-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lautan Cahaya Telong-Telong Terangi Pantai Cimpago, HJK Padang ke-357 Bergema hingga Mancanegara

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T13:30:46Z

Lautan Cahaya Telong-Telong Terangi Pantai Cimpago, HJK Padang ke-357 Bergema hingga Mancanegara



AK47, Padang Malam di kawasan Pantai Cimpago, Kamis (6/8/2026), berubah menjadi lautan cahaya. Ribuan lampu Telong-Telong berpendar menghiasi sepanjang kawasan pantai, berpadu dengan gemuruh tepuk tangan dan sorak ribuan warga yang memadati lokasi. Suasana penuh kehangatan itu menjadi penanda dimulainya Festival Pawai Telong-Telong, salah satu agenda paling dinantikan dalam rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.


Sejak matahari terbenam, masyarakat dari berbagai penjuru Kota Padang telah memadati kawasan Pantai Cimpago. Anak-anak, orang tua hingga wisatawan larut dalam kemeriahan festival yang menghadirkan perpaduan tradisi, seni, budaya, dan semangat kebersamaan. Tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen ketika barisan Telong-Telong mulai bergerak, menciptakan panorama malam yang memukau sekaligus sarat makna sejarah.


Festival dibuka langsung oleh Wali Kota Padang Fadly Amran didampingi Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Kemeriahan acara semakin istimewa dengan hadirnya sejumlah tamu kehormatan dari dalam maupun luar negeri, di antaranya Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer, Direktur Pembangunan, Ekonomi, dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri RI Tri Purnajaya, unsur Forkopimda Kota Padang, Ketua TP-PKK Kota Padang Ny. Dian Fadly Amran, Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir, Resident Representative UNDP Indonesia Sara Ferrer Olivella, Konsul Jenderal Jepang di Medan Furugori Toru, serta delegasi dari Malaysia, Amerika Serikat, Jepang, Tiongkok, Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), dan sejumlah negara sahabat lainnya.


Kehadiran para tamu internasional menjadi bukti bahwa Hari Jadi Kota Padang kini tidak hanya menjadi perayaan masyarakat lokal, tetapi juga telah berkembang menjadi panggung diplomasi budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau kepada dunia.


Sebanyak 11 kecamatan di Kota Padang tampil dengan kreativitas terbaiknya. Masing-masing menghadirkan arak-arakan Telong-Telong yang dihiasi beragam ornamen artistik, menampilkan kisah perjuangan bangsa, filosofi adat Minangkabau, hingga potensi unggulan daerah. Perpaduan cahaya, musik tradisional, tarian, dan semangat para peserta membuat setiap rombongan mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton.


Bagi masyarakat Minangkabau, Telong-Telong bukan sekadar lampion tradisional. Ia merupakan simbol penerang, persatuan, harapan, dan semangat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Nilai-nilai itulah yang kembali dihidupkan dalam festival tahun ini sebagai pengingat bahwa membangun kota tidak hanya melalui infrastruktur, tetapi juga dengan menjaga budaya dan identitas yang menjadi jati diri masyarakat.


Dalam sambutannya, Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan antusiasme masyarakat yang memadati kawasan Pantai Cimpago menjadi energi besar bagi Pemerintah Kota Padang untuk terus mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

 

"Tumpah ruah warga, semangat para peserta, dan antusiasme para tamu undangan semuanya bersatu memeriahkan kegiatan kota kita tercinta. Ini adalah bentuk nyata dukungan kita terhadap visi dan misi kejayaan Kota Padang," ujar Fadly.


Menurutnya, Festival Pawai Telong-Telong bukan hanya agenda hiburan tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Semangat perjuangan para pahlawan yang dahulu mengantarkan bangsa menuju kemerdekaan, kata Fadly, harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemulihan pascabencana yang sempat melanda Kota Padang.


Ia juga mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga sinergi agar pembangunan Kota Padang dapat berjalan sesuai rencana.

 

"Kita berharap seluruh program pembangunan yang saat ini sedang berproses, baik oleh Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat maupun pemerintah pusat, dapat berjalan sesuai rencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat," katanya.


Festival Pawai Telong-Telong tahun ini juga menjadi pintu pembuka rangkaian HJK Padang ke-357 yang mengusung tema "Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City." Tema tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Padang dalam memperkuat identitas kota melalui kekayaan kuliner, budaya, dan pariwisata.


Fadly menegaskan, kuliner legendaris seperti Nasi Padang merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki kota ini untuk meraih pengakuan sebagai Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO.

 

"Kita berharap potensi gastronomi yang dimiliki Kota Padang, dengan Nasi Padang yang telah mendunia sebagai salah satu kekuatannya, mampu mengantarkan Kota Padang menjadi Kota Gastronomi Dunia dari UNESCO. Dengan demikian, Kota Padang semakin dikenal sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara," ungkapnya.


Gemerlap Telong-Telong yang menerangi langit Pantai Cimpago malam itu bukan sekadar menghadirkan keindahan visual. Cahaya-cahaya tersebut menjadi lambang harapan baru bagi Kota Padang di usianya yang ke-357 sebuah kota yang terus menjaga warisan budayanya, memperkuat persatuan masyarakatnya, mempercepat pembangunan, dan melangkah percaya diri menuju panggung dunia sebagai destinasi wisata dan gastronomi berkelas internasional.


(AK)


#Headline #HJKPadang357 #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update