-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kejar-kejaran Tengah Malam di Madina: Avanza Bawa 19 Kg Ganja Hantam Tiang Listrik, Kurir Kabur ke Rumah Kosong

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-10T05:25:50Z

Kejar-kejaran Tengah Malam di Madina: Avanza Bawa 19 Kg Ganja Hantam Tiang Listrik, Kurir Kabur ke Rumah Kosong



AK47, MANDAILING NATAL Malam di kawasan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, mendadak berubah tegang. Sebuah Toyota Avanza yang diduga membawa narkotika dalam jumlah besar nekat kabur saat hendak dihentikan petugas.


Pengejaran pun tak terhindarkan.


Kendaraan bernomor polisi BA 1378 MAA itu melaju meninggalkan petugas hingga akhirnya mengalami kecelakaan. Mobil menabrak tiang listrik dan terperosok ke dalam parit di kawasan Jalan Lintas Timur Panyabungan.


Pengemudinya tidak menunggu lama.


Ia meninggalkan mobil dan melarikan diri ke dalam gelapnya malam.


Namun, pelarian tersebut justru membuka fakta yang lebih mengejutkan. Saat kendaraan diperiksa, petugas menemukan ganja kering seberat lebih dari 19 kilogram yang diduga siap diedarkan.


Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.


Seorang pria berinisial MRH (25) kemudian diamankan. Ia diduga merupakan pengemudi sekaligus kurir yang membawa narkotika tersebut.


Informasi Kurir Lintas Provinsi


Pengungkapan ini bermula dari informasi yang diterima Tim Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mandailing Natal mengenai adanya dugaan peredaran narkotika lintas provinsi.


Informasi tersebut menyebutkan, seorang terduga kurir menggunakan Toyota Avanza dengan nomor polisi BA 1378 MAA dan melintas di wilayah Panyabungan Timur.


Petugas tidak langsung melakukan tindakan.


Tim terlebih dahulu dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan pemantauan dan pengintaian terhadap kendaraan yang dicurigai.


Hingga akhirnya, kendaraan yang diburu muncul.


Petugas berusaha menghentikan mobil tersebut. Namun, pengemudi diduga tidak mengindahkan perintah petugas dan justru memacu kendaraan.


Kejar-kejaran pun pecah.


Di tengah upaya melarikan diri, kendaraan tersebut terus bergerak hingga akhirnya sampai di kawasan Jalan Lintas Timur Panyabungan.


Di lokasi itulah pelarian berakhir.


Toyota Avanza tersebut menabrak tiang listrik dan kemudian terperosok ke dalam parit.


Tetapi sang pengemudi sudah lebih dahulu meninggalkan kendaraan.


Mobil Ditinggalkan, Ganja 19 Kilogram Ditemukan


Petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang ditinggalkan.


Di sinilah pengungkapan kasus tersebut semakin mengarah pada dugaan jaringan peredaran narkotika.


Di dalam Toyota Avanza ditemukan paket ganja kering dengan berat lebih dari 19 kilogram.


Jumlah tersebut membuat aparat tidak hanya memburu barang bukti, tetapi juga memburu orang yang diduga bertanggung jawab membawa narkotika tersebut.


Pencarian terhadap pengemudi pun dilakukan.


Petugas gabungan menyisir sejumlah lokasi dan menggali informasi dari masyarakat sekitar.


Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.


Sempat Sembunyi di Rumah Kosong


Informasi dari warga menyebutkan adanya seseorang yang diduga mencurigakan dan bersembunyi di sebuah rumah kosong.


Petugas langsung bergerak.


Lokasi tersebut didatangi dan dikepung aparat. Setelah dilakukan penggerebekan, seorang pria ditemukan bersembunyi di dalam rumah kosong tersebut.


Pria itu kemudian diamankan.


Identitasnya diketahui sebagai MRH (25), orang yang diduga sebelumnya mengemudikan Toyota Avanza dan melarikan diri setelah kendaraan mengalami kecelakaan.


Dengan demikian, pelarian yang semula berhasil membuat pengemudi meninggalkan mobil akhirnya terhenti setelah aparat menemukan persembunyiannya.


Dari Sumbar, Disebut Mengarah ke Tanah Abang Jakarta


Dari pemeriksaan awal, aparat memperoleh informasi mengenai rencana perjalanan narkotika tersebut.


Ganja itu disebut berasal dari Sumatera Barat dan hendak dibawa menuju wilayah Sumbar. Selanjutnya, barang tersebut direncanakan dikirim ke kawasan Tanah Abang, Jakarta, menggunakan jasa kurir ekspedisi.


Jika informasi awal tersebut benar, kasus ini bukan sekadar persoalan seorang pengemudi yang membawa puluhan kilogram ganja.


Ada dugaan jalur distribusi lintas wilayah yang perlu dibongkar lebih jauh.


Siapa pemasoknya?
Siapa penerima akhirnya?
Siapa yang mengatur pengiriman?
Dan apakah MRH bekerja seorang diri atau hanya bagian dari mata rantai yang lebih besar?


Pertanyaan-pertanyaan tersebut kini menjadi bagian penting dari pendalaman aparat.


19 Kilogram Ganja dan Jejak Jaringan yang Belum Terungkap


Pengungkapan ini bermula dari sebuah kendaraan yang dicurigai.


Berlanjut menjadi aksi kejar-kejaran.


Kemudian berubah menjadi kecelakaan, pelarian, pencarian, hingga penggerebekan sebuah rumah kosong.


Tetapi bagian paling penting justru ada pada barang yang ditemukan di dalam mobil tersebut: lebih dari 19 kilogram ganja kering.


Jumlah itu menjadi petunjuk penting bagi aparat untuk mengungkap lebih jauh asal barang, jalur distribusi, serta pihak-pihak yang diduga berada di balik peredarannya.


BNNK Mandailing Natal bersama Satresnarkoba Polres setempat masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut.


MRH bersama barang bukti dan kendaraan yang digunakan telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.


Satu kurir berhasil ditangkap. Namun, pekerjaan aparat belum selesai. Sebab, di balik 19 kilogram ganja yang gagal sampai tujuan, bisa jadi masih ada mata rantai lain yang kini tengah diburu.


(AK)


#Headline #GanjaKering #Narkoba

×
Berita Terbaru Update