
Antar Es Kristal, Kurir di Padang Tiba-Tiba Disabet Katana! Tangan Kiri Robek, Pelaku Kabur
AK47, Padang — Jalan Gajah VII, Kelurahan Air Tawar Barat, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, mendadak diwarnai kepanikan, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Seorang kurir pengantar es kristal, Deby Anisa Putra (33), menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam. Bukan dalam sebuah perkelahian yang berlangsung lama, korban justru diserang ketika sedang menjalankan aktivitas pekerjaannya mengantarkan pesanan ke sebuah warung.
Akibat serangan tersebut, tangan kiri korban mengalami luka robek serius setelah terkena sabetan senjata tajam yang diduga jenis katana.
Peristiwa ini sontak mengundang perhatian warga. Pasalnya, korban disebut sedang menjalankan pekerjaan seperti biasa ketika tiba-tiba didatangi seorang pria berinisial R.
Belum diketahui secara pasti apa yang terjadi sesaat sebelum serangan. Namun, berdasarkan informasi awal, pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban sebelum meninggalkan lokasi kejadian.
Korban yang mengalami luka langsung mendapatkan pertolongan dan kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Hermina Padang.
Saat mendapatkan penanganan medis, Deby dilaporkan masih dalam kondisi sadar.
Pelaku Kabur, Polisi Bergerak
Kapolsek Padang Utara, AKP Yuliadi, membenarkan adanya kejadian tersebut.
Polisi telah mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga mulai dimintai keterangan untuk mengungkap secara terang bagaimana penyerangan tersebut terjadi.
Tidak berhenti pada pemeriksaan TKP, polisi kini memburu pria berinisial R yang diduga sebagai pelaku.
Keberadaan R hingga kini masih dalam pencarian aparat kepolisian.
Penyidik juga tengah berupaya mengurai rangkaian kejadian secara utuh, termasuk apa yang terjadi sebelum penyerangan, hubungan antara korban dan terduga pelaku, serta alasan hingga senjata tajam digunakan dalam peristiwa tersebut.
Motif Penganiayaan Masih Gelap
Pertanyaan terbesar dalam kasus ini adalah mengapa seorang kurir yang sedang mengantarkan es kristal bisa menjadi sasaran serangan senjata tajam?
Motif penganiayaan belum terungkap.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi untuk memastikan apakah penyerangan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi, perselisihan sebelumnya, kesalahpahaman, atau motif lainnya.
Kepastian mengenai motif tentu sangat penting untuk membongkar perkara ini secara menyeluruh.
Apalagi, penggunaan senjata tajam dalam sebuah penyerangan menunjukkan bahwa perkara tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan sepele. Aparat harus mengungkap secara terang siapa yang melakukan, apa pemicunya, dan bagaimana rangkaian kejadian hingga korban mengalami luka serius.
Warga Menunggu Polisi Ungkap Pelaku
Kasus ini kini menjadi perhatian warga sekitar. Mereka tentu berharap polisi tidak hanya berhenti pada olah TKP dan pemeriksaan saksi, tetapi segera menemukan keberadaan terduga pelaku.
Di sisi lain, kondisi korban yang tengah mendapatkan perawatan menjadi perhatian utama. Luka yang dialaminya membuat aktivitas mencari nafkah yang semestinya berjalan normal berubah menjadi pengalaman traumatis.
Polisi pun memiliki pekerjaan penting untuk memastikan kasus ini tidak menjadi teka-teki berkepanjangan.
Siapa R? Apa motif sebenarnya? Dan mengapa serangan dengan senjata tajam itu terjadi di tengah aktivitas korban mengantarkan es kristal?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut kini berada di tangan penyidik Polsek Padang Utara.
Masyarakat tentu berharap kasus ini segera terang dan terduga pelaku dapat ditemukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih berlangsung.
(*)
#Headline #Penganiayaan #Kriminal #Hukum