-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Pages

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jembatan Kalawi Segera Dibangun, Komisi V DPR RI Turun Langsung ke Pauh Kawal Pemulihan Pascabanjir Padang

Rabu, 05 Agustus 2026 | Agustus 05, 2026 WIB Last Updated 2026-08-05T17:32:01Z

Jembatan Kalawi Segera Dibangun, Komisi V DPR RI Turun Langsung ke Pauh Kawal Pemulihan Pascabanjir Padang



AK47, Padang — Harapan ribuan warga Kecamatan Pauh untuk memiliki akses yang lebih aman dan representatif kian mendekati kenyataan. Di tengah upaya pemulihan pascabanjir yang masih berlangsung, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda bersama Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir turun langsung meninjau lokasi rencana pembangunan Jembatan Kalawi di Kelurahan Limau Manis, Rabu (5/8/2026).


Kunjungan tersebut bukan sekadar agenda reses biasa. Peninjauan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Padang tengah mempercepat langkah untuk membangun kembali infrastruktur strategis yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setelah diterjang bencana.


Selain meninjau lokasi Jembatan Kalawi, rombongan juga mengunjungi sejumlah titik yang menjadi prioritas rehabilitasi pascabanjir, di antaranya Irigasi Gunung Nago, Daerah Irigasi Koto Tuo, serta SDN 10 Lambung Bukit yang mengalami dampak cukup serius akibat banjir yang melanda Kota Padang pada Senin (3/8/2026).


Turut hadir dalam peninjauan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Iqra Chissa, perwakilan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, anggota DPRD Kota Padang dari Fraksi Golkar, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, serta Camat Pauh Yandry.


Jembatan Penghubung Kehidupan Warga dan Kampus Unand


Bagi masyarakat Limau Manis, Jembatan Kalawi bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Jembatan yang direncanakan menelan anggaran sekitar Rp25,4 miliar tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga setiap harinya.


Keberadaan jembatan ini juga sangat penting karena menjadi salah satu jalur utama menuju Kampus Universitas Andalas, kampus terbesar di Sumatera Barat yang setiap hari dilalui ribuan mahasiswa, dosen, dan masyarakat.


Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Kalawi merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama dinantikan masyarakat. Karena itu, dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting agar proyek tersebut segera terealisasi.


“Melalui dukungan Bapak Zigo, kami berharap percepatan pembangunan pascabanjir dapat segera terealisasi, termasuk penanganan sembilan jembatan yang rusak, perbaikan jalan, normalisasi sungai, hingga pembangunan hunian tetap yang lahannya telah disiapkan pemerintah,” ujar Maigus.


Apresiasi untuk Warga yang Hibahkan Tanah


Dalam kesempatan itu, Maigus juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Limau Manis yang secara sukarela menghibahkan sebagian lahannya demi mendukung pembangunan Jembatan Kalawi.


Menurutnya, semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat menjadi bukti bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga lahir dari partisipasi aktif warga yang menginginkan perubahan.


“Terima kasih banyak kepada masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya. Jembatan ini sangat vital karena menjadi akses utama masyarakat sekaligus menuju Kampus Universitas Andalas,” katanya.


Sikap warga tersebut dinilai menjadi contoh nyata semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Minangkabau dalam mendukung pembangunan daerah.


Komisi V DPR RI Pastikan Pengawalan Hingga Terealisasi


Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Kalawi akan terus dikawal hingga memasuki tahap konstruksi dan selesai dibangun.


Menurutnya, proyek tersebut telah menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda penanganan infrastruktur pascabanjir di Kota Padang.


“Pembangunan jembatan ini akan terus kami kawal sampai benar-benar terealisasi karena menjadi kebutuhan mendesak masyarakat,” tegas Zigo.


Tak hanya jembatan, Zigo juga memastikan rehabilitasi Irigasi Gunung Nago dan Daerah Irigasi Koto Tuo akan segera dimulai pada bulan Agustus. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi irigasi yang sangat penting bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat setempat.


Dari Pemulihan ke Pembangunan yang Lebih Tangguh


Peninjauan ini menjadi bukti bahwa pemulihan pascabanjir tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga diarahkan untuk membangun infrastruktur yang lebih kuat, aman, dan berkelanjutan.


Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BWS Sumatera V, DPRD, serta dukungan masyarakat diharapkan mampu mempercepat proses pembangunan dan mengurangi kerentanan wilayah terhadap bencana di masa mendatang.


Bagi warga Pauh, kehadiran rombongan Komisi V DPR RI di lokasi bukan sekadar kunjungan kerja. Lebih dari itu, kunjungan tersebut membawa optimisme bahwa berbagai persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat kini mendapat perhatian serius dan akan segera diwujudkan melalui langkah nyata.


Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, maka Jembatan Kalawi akan menjadi simbol kebangkitan Kecamatan Pauh pascabanjir sekaligus membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat, dunia pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi Kota Padang di masa depan.


(AK)


#Headline #Padang #Daerah

×
Berita Terbaru Update