-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dari Luka Banjir Menuju Nagari Tangguh: Ekspedisi Andalas 2026 Bangun Sistem Mitigasi Berbasis Teknologi dan Hijaukan Muaro Sungai Lolo

Selasa, 04 Agustus 2026 | Agustus 04, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T05:58:26Z

Dari Luka Banjir Menuju Nagari Tangguh: Ekspedisi Andalas 2026 Bangun Sistem Mitigasi Berbasis Teknologi dan Hijaukan Muaro Sungai Lolo



AK47, PasamanBencana banjir besar yang pernah melanda Nagari Muaro Sungai Lolo bukan sekadar meninggalkan jejak kerusakan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan adalah investasi paling berharga bagi keselamatan masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Tim Ekspedisi Andalas (Ekspand) BEM KM Universitas Andalas 2026 menghadirkan rangkaian program mitigasi bencana yang memadukan riset ilmiah, pemanfaatan teknologi, edukasi masyarakat, hingga aksi penghijauan sebagai langkah nyata membangun nagari yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana.


Mengusung konsep pengabdian yang berkelanjutan, kegiatan ini dilaksanakan di Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro, Kabupaten Pasaman. Program tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan kepada masyarakat, tetapi juga meninggalkan sistem dan kesadaran kolektif yang dapat terus dimanfaatkan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


Rangkaian kegiatan dimulai pada Rabu malam (8/7/2026) di Jorong Sungai Lolo. Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, materi yang disampaikan lahir dari hasil penelitian dan observasi lapangan yang dilakukan langsung oleh Tim Ekspedisi Andalas terhadap kondisi geografis, riwayat banjir, serta tingkat kerentanan wilayah.


Pemateri Nesya Indah Suryani menjelaskan bahwa mitigasi bencana harus dibangun berdasarkan karakteristik lokal sehingga setiap langkah penanganan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


"Setiap daerah memiliki ancaman yang berbeda. Karena itu, mitigasi harus berbasis data dan kondisi riil di lapangan agar mampu menyelamatkan lebih banyak jiwa ketika bencana datang," ungkapnya.


Komitmen Tim Ekspedisi Andalas tidak berhenti pada penyampaian materi. Sebagai bentuk inovasi, mereka mengunggah seluruh data kerawanan wilayah yang telah dihimpun ke dalam aplikasi IRICSH, sebuah sistem informasi yang telah terintegrasi dengan BPBD Kabupaten Pasaman.


Langkah ini menjadi kontribusi strategis dalam memperkuat sistem peringatan dini (early warning system). Dengan tersedianya data yang lebih akurat dan terdokumentasi, pemerintah daerah memiliki dasar yang lebih kuat dalam melakukan pemetaan risiko, menyusun langkah mitigasi, hingga mempercepat respons ketika terjadi potensi bencana.


Keesokan harinya, Kamis (9/7/2026), kegiatan berlanjut di Kantor Wali Nagari Muaro Sungai Lolo melalui sosialisasi mitigasi bencana skala nagari yang menghadirkan jajaran BPBD Kabupaten Pasaman.


Turut hadir memberikan materi, Kepala BPBD Kabupaten Pasaman, Wenny Tahmsir, S.KM., yang menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mengurangi risiko bencana.


Masyarakat diberikan pemahaman mengenai pengenalan tanda-tanda awal bencana, jalur evakuasi yang aman, titik kumpul darurat, hingga pentingnya komunikasi dan koordinasi antarwarga ketika kondisi darurat terjadi. Edukasi tersebut disampaikan secara interaktif sehingga masyarakat dapat memahami setiap tahapan penyelamatan secara lebih mudah.


Tak hanya belajar secara teori, warga juga mengikuti praktik langsung pertolongan pertama pada korban bencana bersama Andah Hasayangan Hasibuan, S.H., dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasaman.


Dalam simulasi tersebut, masyarakat diajarkan cara memberikan pertolongan awal kepada korban, teknik evakuasi yang benar, hingga langkah-langkah penyelamatan yang dapat dilakukan sebelum bantuan lanjutan tiba. Suasana pelatihan berlangsung penuh antusias. Warga aktif berdiskusi, bertanya, bahkan mempraktikkan langsung teknik-teknik yang diajarkan, mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan.


Namun, Tim Ekspedisi Andalas meyakini bahwa membangun ketangguhan tidak cukup hanya melalui edukasi dan teknologi. Alam yang sehat juga memiliki peran besar dalam mengurangi risiko bencana.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, mahasiswa bersama masyarakat Jorong Sungai Lolo dan Jorong Muaro melaksanakan Penanaman Bibit Pohon Seremonial yang dilanjutkan dengan pembagian bibit pohon secara gratis kepada warga.


Satu demi satu bibit ditanam secara gotong royong sebagai simbol harapan sekaligus komitmen bersama menjaga lingkungan. Pohon-pohon tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur tanah, menahan laju erosi, menjaga ketersediaan sumber air, serta menjadi benteng alami dalam mengurangi risiko banjir dan longsor di masa mendatang.


Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah nagari, BPBD, dan masyarakat menunjukkan bahwa ketangguhan terhadap bencana hanya dapat terwujud melalui kerja sama seluruh elemen. Program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari tingkat nagari.


Melalui perpaduan riset ilmiah, digitalisasi data kebencanaan, edukasi masyarakat, pelatihan penyelamatan, dan gerakan penghijauan, Ekspedisi Andalas BEM KM Universitas Andalas 2026 berhasil menghadirkan sebuah model pengabdian yang komprehensif dan berkelanjutan.


Dari nagari yang pernah merasakan dahsyatnya banjir, kini tumbuh harapan baru. Harapan akan lahirnya masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana, lebih peduli terhadap lingkungan, dan lebih kuat menjaga warisan alam demi keselamatan generasi yang akan datang.


(AK)


#Headline #SumateraBarat #Pendidikan #UniversitasAndalas

×
Berita Terbaru Update