-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

38 Tahun Persahabatan, Padang dan Hildesheim Buka Babak Baru Kerja Sama Global: Batang Arau, Pariwisata Hijau hingga SDM Jadi Fokus Utama

Rabu, 05 Agustus 2026 | Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T08:54:18Z

38 Tahun Persahabatan, Padang dan Hildesheim Buka Babak Baru Kerja Sama Global: Batang Arau, Pariwisata Hijau hingga SDM Jadi Fokus Utama



AK47, Padang Hubungan persahabatan yang telah terjalin selama 38 tahun antara Pemerintah Kota Padang dan Pemerintah Kota Hildesheim, Jerman, memasuki fase baru yang lebih ambisius. Bukan lagi sekadar simbol diplomasi, kedua kota kini sepakat mengarahkan kemitraan menuju program-program nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari penyelamatan lingkungan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.


Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pembaruan Letter of Intent (LoI) dan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama Sister City oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer di Aula Abu Bakar Jaar, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Rabu (5/8/2026).


Prosesi penandatanganan berlangsung khidmat dan disaksikan Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Punjul Setya Nugraha, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, jajaran pimpinan OPD, perwakilan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), delegasi Pemerintah Kota Hildesheim, serta sejumlah tamu undangan.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa hubungan yang dimulai sejak 1988 itu telah berkembang menjadi kemitraan strategis yang didasari rasa saling percaya, saling menghormati, dan semangat untuk belajar satu sama lain. Menurutnya, pembaruan kerja sama ini menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat kedua kota.

 

"Penandatanganan LoI dan MoU hari ini bukan sekadar seremoni diplomatik. Ini merupakan penegasan bahwa kerja sama harus diukur dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Melalui aksi konkret, kita ingin menghadirkan perubahan yang memberikan manfaat bagi kedua kota," tegas Fadly.


Batang Arau Diproyeksikan Menjadi Ikon Kota Berwawasan Lingkungan


Salah satu agenda terbesar dalam kerja sama lima tahun ke depan adalah revitalisasi dan restorasi ekologis Sungai Batang Arau. Kawasan yang selama ini menjadi denyut sejarah Kota Padang itu akan dikembangkan melalui peningkatan kualitas air, rehabilitasi bantaran sungai, pengendalian pencemaran, hingga pemulihan fungsi ekologis agar kembali menjadi ruang hidup yang sehat, produktif, dan nyaman bagi masyarakat.


Pemerintah Kota Padang menilai pengalaman Jerman dalam pengelolaan sungai, energi bersih, serta pembangunan kota hijau akan menjadi referensi penting dalam mewujudkan transformasi kawasan Batang Arau menjadi ikon baru kota yang ramah lingkungan.


Menurut Fadly, dukungan GIZ sebagai mitra strategis akan mempercepat transfer teknologi, penguatan kapasitas kelembagaan, hingga implementasi berbagai program berbasis lingkungan yang berkelanjutan.

 

"Kami melihat pengalaman Jerman dalam pengelolaan sumber daya air, energi, dan pembangunan kota hijau sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan Kota Padang saat ini. Dukungan GIZ akan memperkuat alih teknologi serta implementasi berbagai program lingkungan," katanya.


Pariwisata Hijau Jadi Motor Baru Perekonomian


Selain isu lingkungan, kerja sama juga diarahkan untuk memperkuat sektor pariwisata berkelanjutan. Kota Padang yang dikenal memiliki panorama pantai, kekayaan budaya Minangkabau, serta destinasi alam kelas dunia ingin membangun ekosistem pariwisata rendah karbon yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian alam.


Konsep tersebut diharapkan melahirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga menjadi contoh pembangunan pariwisata yang bertanggung jawab terhadap lingkungan.


Investasi SDM untuk Masa Depan


Kerja sama Sister City juga diperluas ke sektor pendidikan dan kesehatan. Pemerintah Kota Padang membuka peluang pelaksanaan program pertukaran pelajar, magang vokasi, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga kolaborasi akademik dengan berbagai institusi di Jerman.


Sementara di bidang kesehatan, kedua kota akan memperkuat kerja sama dalam pengembangan kompetensi tenaga keperawatan melalui pelatihan, pertukaran pengetahuan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.


Langkah tersebut diyakini akan melahirkan SDM yang lebih kompetitif dan siap menghadapi tantangan global.


Hildesheim Tegaskan Komitmen Jangka Panjang


Wali Kota Hildesheim Ingo Meyer mengungkapkan rasa bahagianya dapat kembali mengunjungi Kota Padang. Ia menyebut kunjungan kali ini sebagai bukti bahwa hubungan kedua kota terus berkembang dan memiliki masa depan yang menjanjikan.

 

"Kami berharap kemitraan yang telah terjalin selama puluhan tahun dapat terus diperkuat melalui berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan," ujar Ingo Meyer.


Kemlu RI Siap Kawal Implementasi


Direktur Eropa II Kementerian Luar Negeri RI Punjul Setya Nugraha menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mengawal implementasi kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.


Ia menilai kemitraan Padang-Hildesheim merupakan salah satu contoh terbaik diplomasi antardaerah yang mampu menghasilkan manfaat nyata melalui kolaborasi internasional.

 

"Kerja sama ini diharapkan dapat terus berkembang di berbagai bidang, seperti pembangunan kota, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, kebudayaan, maupun sektor-sektor lain yang memberikan manfaat bagi kedua kota," ujarnya.


Diplomasi Daerah yang Melahirkan Perubahan


Pembaruan LoI dan MoU Sister City ini menjadi penegasan bahwa diplomasi daerah kini telah berkembang menjadi instrumen pembangunan. Melalui kolaborasi internasional, Kota Padang tidak hanya memperluas jejaring global, tetapi juga membuka ruang transfer pengetahuan, teknologi, inovasi, hingga investasi yang dapat mempercepat terwujudnya kota yang hijau, tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.


Dengan fondasi persahabatan yang telah terbangun selama hampir empat dekade, kerja sama Padang dan Hildesheim diharapkan menjadi model kemitraan internasional yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Kota Padang di panggung global.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update