
Koper Pink Bawa 1,01 Kg Sabu ke Lombok, Pelarian MM Berakhir di Lubuk Alung
AK47, PADANG PARIAMAN — Upaya membawa narkotika jaringan lintas provinsi melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) berhasil digagalkan aparat kepolisian. Sebanyak 1,01 kilogram metamfetamin atau sabu ditemukan tersembunyi di dalam sebuah koper berwarna merah muda yang hendak dibawa seorang penumpang perempuan berinisial MM menuju Lombok melalui Jakarta.
Pengungkapan tersebut menjadi bukti bahwa jaringan peredaran narkotika masih mencoba memanfaatkan jalur transportasi udara untuk memindahkan barang terlarang antardaerah.
Aksi itu terbongkar pada Kamis, 27 Agustus 2026, sekitar pukul 05.26 WIB, ketika petugas aviation security (Avsec) melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang bawaan penumpang menggunakan mesin pemindai X-ray di area Bandara Internasional Minangkabau.
Awalnya, tidak ada yang terlihat mencolok. Sebuah koper berwarna pink melewati pemeriksaan sebagaimana barang bawaan penumpang lainnya.
Namun, hasil pemindaian justru memunculkan kecurigaan petugas.
Visual dari dalam koper menunjukkan adanya benda yang tidak lazim. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap koper tersebut.
Kecurigaan itu terbukti.
Di dalam koper ditemukan enam paket plastik bening yang berisi kristal berwarna putih. Barang tersebut diduga kuat merupakan narkotika jenis sabu.
Terbongkar dari Pemeriksaan X-Ray
Berdasarkan data manifes penerbangan, koper tersebut diketahui merupakan milik seorang penumpang perempuan berinisial MM.
MM tercatat akan melakukan perjalanan menuju Lombok dengan transit melalui Jakarta.
Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas dengan melakukan koordinasi bersama Bea Cukai dan aparat kepolisian.
Pengujian awal menggunakan alat identifikator narkotika dilakukan untuk memastikan kandungan kristal putih tersebut.
Hasilnya mengejutkan.
Enam paket yang ditemukan di dalam koper dinyatakan positif mengandung metamfetamin dengan berat keseluruhan mencapai 1.010 gram atau sekitar 1,01 kilogram.
Barang haram tersebut praktis gagal berangkat bersama penerbangan yang telah direncanakan.
Namun, perkara belum selesai.
Justru pada saat itulah pengejaran terhadap pemilik koper dimulai.
Dipanggil ke Konter, MM Malah Kabur
Setelah koper diamankan, petugas berupaya memanggil MM melalui pengeras suara bandara agar datang ke konter untuk menjalani pemeriksaan.
Namun, respons yang diberikan di luar dugaan.
Alih-alih memenuhi panggilan petugas, MM justru melarikan diri dari kawasan BIM.
Tindakan tersebut sontak memicu koordinasi cepat antarpetugas.
Avsec segera berkoordinasi dengan unsur Bea Cukai dan kepolisian. Informasi mengenai ciri-ciri pelaku serta dugaan arah pelarian kemudian ditindaklanjuti dengan operasi pengejaran.
Waktu menjadi sangat penting.
Jika pelaku berhasil keluar jauh dari kawasan bandara, kemungkinan untuk menghilangkan jejak tentu semakin besar.
Tim gabungan kemudian bergerak melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap MM.
Pergerakan pelaku akhirnya terlacak hingga ke wilayah Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Mobil Travel Diblokade, Pelarian Berakhir
Pengejaran berlangsung hingga Kamis sore.
Di jalur lintas utama kawasan Lubuk Alung, personel Satlantas Polres Padang Pariaman bergerak melakukan penyekatan.
Sebuah mobil travel yang ditumpangi MM berhasil dihentikan setelah petugas melakukan blokade.
Pelarian yang sebelumnya dimulai dari kawasan BIM akhirnya terhenti.
MM diamankan petugas untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait kepemilikan dan asal-usul narkotika seberat lebih dari satu kilogram tersebut.
Pengungkapan ini melibatkan tim gabungan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatra Barat bersama Polres Padang Pariaman, dengan dukungan petugas Avsec dan Bea Cukai.
Bukan Sekadar Koper dan Sabu
Kasus ini tidak berhenti pada penemuan enam paket sabu.
Di balik satu koper berwarna pink tersebut, penyidik kini menghadapi pertanyaan yang jauh lebih besar: siapa yang memerintahkan, dari mana narkotika itu diperoleh, siapa yang menunggu di daerah tujuan, dan seberapa luas jaringan yang berada di belakang MM?
Rute perjalanan yang telah disiapkan dari BIM menuju Lombok melalui Jakarta juga menjadi bagian penting yang akan didalami penyidik.
Sebab, pengiriman narkotika dengan jumlah mencapai 1,01 kilogram sulit dipandang sebagai perkara sederhana.
Polisi menduga barang tersebut berkaitan dengan jaringan peredaran narkotika lintas provinsi. Karena itu, pemeriksaan terhadap MM diharapkan dapat membuka mata rantai distribusi yang lebih besar.
Penyidik Ditresnarkoba Polda Sumatra Barat kini terus menggali keterangan tersangka untuk mengungkap pihak lain yang diduga terlibat.
Modus Lama, Jalur Udara Tetap Dibidik
Penggunaan bagasi tercatat untuk menyembunyikan narkotika merupakan salah satu cara yang dapat digunakan pelaku untuk mencoba menghindari pemeriksaan langsung di terminal keberangkatan.
Dalam kasus ini, koper tersebut justru berhasil terdeteksi melalui sistem pemeriksaan X-ray.
Ketelitian petugas menjadi faktor penting dalam membongkar upaya tersebut.
Peristiwa ini sekaligus memperlihatkan bahwa pengawasan di pintu keluar-masuk transportasi udara tidak hanya menyangkut keselamatan penerbangan, tetapi juga menjadi salah satu benteng penting dalam memutus mata rantai distribusi narkotika.
Satu koper yang tampak biasa ternyata menyimpan lebih dari satu kilogram barang terlarang.
Dan ketika pemiliknya memilih kabur setelah dipanggil petugas, operasi pengejaran pun bergerak cepat dari kawasan bandara hingga jalur utama Lubuk Alung.
Pelarian itu akhirnya berakhir.
Polisi Kejar Otak di Balik Pengiriman
Saat ini MM bersama barang bukti 1.010 gram metamfetamin telah diamankan di Mapolda Sumatra Barat.
Penyidik Ditresnarkoba masih melakukan pemeriksaan secara intensif untuk mengurai jaringan di balik pengiriman tersebut.
Fokus penyidikan bukan hanya pada siapa yang membawa koper, tetapi juga pada siapa pengendali di belakangnya.
Jika mata rantai tersebut berhasil dibongkar, pengungkapan ini berpotensi berkembang dari sekadar penangkapan seorang pembawa narkotika menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan peredaran narkoba lintas provinsi yang lebih besar.
Koper pink itu memang berhasil dihentikan sebelum terbang ke Lombok.
Namun, pekerjaan aparat belum berakhir.
Kini, tantangannya adalah memastikan dari mana 1,01 kilogram sabu tersebut berasal dan ke mana seharusnya barang itu berakhir serta memburu pihak yang berada di balik pengiriman tersebut.
(AK)
#Headline #Sabu #Narkoba