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (4/8/2026).
Pertemuan yang dihadiri pimpinan sejumlah organisasi perangkat daerah itu bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan langkah nyata memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem Program MBG yang profesional, berstandar tinggi, dan berkelanjutan.
Bagi Pemko Padang, keberhasilan Program MBG bukan hanya diukur dari banyaknya makanan yang tersaji setiap hari. Yang lebih penting adalah bagaimana setiap porsi makanan dipastikan memenuhi standar gizi, diproduksi secara higienis, aman dikonsumsi, serta mampu memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan, Program MBG merupakan agenda strategis nasional yang harus dijalankan dengan kualitas terbaik.
"Program MBG merupakan agenda besar negara. Karena itu, seluruh SPPG, perangkat daerah, termasuk dukungan APPMBGI, sangat penting untuk memastikan pemenuhan gizi anak-anak dan penerima manfaat lainnya melalui layanan yang berkualitas," ujarnya.
Menurut Maigus, Program MBG harus menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi lokal. Karena itu, rantai pasok bahan pangan tidak boleh hanya bertumpu pada pemasok besar, tetapi harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, peternak, hingga produsen pangan lokal.
"Standarisasi rantai pasok harus diperkuat agar pasar tradisional, UMKM, petani, nelayan, dan peternak lokal terintegrasi dalam ekosistem pemasok MBG. Dengan demikian manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, seluruh dapur MBG di Kota Padang wajib menerapkan standar pelayanan terbaik, mulai dari kualitas bahan baku, kebersihan dapur, keamanan pangan, hingga tata kelola operasional. Evaluasi rutin setiap bulan juga akan dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan efektif serta terus mengalami perbaikan.
"Sesuai arahan Bapak Wali Kota, seluruh SPPG di Kota Padang harus menjadi yang terbaik, sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat dan kota pintar, sekaligus mendukung Program Unggulan Padang Juara," tegasnya.
72 Dapur Sudah Beroperasi, Target Tuntas Akhir Tahun
Pemko Padang terus menunjukkan progres signifikan dalam pelaksanaan Program MBG. Hingga saat ini, 72 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi atau sekitar 75 persen dari target 96 SPPG yang direncanakan.
Artinya, hanya tersisa 23 SPPG lagi yang akan dibangun dan dioperasikan hingga akhir tahun 2026. Dengan pencapaian tersebut, Kota Padang optimistis mampu memberikan layanan makan bergizi secara lebih merata kepada seluruh penerima manfaat.
Keberadaan SPPG juga diyakini akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah melalui meningkatnya permintaan terhadap hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta produk UMKM lokal.
APPMBGI Ingin Padang Jadi Kota Percontohan Nasional
Sementara itu, Ketua DPD APPMBGI Sumatera Barat, M. Sayuti, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Pemerintah Kota Padang dalam mengawal Program MBG.
Menurutnya, Padang memiliki peluang besar menjadi contoh nasional karena menunjukkan keseriusan membangun tata kelola dapur yang profesional serta sistem distribusi pangan yang tertata.
"Kami menargetkan Padang menjadi kota percontohan pengelolaan Program MBG di Sumatera Barat bahkan tingkat nasional. Untuk itu, APPMBGI mengusulkan terjalinnya nota kesepahaman dengan Pemko Padang agar pembagian peran, target, dan tanggung jawab seluruh pihak lebih jelas," katanya.
Ia menilai keberhasilan Program MBG hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen bergerak bersama, mulai dari pemerintah, pengelola dapur, pelaku usaha, petani, nelayan, peternak, hingga masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, Program Makan Bergizi Gratis di Kota Padang diharapkan tidak hanya mampu mencetak generasi yang lebih sehat dan berkualitas, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Dengan komitmen yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan APPMBGI, Kota Padang kini menatap target yang lebih besar: menjadi wajah baru keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa program pemenuhan gizi dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
(AK)
#Headline #Padang #Daerah